Romance

Lovely Day [Oneshoot]

lovely day cho kyuhyun fanfiction

Author: Hyerina

Genre: Romance Comedy

Rating: PG-15

Main Cast:

Ahn Hyerin | Cho Kyuhyun | Yang Yoseob | Jung Eunji | Kim Taehyung

♡♡♡ PROLOG ♡♡♡

Seharusnya Hyerin sudah berada di rumah ketika jam tangannya sudah menunjukkan pukul 12 siang. Musim panas di seoul benar-benar terasa ketika matahari sudah diatas kepala. Hyerin melaju kencang begitu matahari memanggang kulitnya yang hanya dibalut t-shirt tipis, tidak peduli dengan orang-orang yang tergilas sepatu roda yang dikenakannya. dia masih menginginkan kulitnya yang putih pucat dan belum siap untuk berubah menjadi sawo matang atau lebih buruk— gosong.
Gadis itu menoleh ke kanan-kiri, mencari tempat untuk ‘berlindung’ sebelum perhatiannya tertuju pada hembusan angin pendingin ruangan yang berasal dari sebuah kafe yang hanya berjarak tiga meter darinya. Kafe bernuansa jepang yang berjudul ‘Lovely Day’ itu diserbu oleh puluhan gadis berpakaian santai tidak sopan— yang sepertinya bernasib sama dengan Hyerin, dehidrasi dan hampir mati kepanasan. Mungkin gadis-gadis itu berlomba-lomba untuk memesan cool blue ice, vanilla ice cream atau hanya sekedar untuk mendinginkan badan didalam ruangan yang menyejukan itu. Seketika Hyerin menjadi cuek dengan tenggorokannya yang mulai mengering dan lebih memperhatikan pemandangan yang menyegarkan didepannya dan mengingatkannya dengan karakter anime yang digemarinya— seorang pria tampan berkostum butler dengan name tag ‘Yang Yoseob’. Hidungnya tidak mancung seperti tipikal pria tampan yang digilai para gadis, tapi mempunyai rahang tegas dan senyuman yang luar biasa menawan. Dia adalah alasan gadis-gadis itu berdatangan ke kafe itu.

♡♡♡

“Ahn Hyerin, belajar lebih giat lagi.” Hyerin tersentak ketika Miss Yura, guru bahasa jepang dikelasnya membagikan selebaran kertas ujian bertuliskan nilai 2,5 dari 10. untuk yang kesekian kalinya.

Aigoo, yang benar saja..” Gadis itu tidak bisa menahan desah frustasinya, sedikit menyesal dengan pilihannya sendiri. Hyerin memilih jurusan sastra jepang di kampusnya, Seoul National University dengan alasan yang konyol; sangat tergila-gila dengan tokoh anime dan ingin menikah dengan pria jepang. Tapi walaupun otaknya tidak jalan, setidaknya gadis itu masih tahu diri, dia tidak akan pindah kampus atau mengundurkan diri— mengingat ayahnya yang seorang konglomerat, sudah menyogok puluhan juta untuk memasukannya ke universitas ini demi menuruti kemauan putri semata wayangnya itu.

“Sepertinya kau harus mencari orang untuk mengajarimu secara private.” saran Eunji, gadis manis berponi yang duduk disebelah Hyerin.

Hyerin mendengus. Mungkin karena terlalu bodoh atau lebih tertarik dengan mimpi-mimpinya yang tidak masuk akal, guru private yang paling lama mengajarnya hanya 5 hari. Sebenarnya bisa lebih dari itu— seandainya Hyerin tidak membuatnya kesal dengan terlalu banyak bertanya. “Dimana lagi? Aku lelah, Eunji-ya. Mungkin otak didalam kepalaku sudah mengebul dijejali soal-soal seperti itu.”

Eunji merengut, mulai kasihan dengan raut wajah Hyerin yang tidak riang seperti biasa— meskipun nilainya kacau balau. “Hmm, Kalau begitu kau butuh refreshing.”

Refreshing?

“Ne. mungkin dengan duduk dan minum kopi pikiranmu akan terasa ringan.”

♡♡♡

Hyerin sama sekali tidak menyangka ketika Eunji ternyata membawanya ke kafe Lovely Day. Ya, Rupanya Eunji berkerja sambilan di Kafe yang Hyerin temukan saat mencari tempat berteduh beberapa hari yang lalu itu. Lovely Day sebenarnya tidak seperti kafe lain pada umumnya, mungkin itu jugalah yang menjadi salah satu faktor mengapa Lovely Day menjadi serbuan masyarakat seoul. Sesuai judulnya, Kafe itu di desain sangat Lovely dengan interior dominan warna pink muda dan putih. Rak-rak buku berisi komik jepang yang menghiasi dinding kafe disusun dengan rapi dan tertata. Menu yang ditawarkan pun tak kalah menarik; biasanya pelanggan wanita dan anak-anak memesan paket lunch box yang berisi nasi berbentuk rilakkuma, sosis berbentuk gurita dan sayuran. sedangkan pelanggan pria lebih suka memesan sushi, yakiniku, dan makanan jepang lainnya. Kounter pemesanan dijaga oleh beberapa pelayan berseragam; seragam ala maid dipakai pelayan wanita, sedangkan seragam ala butler untuk pelayan pria. Dan saat memperhatikan itu pandangan Hyerin tersorot kepada Yang Yoseob yang sedang mengaduk coklat panas dengan dramatis dibalik kounter pemesanan. Astaga, pria itu benar-benar—

“Hyerin-ah!” Hyerin tersentak, baru saja Eunji membuyarkan lamunannya, ia mendapati Yang Yoseob tengah berdiri didepannya.

“Yoseob-ssi, aku pesan satu ice cream vanilla dengan choco hazelnut dan banana split. Kau suka kan, Hyerin?”

Hyerin mengangguk, “Gomawo, Eunji-ya.”

“Oh ya, Yoseob, ini Hyerin, teman sebangkuku. Hyerin ini Yoseob, Ayahnya orang jepang lho, kau suka orang jepang kan?” Ujar Eunji sedikit mempermalukan Hyerin pada rekan kerjanya itu. Tapi saat itu juga sebuah ide gila terbesit dibenak Hyerin, membuat bibirnya kontan membentuk seringai licik.

“Bangapseumnida.” Yoseob membungkuk kecil dan mengulas senyum ramah.

Hyerin terpana. Bahkan sampai pria itu kembali ke dapur dan membuatkan banana split untuknya.

“Eunji-ya, pegawai disini.. Ehm, ada berapa?” tanya Hyerin penasaran.

“Sebenarnya ada tujuh orang, aku, Yoseob, Taehyung, Haneul, Yuri, dan Hani. Tapi Yuri dan Hani baru saja mengundurkan diri beberapa hari yang lalu, Ehm.. mungkin karena tidak tahan dengan situasi parah kafe ini.”

“Terlalu ramai?”

“Lebih dari itu. Keributan.”

“Ah, Kalau begitu aku bisa menggantikan posisi mereka! Aku sudah berpengalaman menangani keributan, tenang saja!” Hyerin akhirnya menuturkan ide gilanya.

“Mwo? Jangan-jangan kau— Astaga, jangan-jangan kau ingin mengincar Yoseob ya?” tembak Eunji tepat sasaran.

Hyerin mengeluarkan jurus andalannya, sebuah puppy eyes yang menurut Eunji menggelikan. “Pretty please~”

“Jangan membuatku malu.”

♡♡♡

Berkat bantuan Eunji (setelah dipaksa dan dirong-rong Hyerin tentu saja), akhirnya hari ini Hyerin resmi berkerja di Lovely Day. Lagi-lagi dia melakukan sesuatu demi hal yang konyol; bekerja di kafe ini hanya demi mengejar pria belasteran jepang itu. Dan sepertinya tekad konyolnya itu cukup menguntungkan juga— mengingat Yoseob keturunan jepang, bukan tidak mungkin dia mengajarkan Hyerin bahasa jepang kan? Sebenarnya gadis itu sedikit takut. bukan karena ketahuan suka padanya, atau karena melanggar aturan sekolahnya yang melarang muridnya kerja sambilan— melainkan takut mencoreng nama keluarganya sendiri; orang-orang tahu ayah Hyerin adalah pejabat yang cukup berperan di Seoul, bagaimana kalau mereka tahu putrinya merendahkan harga diri dengan bekerja di kafe pinggir jalan? Meskipun Lovely Day bukan kafe yang jelek-jelek amat, namun tetap saja peran Hyerin disini sebagai pelayan. Tetapi sepertinya tidak akan ada yang mengenali siapa Hyerin— kalau gadis itu tidak kesini dengan ayahnya.

“Nah, Hyerin, ini dapurnya.” Yoseob membuka pintu dapur setelah menunjukan beberapa ruangan perlengkapan dan takeaway yang terletak di ujung kafe.

“Sugoii~” puji Hyerin memamerkan logat jepangnya yang pas-pasan. Hyerin langsung jatuh cinta dengan dapur Lovely Day yang dirancang tidak kalah cantik dari ruangan utamanya. didalamnya terdapat kompor, pemanggang, wastafel, kulkas, dan peralatan masak lainnya yang diletakkan teratur. Meskipun bahan-bahan masakan seperti sayur, ikan dan daging asap bercampur menjadi satu, aroma ruangan dapur sama sekali tidak berbau anyir, malahan tetap wangi dengan pengharum ruangan berbau vanilla musk.

“Sekarang aku akan mengajarkanmu membuat milkshake.” ujar Yoseob yang hanya dibalas Hyerin dengan anggukan sok tahu.

Yoseob mengambil gelas tinggi sebelum meraih susu bubuk, gula dan blender dari dalam lemari dapur. “Pertama-tama tuangkan sesendok susu bubuk di blender, tambahkan sedikit gula lalu— kemudian— dan terakhir—” penjelasan Yoseob semuanya hanya masuk kuping kanan-keluar kuping kiri Hyerin, gadis itu tidak berminat mendengarkan karena terlalu sibuk memandangi wajah Yoseob.

“Hei, Kau dengarkan tidak?” Yoseob mendecak sebal, mungkin menyadari tatapan Hyerin yang tidak fokus.

“Neh, arraseo!” Hyerin mengangguk cepat.

*aku mengerti

“Nah, sekarang antar milkshakenya ke pelanggan. Setelah itu layani pelanggan yang lain. Arra? Semangat!”

“Neh, semangat!” seru Hyerin dengan semangat penuh. Sialnya begitu dia keluar dari dapur, semangatnya terancam patah begitu saja. Seorang gadis yang baru masuk kafe dan membanting pintu tampaknya sebentar lagi akan menimbulkan keributan, membuat perhatian seisi kafe penuh padanya.

“Pengkhianat! Kalian pengkhianat! Jadi selama ini kau berselingkuh dengan sahabatku?” Benar saja, Gadis itu berkata keras pada seorang pria yang duduk berhadapan dengan gadis lain, sepertinya gadis itu adalah pacar dari sang pria dan sahabat dari gadis didepan pria itu.

“Taejun-ah, jelaskan.” sementara gadis yang duduk didepan pria itu tampak tenang dan tidak berdosa.

“Tidak ada yang perlu dijelaskan, Sunghwa! Sahabat macam apa kau? Busuk!” bentak gadis yang sedang emosi itu sebelum kemudian terdengar suara tamparan keras yang membuat pria itu jatuh dari kursi. Adegan selanjutnya lebih mencengangkan, gadis yang tadi menampar prianya itu sekarang melempar semua yang ada didepannya. Lalu diakhiri dengan saling siram-menyiram antar gadis yang berkhianat dan mengkhianati itu. Ralat, bukan yang terakhir sepertinya— masih ada lagi beberapa pelanggan yang saling berteriak minta dilayani— dan semua itu terdengar seperti alarm yang mengganggu pendengaran Hyerin. Oke, Keadaan kafe saat ini benar benar kacau. Seharusnya dia tidak usah sok berpengalaman menangani keributan, karena otaknya sangat mudah mengebul. Hyerin memijat dahinya, sebentar lagi kepalanya mungkin akan meledak. Apakah dia sanggup menghadapi keadaan seperti ini setiap hari? Tamat sudah riwayatnya.

“PELAYAN!” teriak seorang pelanggan, kali ini lebih keras. pelanggan wanita yang duduk sendirian di kursi ‘reserved’ itu terlihat garang dan menyeramkan, mungkin karena sudah terlalu lama menunggu dilayani.

“Iya, mau pesan apa ya?” tanya Hyerin sinis. Baiklah, pelanggan yang malang itu menjadi korban pelampiasan frustasinya.

Chicken cordon bleu dan Ice Lemon Tea?”

“Maaf tapi ini bukan restoran prancis, kami tidak menyediakan— aw!” Cibiran Hyerin terpotong ketika seseorang mencubit lengannya.

“Maaf kami tidak menyediakan menu itu, mungkin sebagai penggantinya anda bisa mencoba chicken cheese katsu atau chicken roll dengan saus thousand island. Rasanya tidak kalah lezat dari Chicken cordon bleu.” sela Yoseob yang tiba-tiba muncul dari belakang Hyerin.

“Waah, kalau begitu aku mau coba chicken roll dengan saus thousand island.” seketika raut wajah garang itu berubah menjadi riang. Hyerin lagi-lagi terpana, Yoseob memang benar-benar handal dalam meluluhkan hati orang. Sungguh, menjadi pelayan bukan hal yang mudah.

“Hyerin, Yoseob, kalian masuk keruangan direktur, biar Taehyung dan Haneul saja yang melayani pelanggan. Tuan Kim memanggil.” suruh Eunji tiba-tiba. Tuan Kim maksudnya.. pemilik kafe Lovely Day? Ya tuhan, semoga tidak ada hubungannya dengan nama baik keluarga Hyerin!

Begitu Hyerin dan Yoseob membuka pintu direktur, mereka mendapati pria yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya, pria berusia akhir 20-an yang tinggi, berhidung mancung dan memiliki kulit putih pucat— tipikal pria korea pada umumnya. Oh, ternyata ada pegawai baru lagi.

“Silahkan perkenalkan dirimu.”

Pria itu berdehem kecil sebelum mengenalkan diri. “Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida. Berkerja sebagai Pelayan baru di Lovely Day. Aku akan melakukan yang terbaik. Bangapseumnida.

♡♡♡

“Hyerin-ssi?” Hyerin tersentak dan menoleh ketika seseorang menyentuh lengannya, sel-sel didalam tubuhnya menari-nari senang begitu tahu siapa yang memanggilnya.

“Kau pulang sendirian?” tanya Yoseob.

Ne. Eunji sudah pulang duluan, jahat” jawab Hyerin polos.

Yoseob tertawa kecil. “Rumahmu dimana?”

“Di Myeolgang Street, tidak jauh dari sini.”

“Kebetulan kita searah, Mau pulang bersamaku?” Senyuman Hyerin seterang bulan diatas langit yang meneranginya, Yang Yoseob baru saja mengajaknya pulang bersama! Dan memangnya dia bisa menolak ajakan itu?

“Sikap galakmu itu sama sekali tidak membantu, Kau tahu? untung saja aku datang sebelum orang itu sempat melemparmu dengan buku menu.” Yoseob memulai pembicaraan dengan mengungkit kelakuan gadis itu tadi siang.

Hyerin mengangkat bahu. “Lalu apa yang harus kulakukan?”

“Kau harus tetap sopan pada semua pelanggan, seperti apapun karakternya. Tawarkan menu-menu yang menurutmu disukainya. Aku tidak mau lihat lagi kau berkata seenaknya seperti itu.” pesan Yoseob panjang lebar. Ck, mungkin bagi Yoseob itu mudah karena dia tampan, tentu saja pelanggan luluh duluan hanya dengan berbicara dengannya. Sedangkan Hyerin— gadis itu tahu dia tidak jelek, dia cukup cantik dan menggemaskan. Tapi tidak mungkin kan, pelanggan wanita tidak tertarik dengan wajah cantik dan menggemaskan?

“Oh ya ngomong-ngomong, Kau kan tidak punya bakat memasak sama sekali, kenapa kau melamar kerja di Lovely Day?”

“Agar bisa dekat denganmu, bukankah sudah jelas?” jawab Hyerin jujur, membuat Yoseob tertawa geli. Setelah itu, Yoseob tidak berminat untuk mendengarkan obrolan Hyerin lagi. Yang dia lakukan hanya memperhatikan gadis itu lebih jauh lagi; bagaimana wajah Hyerin yang polos tanpa tersentuh makeup sedikitpun malah terlihat cantik natural, bagaimana keluguan Hyerin yang menggelikan malah membuatnya tampak menarik, dan bagaimana gadis itu tidak ragu menatap wajahnya saat berbicara, tidak seperti gadis-gadis lain yang terlalu menjaga image didepannya. Hyerin memang bukan tipe gadis yang langsung gugup dan salah tingkah ketika bertemu orang yang disukai.

♡♡♡

“EUNJI-YA!!!” seru Hyerin penuh antusias— terlalu antusias, sepertinya. Gadis itu baru saja sampai kafe dan langsung membuat Eunji menyemburkan soda yang sedang minumnya.

“Kau tahu tidak?”

“Tidak.”

“Kemarin aku pulang bersama Yoseob-ssi!”

“Benarkah? Chukkaeyo!” Eunji memeluk Hyerin sebagai tanda turut senang.

“Hey, Kau Hyerin, jangan ngobrol saja. Cepat layani pelanggan didepan!” tegur Kyuhyun begitu memasuki dapur kafe.

“Eish, pelayan baru itu mengganggu kesenanganku saja.” gumam Hyerin pelan, nyaris berbisik. Namun sialnya pria itu tetap saja bisa mendengarnya.

“Aku mendengarnya~” sindir Kyuhyun, lalu dengan santainya mengambil semangkuk ramen dari meja dapur dan memakannya tanpa dosa.

“Ya! Kyuhyun-ssi! Kau sendiri malah enak-enakan makan siang didapur” Hyerin memekik kesal, membuat telinga Kyuhyun seketika berdenging.

“Aku bisa mati kelaparan kalau tidak makan” jawab Kyuhyun santai dengan mulut penuh makanan.

“Ck, Kau kan sudah makan tadi pagi. Ternyata kau rakus juga ya, Kyuhyun-ssi.” celoteh Eunji ikut campur.

Hyerin cemberut, lalu menggunakan kesempatan sebaik mungkin selagi Kyuhyun sibuk makan; diam-diam menyembunyikan semua makanan yang sudah jadi didalam lemari dapur dan menguncinya. Lirikan matanya berpindah dari Kyuhyun yang sedang makan dengan berisik ke sosok Yoseob dengan tabahnya melayani belasan pelanggan yang berdatangan. Oke, ini saatnya menunjukan keahliannya pada Yoseob!

“Kau harus tetap sopan pada semua pelanggan, seperti apapun karakternya. Tawarkan menu-menu yang menurutmu disukainya. Aku tidak mau lihat lagi kau berkata seenaknya seperti itu.”

“Selamat datang di Lovely Day, mau pesan apa?” Hyerin menyambut ramah empat orang gadis yang satu meja.

“Um, ada rekomendasi?”

“Anda bisa memesan Shrimp and Egg Roll, California Roll Sushi dan Salmon Nori Sushi jika tidak ingin makan berat.” Saran Hyerin. Yoseob diam-diam melipat tangan dan memperhatikannya, gadis itu tampaknya melakukan apa yang dia sampaikan dengan baik.

“Untuk menu andalan kami menyediakan Premium Beef Teriyaki, daging giling empuk dan renyah yang disiram saus teriyaki dengan irisan bawang. Anda akan dibuat ketagihan!”

Omo! Kami jadi bingung memilih yang mana! bagaimana kalau kami pesan Premium Beef Teriyaki, Shrimp Roll dan Egg Roll, California Roll Sushi dan Salmon Nori Sushi sekaligus?” Jawab gadis-gadis itu antusias.

“Baiklah.” Hyerin tersenyum sopan, kemudian mencentang pesanan mereka diatas secarik kertas.

“Oh ya, dan untuk minumnya— anda bisa mencoba japanese cool ocha dan cool green tea. Sangat cocok untuk mendinginkan tubuh di musim panas seperti ini!” sarannya lagi, dan gadis-gadis itu benar-benar memesan semua yang ditawarkan Hyerin. Demi apapun, cara Hyerin mendeskripsikan menu-menu tersebut membuat perut para pelanggan keroncongan. Gadis itu bahkan mengalahkan pesona Yoseob.

Eunji berteriak histeris begitu Hyerin masuk kedalam dapur dan mengantarkan puluhan pesanan yang sudah dicatat. Dan sekarang, semua pelayan tidak berhenti memasak dan berganti-gantian mengantarkan pesanan.

“Good Job, Hye. Tuan Kim pasti bangga dengan kerja kerasmu.” Yoseob terkekeh. Dia benar, gadis ini memang menarik.

Gomawo, Yoseob-ssi.” Hyerin masih bisa tersenyum mendengar pujian yang membuatnya melayang itu— padahal cacing-cacing didalam perutnya sedang menjerit kelaparan. Dia terlalu sibuk melayani pelanggan selama berjam-jam sampai melewatkan jam makan siangnya.

“Um, bisakah kau berhenti memanggilku ‘Yoseob-ssi~” Yoseob meniru-niru logat Hyerin. “Itu terdengar kaku, bagaimana kalau seob-ah saja?”

Hyerin mengangguk girang. “Baiklah, Yoseob-ah.. Kedengarannya lebih baik!”

“Nde. Sekarang istirahatlah, biar Eunji yang—”

“Aku mendengarnya~” sahut Eunji kesal.

Hyerin tertawa, lalu masuk ke dapur untuk beristirahat. berharap okonomiyaki yang dia simpan di lemari tadi belum dingin dan masih layak untuk di makan. Belum sempat Hyerin membuka lemari dapurnya, Gadis itu tersentak melihat Kyuhyun tergeletak di pojok dapur yang terhalang sekat kayu. Apa dia ketiduran disitu?

“Kyuhyun-ssi, kenapa kau tidur disini? Bangun.” Wajah pria itu tampak pucat, sepertinya dia sakit?

“Kyuhyun-ssi? Kyuhyun-ssi!” Pria itu tidak merespon sama sekali sekeras apapun Hyerin berusaha membangunkannya dengan mengguncang-guncangkan tubuhnya. Kemudian gadis itu meletakkan kepalanya ke dada pria itu, jantungnya tidak berdetak! Ya tuhan, Jangan-jangan dia seorang pecandu narkoba dan overdosis— atau jangan-jangan.. dia benar-benar mati kelaparan karena Hyerin menyembunyikan semua makanan itu! Tapi dia baru saja makan beberapa jam yang lalu, masa dia bisa lapar secepat itu?

“K-Kyuhyun-ssi, jebal, jangan mati!” Hyerin hampir menangis saking paniknya.

“..M-makan—” Kyuhyun bergumam pelan. Sontak Hyerin memeluk pria yang baru di sehari dikenalnya itu.

“Ya tuhan, kau masih hidup!”

“M-makan— a—aku butuh makanan—”

“Eh?”

♡♡♡

“Bagaimana kau bisa pingsan kelaparan?”

“Entahlah, sejak dulu aku memang seperti ini. Tidak bisa menahan lapar lebih dari empat jam. Maaf merepotkanmu Hyerin-ssi.” ucap Kyuhyun dengan mulut penuh okonomiyaki, jatah makan siang Hyerin yang terpaksa dia relakan begitu saja.

Tapi setidaknya Hyerin sedikit bersyukur mengetahui fakta itu. Selama ini dia selalu berpikir bahwa dirinya adalah manusia ter aneh dan dia salah— kebiasaan nekatnya itu bahkan lebih baik daripada kebiasaan Kyuhyun yang harus selalu makan setiap empat jam sekali. “Kali ini kau kumaafkan. tapi mulai besok makanlah diluar, jangan coba-coba merampok makanan disini seenaknya atau aku akan lapor Tuan Kim.” ancam Hyerin, sementara pria itu hanya menyengir.

“Dan sebaiknya kau jangan menyengir seperti itu. ada cabai di gigimu, bodoh.”

“Aish.”

♡♡♡

“Pelayan baru satu itu aneh, tadi dia pingsan di dapur hanya karena harus makan setiap empat jam sekali.” curah Hyerin setelah mengunyah velvet cake pesanannya. saat ini Hyerin dan Yoseob tengah makan malam di sebuah restoran yang tidak jauh dari Lovely Day.

Yoseob menyesap tetes kopi terakhirnya. “Itu akan sangat merepotkan.”

“Tapi sebenarnya aku bahkan lebih merepotkan darinya.”

Wae?

“Aku juga punya kebiasaan aneh, terlalu tergila-gila dengan pria yang mirip tokoh anime jepang, sehingga nekat melakukan apa saja untuk mendekatinya.” Kode? tentu saja bukan, Hyerin hanya berkata jujur— atau mungkin terlalu jujur, seperti biasa.

“Dan sialnya sifat nekatku itu tidak ada untungnya sama sekali, kebanyakan pria yang kuincar malah menjadi tidak suka padaku, bahkan menjauh dariku.”

“Tapi aku suka padamu.”

Hyerin tersenyum lebar. “Jinjja?

Nde. sejak hari pertama kau berkerja di Lovely Day, aku langsung tertarik padamu. kau gadis yang unik. Bagaimana denganmu?”

“Kita sependapat.”

♡♡♡

Satu bulan berlalu. Hyerin menyukai bagaimana hari-harinya berubah menjadi lebih menyenangkan setelah dia dan Yoseob resmi menjadi pasangan, dan membenci kenyataan bahwa nilai sekolahnya semakin anjlok. Mengingat pacarnya itu keturunan jepang— seharusnya bahasa jepang Hyerin ada perubahan. Faktanya ayah Yoseob memang orang jepang, tapi dari kecil ayahnya tinggal di jepang dan Yoseob sangat jarang bertemu ayahnya, sehingga dia sama sekali tidak mengerti bahasa jepang.

“Chagiya, maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang lagi malam ini. Ada urusan lagi.” Yoseob mengatupkan kedua tangannya dengan wajah memelas untuk kesekian kalinya dalam minggu ini. Untuk kesekian kalinya pula, Hyerin hanya menjawab yang tidak jauh beda dari kemarin.

“Oh, tidak apa-apa. Lagipula aku juga mau membuat—”

“Membuat apa?”

“Tidak apa-apa hehe, Jaljjayo!”

“Chagiya!”

Baru saja Hyerin meninggalkan Yoseob, pria itu menarik Hyerin kedalam pelukannya. “Maafkan aku—”

“Ne, sudah kubilang tidak apa-apa kan? jaljja.” Hyerin mendorong pelan tubuh pria itu, melepaskan pelukannya.

Menit berikutnya setelah langkahnya kabur dari Yoseob, Hyerin menarik ponselnya dari saku celana jeansnya lalu menghubungi seseorang. “Ah, Eunji-ya~”

“Wae? Ada apa?” Suara dari seberang telepon terdengar masih bersemangat, tumben. biasanya Eunji marah-marah jika dibangunkan karena telepon.

“Kau bisa membantuku malam ini? Aku harus membuat sesuatu untuk besok. Tenang saja aku tidak akan menyuruhmu datang kerumahku, aku yang akan kerumahmu.”

“Bantuan apa lagi? Maaf Hyerin-a, tapi malam ini aku ada urusan. Aku tidak ada dirumah.”

“Oke, Kita tidak teman.”

“Eeh bukan begitu maksud—”

Belum sempat Eunji berkata, Hyerin menutup ponselnya dengan kesal. Ada apa sih dengan malam ini? Kenapa semua orang punya urusan dan meninggalkannya?

♡♡♡

Hyerin kembali mendesah frustasi setelah mendapati nutella brownies buatannya yang ketiga kalinya hangus, dia benar-benar payah dalam membuat makanan. Bahkan Yoseob melarangnya memasak semenjak satu bulan yang lalu ia hampir membuat kafe kebakaran. Besok adalah White Day, hari kasih sayang dimana biasanya sepasang kekasih saling menukar coklat atau bunga. Itu sebabnya dia buru-buru pulang, karena harus membuat brownies untuk Yoseob. Untuk yang keempat kalinya, Hyerin mencoba memasukan lagi adonan brownies selanjutnya ke dalam oven. Kali ini dia berusaha untuk lebih fokus dan mengabaikan apa saja yang berpotensi menggagalkan masakannya lagi, kecuali hal-hal yang memang harus diladeni seperti bel rumah dan dering ponselnya. Nah, sekarang ponselnya yang belum pindah dari saku jeansnya tiba-tiba bergetar. Pesan masuk dari Yang Yoseob.

“Chagiya, jeongmal saranghae.”

Hyerin mengerenyit, apa ini wajar bagi pasangan yang sudah satu bulan? atau pria itu yang memang bertingkah luar biasa akhir-akhir ini. lebih sering meminta maaf, mengirim pesan yang tidak penting, dan mengirimkan kado. seakan-akan semua itu demi membuktikan rasa cintanya.

“Aku tahu, nado saranghae.”

♡♡♡

Hyerin bersiul-siul senang, mengeluarkan kotak transparan berukuran sedang dari dalam tasnya dan memandang puas brownies nutella didalam kotak itu yang nyaris tidak jelas bentuknya— tapi anggap saja itulah yang membuat brownies itu terlihat renyah dan menggiurkan. Hyerin mengelap liurnya, kali ini dia harus memastikan otaknya berfungsi dan tidak memakan brownies yang sudah repot-repot dia buat untuk Yoseob. Gadis itu melangkah tidak sabaran kearah dapur, mengkhayali Yoseob yang mungkin akan mengacak-acak rambutnya sebagai tanda senang dengan kejutannya. Namun ketika dia membuka pintu dapur, hari White Day yang ia harap-harapkan hancur berantakan. Sepertinya Yoseob lebih memilih merayakan White Day dengan Eunji karena saat ini mereka tengah berpelukan mesra. Didepan Hyerin.

“Hye.. Rin?” Eunji panik setengah mati, mendorong tubuh Yoseob menjauhi tubuhnya.

Sementara Hyerin bergeming, hanya menjatuhkan brownies buatannya yang sudah susah payah dibuat. Baiklah, siapa juga yang peduli dengan jerih payahnya? Namun sebenarnya Hyerin tidak terlalu terkejut. Semua tingkah-tingkah sok romantis yang Yoseob lakukan akhir-akhir ini begitu mudah ditebak tujuannya; ia hanya ingin membuat Hyerin terbuai dan tidak mencurigainya. Tapi yang membuatnya shock adalah Eunji, sahabatnya sendiri yang mengkhianatinya. Itu benar-benar mimpi buruk.

“Jadi ini ‘urusan’ kalian? Hebat!”

“J-Jangan salah paham dulu! Ini bukan seperti yang kau kira! A-aku bisa jelaskan—” Yoseob keringat dingin, benar-benar tidak tahu apa yang harus dia katakan ketika gadis yang berdiri didepannya itu sudah berlinangan air mata. Dia memang mencintai Hyerin, dia juga tidak pernah bisa melihat gadis itu menangis. Kalau tidak, mungkin sudah dari dulu dia memutuskan hubungannya dengan Hyerin dan membiarkan gadis itu menangis. Tapi dia juga mencintai Eunji dan tidak menginginkan hal yang sama terjadi padanya. Disitulah masalahnya, Yoseob bukan tipe pria yang setia pada satu gadis. Seandainya Eunji tidak bersikap lembut padanya dan membuatnya tertarik, mungkin dia tidak akan pernah menyelingkuhi Hyerin.

“Tidak ada yang perlu dijelaskan, Kau Pengkhianat!” kalimat menyakitkan itu dilanjutkan dengan tamparan keras di pipi Yoseob yang membuat pipinya lebam.

“KALIAN PENGKHIANAT!!! BUSUK!”

Hyerin berteriak keras sebelum meninggalkan mereka berdua dan melesat ke dapur, mengambil tasnya. Dia akan segera angkat kaki, tenang saja.

“AHN HYERIN!! AHN HYERIN!! DENGARKAN AKU DULU!!”

Sekarang nasib Hyerin sama saja seperti pelanggan yang mengacaukan kafe satu bulan yang lalu— hanya saja tidak ada adegan siram-menyiram antara pengkhianat dan yang dikhianati. Sudah saatnya dia mengundurkan diri dan menghentikan kebiasaan nekatnya yang aneh— dan selalu berujung sial itu. Gadis itu mengelap air matanya. Cukup sudah, semuanya sudah berakhir.

♡♡♡

Kyuhyun memasukan semua jenis makanan yang ada di dapur ke dalam ranselnya, dan baru tersenyum puas ketika resleting tasnya sudah tidak bisa ditarik— bahkan beberapa makanan terpaksa menghambur ke lantai karena melebihi kapasitas ranselnya. Oke, dia rasa persediaan ini cukup untuk bertahan hidup selama seminggu.

“Kyuhyun-ssi?”

Baru saja pria itu meluncurkan misinya dengan cara kabur lewat jendela, Hyerin memergokinya. Dan parahnya gadis itu tampaknya sudah berada didepan pintu sekitar satu menit yang lalu. Bagaimana dia bisa tidak menyadarinya?

“Apa yang kau lak— Hmmp!” Kyuhyun buru-buru membekap mulut Hyerin sebelum gadis itu berteriak lebih kencang lagi dan membahayakan nama baiknya.

“Diam!”

Hyerin memberontak dengan menendang betis pria itu.

“Bukankah sudah kubilang jangan merampok lagi? Memangnya kau tidak bisa beli makanan diluar? Biar saja, Aku akan beritahu Tuan Kim!”

Kyuhyun menarik tangan Hyerin, matanya menatap tajam gadis itu. “Bukan itu masalahnya. Kau tidak akan mengerti, ini sulit bagiku. Ayolah Hyerin, kau tega melihatku mati kelaparan?”

“Tadinya iya, tapi sekarang tidak.”

“Jaebal, jangan beri tahu Tuan Kim!” Wajah Kyuhyun memelas, mengemis kasihan dari gadis yang sekarang sedang terdiam sejenak, kemudian mengulas senyuman miring yang tampaknya bukan tanda baik baginya.

Gadis itu memulai ancamannya, “Baiklah begini saja, aku tidak akan beri tahu Tuan Kim. Tapi..” secara tidak langsung Kyuhyun memberinya sebuah ide— yang membuat gadis itu batal mengundurkan diri. Tidak, dia tidak akan mundur sebelum membuat Yang Yoseob menyesal. Saatnya memberi pria brengsek itu sedikit pelajaran!

“Kau harus bersedia menjadi kekasihku.”

Kyuhyun tersentak, ancaman macam apa itu? memangnya dia tidak laku?

“Jangan salah paham, Hanya untuk memanas-manasi Yoseob.” Hyerin menjelaskan, hatinya berdenyut menyakitkan mendengar ucapannya sendiri.

“Memangnya ada apa dengan kau dan Yoseob?”

“Aku akan jelaskan nanti. Kau hanya perlu berpura-pura bersikap romantis padaku didepannya. Ayolah, tidak sulit kan?”

“Aku tidak punya waktu untuk hal-hal tidak masuk akal seperti itu.” tolak Kyuhyun santai. Haruskah? dia masih punya banyak hal untuk dikerjakan.

“Baiklah, aku juga tidak punya waktu untuk menyembunyikan rahasiamu.”

“Ck, baiklah, baiklah!” pada akhirnya, tentu saja Kyuhyun tidak bisa menolak. Dia belum siap menerima kemungkinan besar untuk dipecat dan kehilangan pekerjaan.

Hyerin tersenyum puas. “Bagus, mulai besok bersikaplah manis padaku. Okay?”

♡♡♡

“Hyerin-ssi kau kenapa? bateraimu habis eoh?” Taehyung yang berdiri disebelah Hyerin mengerenyit bingung. Well, hari ini gadis itu seakan-akan adalah orang lain yang tidak dia kenal; lebih banyak diam, tidak banyak berbicara. bahkan lebih memilih untuk menempeli Taehyung, hanya ikut menjaga kasir dan tidak mau mengantarkan pesanan— mungkin demi mempertahankan jaraknya sejauh mungkin dengan Yoseob dan Eunji. berbeda dengan sikap sehari-harinya yang selalu hiperaktif, terlalu bersemangat dan tidak bisa diam; seolah-olah dia adalah cacing kepanasan yang disiram garam.

Kyuhyun datang tiba-tiba. “Dia sedang tidak enak badan, Taehyung. Biar aku saja yang mengantarkan pesanan. Sebaiknya kau istirahat Hyerin-ah.” ujarnya lembut sambil mengusap dahi Hyerin yang tidak panas. Jangan heran mengapa sikapnya menjadi berlebihan seperti itu, Ingat? Hari ini mereka resmi ‘berpacaran’.

“Gomawo Kyuhyun-ah.” Hyerin tersenyum, matanya melirik kearah Yoseob yang tengah memandangnya penuh curiga. Bagus, Kyuhyun memulai aktingnya dengan sempurna.

Yoseob menghampiri Hyerin dan kembali memohon-mohon. “Hyerin-ah. Aku akan jelaskan semuanya makan siang nanti. Tolong, berikan aku kesempatan”

“Aku tak perlu penjelasan, semuanya sudah jelas. Lagipula siapa pula yang ingin makan siang denganmu?” Jawaban menyakitkan itu kembali membuat dadanya sesak. Jadi secepat itu? secepat itu Hyerin melupakannya?

“Hyerin-ah, ayo.” ajak Kyuhyun, sejenak mengirimkan tatapan menantang ke arah Yoseob yang tengah mengepalkan tangannya. Jadi Kyuhyun yang menggantikan posisinya? Atau jangan-jangan mereka juga berkhianat dibelakang Yoseob dari dulu?

♡♡♡

Sudah satu minggu Yoseob harus menerima nasibnya yang menyedihkan. Setelah memutuskan hubungannya dengan Eunji (bertepatan dengan hari dimana Hyerin memutuskannya), dia harus melihat Hyerin dan Kyuhyun yang semakin hari semakin mesra; saling perhatian satu sama lain, makan siang dan pulang bersama, bahkan kemarin malam Kyuhyun berani mencium Hyerin didepan matanya. Seandainya Yoseob tidak berselingkuh mungkin dia masih melakukan hal-hal romantis seperti itu saat ini— Arrgh, lagi-lagi Yoseob membenci dirinya sendiri. Apa yang harus dia lakukan untuk membuat Hyerin kembali kepadanya? Apa dengan cara menyingkirkan Kyuhyun? Baiklah, sepertinya memang itu satu-satunya yang bisa dia lakukan setelah semua cara lemah lembutnya tidak berhasil.

Malam ini ketika Yoseob tengah bersih-bersih kafe seorang diri, (seperti biasa dia yang pulang paling terakhir) ia mendapati Kyuhyun berjalan ke parkiran sendirian. Tunggu— sendirian? Bagus, sepertinya dia tidak sedang bersama Hyerin.

BUGH!!!

Kyuhyun nyaris tersungkur begitu Yoseob meninju pipinya dengan kekuatan penuh, namun Yoseob segera menahan tubuhnya dengan menarik kerah seragamnya.

“Jauhi Hyerin, atau kau akan mendapat lebih. Asal kau tahu, aku senior disini dan kau hanya anak baru” ancamnya dengan tatapan tajam— yang sebenarnya malah semakin memperlihatkan kelemahannya. “Jadi setidaknya tahu dirilah sedikit!”

Bibir Kyuhyun yang berdarah masih bisa tertarik kesamping, menyeringai licik. “Cih, kau pikir aku takut? Kalau kau senior disini, lalu kau siapanya Hyerin?”

Yoseob diam-diam merasakan hatinya semakin tersayat. Kata-kata Kyuhyun memang benar adanya. “Memang sekarang aku bukan siapa-siapanya, tapi— tapi dia segalanya bagiku!”

“Segalanya? Kalau kau berpikir Hyerin itu segalanya bagimu, kenapa kau mengkhianatinya? Jangan salahkan aku jika sekarang dia lebih memilihku dan meninggalkanmu. Kau pantas mendapatkannya.”

“Brengsek!” Yoseob melayangkan tinjunya, lagi. Tapi Kyuhyun menahan tangannya dan berbalik menghajarnya.

♡♡♡

Sialan, Yang Yoseob brengsek!

Kyuhyun meringis ketika mengusap bibirnya dengan cottonbud didepan cermin. Sungguh tidak adil Yoseob berhasil menghajar Kyuhyun sampai babak belur sementara pria brengsek itu baik-baik saja. Sial kuadrat. Ck, Gara-gara itu kondisinya sekarang memalukan, Dia tidak mungkin berangkat kerja ke Lovely Day hari ini. Mau ditaruh dimana mukanya jika datang ke kafe dan melayani para pelanggan— maksudnya, para gadis yang cantik dengan wajah seperti itu? Bisa-bisa dia menjadi bahan tertawaan dan penggemarnya berkurang. Itu benar, yang menjadi faktor kekesalan Yoseob mungkin bukan hanya karena Hyerin; semenjak Kyuhyun bekerja di Lovely Day, Kyuhyun memiliki lebih banyak penggemar dari Yoseob karena wajahnya yang lebih tampan. Dan karena merasa tersaingi, Yoseob menggunakan kesempatan itu untuk balas dendam. Mungkin saja kan?

♡♡♡

Hyerin menggigit bibirnya, memondar-mandir panik dengan ponsel yang menempel di telinganya. Hal yang sangat jarang seorang Cho Kyuhyun tidak masuk kerja, pria itu sangat rajin dan tidak pernah telat. Jadi karena sekarang sudah jam 2 siang, tidak mungkin dia telat. Gadis itu mulai berpikir yang tidak-tidak, jangan-jangan Kyuhyun kehabisan makanan dan benar-benar mati kelaparan? atau mungkin dia sedang disekap dan dijadikan sandera? Entah sejak kapan kehadiran Kyuhyun menjadi sangat penting bagi Hyerin, mungkin karena gadis itu takut Yoseob melihatnya sendirian dan menghampirinya, lalu mengatakan hal yang tidak dia inginkan—

“Yeoboseyo, Kyuhyun-ssi? Kau dimana?” Hyerin sedikit lega setelah Kyuhyun mengangkat ponselnya.

“Dirumah— Sshh— Aku tidak bisa datang pagi ini Hyerin-ssi—” desis Kyuhyun.

Hyerin terdiam beberapa saat. “Kenapa? Kau baik baik saja kan? Suaramu terdengar seperti sedang menahan sakit.”

Detik berikutnya Hyerin kembali panik dan berpikir yang aneh-aneh karena Kyuhyun tidak kunjung menjawab.

“Yeoboseyo? Kyuhyun-ssi! Kyuhyun-ssi!”

“Pokoknya parah, kapan-kapan akan kuceritakan. Tapi aku baik-baik saja. Sudahlah kenapa kau jadi mengkhawatirkanku? kalau sudah agak baikan aku pasti masuk.” Akhirnya dia menjawab, namun setelah mengatakan itu Kyuhyun langsung menutup sambungannya. Sayangnya jawaban itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan Hyerin, bahkan menambah rasa paniknya. Tadi pria itu sempat berkata ‘parah’, pasti ada yang tidak beres.

“Taehyung-ssi, Kau tahu dimana rumah Kyuhyun?” Hyerin mengguncang-guncangkan tubuh Taehyung— menjadikan pria itu pelampiasan kepanikannya.

“Hmm, setahuku dia pernah bilang di Dusan street. Masuk kedalam gang kecil, lalu melewati rawa-rawa didekat hutan. pokoknya rumahnya terpencil.”

Hyerin bergidik. “Kedengarannya menyeramkan. Bagaimana kalau aku diculik, atau dijual keluar negeri, dan tidak kembali selamanya?”

“Ck, Bilang saja kau butuh tumpangan gratis. Eh ngomong-ngomong, memangnya kau tidak pernah kerumahnya? Bukannya kalian sudah dua bulan pacaran? masa kau tidak—”

“Aku bukan pacarnya, kami kan hanya sedang berpura-pu—” Hyerin spontan membekap mulutnya sendiri. Astaga, lagi-lagi otaknya mendadak tidak berfungsi.

Sementara mulut pria itu terbuka dan bersuara. “Apa?”

Hyerin meneguk ludah, menelan kata ‘panik’. Sekarang apa yang harus dia katakan pada Taehyung? bagaimana kalau Taehyung bilang ke Yoseob dan pria sialan itu mempermalukannya?

Pria berambut pirang itu tertawa geli melihat tingkah gadis itu yang tengah gelagapan tidak ketulungan— seakan-akan sebentar lagi dia akan menerima vonis hukuman mati. “Tenanglah, aku tidak akan bilang siapapun.”

Yakseok? Kalau kau bilang siapa-siapa, kau sama saja membunuhku!”

Taehyung mengaitkan jari kelingkingnya, tanda berjanji pada gadis itu. “Yakseok.

*janji

“Ya, Kami hanya pura-pura berpacaran untuk membuat Yoseob cemburu.” terang Hyerin.

Gelak tawa itu terdengar lagi. “Tuh kan, Sudah kuduga.”

“Setiap kulihat kau pulang bersama Kyuhyun, kau tidak memanggilnya chagiya lagi, malah memanggilnya dengan ‘Kyuhyun-ssi’. Selain itu kalian tidak bergandengan tangan. Kupikir kalian bermusuhan, tapi lama-lama aku curiga juga.. jadi benar?” Oh tuhan, cukup Taehyung saja yang menyadari itu.

♡♡♡

Kyuhyun menarik gagang pintu ketika seseorang menekan bel rumahnya, dan terlonjak kaget begitu melihat seorang gadis berambut coklat tua yang diikat berantakan dengan wajah berminyak-minyak berdiri didepan pintunya. Untung saja gadis itu tidak bau keringat— tapi yang dia hirup malah bau udang goreng tepung, saus teriyaki dan rumput laut, semuanya bercampur menjadi satu. Oh, bau itu berasal dari rantang pink besar yang dipegang gadis itu. Dia pikir apa yang akan dia lakukan dengan datang kesini tiba-tiba dan membawa makanan sebanyak itu?

“Ahn Hyerin? kau—”

“Apa yang terjadi padamu?” Suara gadis itu melengking tinggi. Ternyata keadaan pria itu memang benar-benar parah. Hidung dan bibirnya dibalut plester, sekeliling dahinya di perban. Dia luka parah.

“Sstt, Jangan berteriak seperti itu! Aku ceritakan didalam. Masuk.” Hyerin mengangguk cepat, lalu mengekor Kyuhyun kedalam rumahnya yang nyaris tidak bisa dibilang ‘rumah’. Terlalu sempit. Dan tidak banyak barang-barang, nyaris kosong. Hanya ada satu sofa dan meja dengan vas bunga diatasnya, sekat kayu yang membatasi dapur, serta dua pintu yang sepertinya menuju kamar tidur dan kamar mandi.

“Bagaimana kau bisa sampai kesini?”

“Taehyung yang mengantarku. Kau perlu berterima kasih padanya. Karena aku datang kesini untuk merawatmu. Kupikir kau punya masalah kelaparan lagi, Ternyata— siapa yang menghajarmu sampai seperti itu?”

“Menurutmu? Dia bilang dia masih mencintaimu. Lalu dia mengancam akan menghajarku lagi jika tidak segera menjauhimu. Cih, dia pikir aku takut.”

“Astaga, Maafkan aku Kyuhyun-ssi..” Hyerin tertunduk ketika dia tahu orang yang dimaksud adalah Yoseob. “Aku melibatkanmu dalam masalahku dan membuatmu terluka seperti ini.. Kalau aku tahu jadinya begini mungkin aku—”

“Nah, itu kau sadar. Ancamanmu itu benar-benar merugikanku dunia akhirat, Kau tahu?” Kyuhyun mengucapkannya dengan ekspresi sinis, tapi diikuti senyum geli disudut bibir.

Yang didapat Kyuhyun setelah itu hanyalah isakan yang terdengar sangat pelan. Entah karena merasa bersalah dengan Kyuhyun, atau masih merasa sakit hati dengan Yoseob. Atau keduanya bercampur menjadi satu dan membuat perasaannya kacau balau.

“H-hei, Kenapa kau menangis? Aku tidak serius! Hei—”

Kyuhyun sontak menyandarkan kepala gadis itu ke dada bidangnya, memeluknya erat. Pelukan yang entah mengapa membuat Hyerin lebih nyaman.. dan kaos abu-abu yang dipakai Kyuhyun mendadak basah. Isakan pelannya berubah menjadi tangisan histeris.

“Berhenti menangis! Aku benci melihatm— aku benci melihat orang menangis!”

“Aku terharu! Kau tidak lihat?” Hyerin menggeliat didalam pelukan Kyuhyun— memberi tanda pada pria itu untuk segera melepaskannya, lalu mengelap air matanya dengan kaos Kyuhyun seenaknya. Itu tidak berlangsung lama, setelah detik berikutnya gadis itu berpaling— matanya menyusuri sekeliling ruangan yang baru dia sadari, super sempit itu.

“Kenapa?” Kyuhyun mengerjap bingung.

“Memangnya kau bisa tinggal dirumah sesempit ini?” tanya Hyerin hati-hati, berusaha untuk tidak terdengar menyinggung.

“Sementara saja kok, toh setelah ini aku akan kuliah dan tinggal di jepang. Sebenarnya sejak orangtuaku meninggal, aku tinggal bersama paman dan bibiku. Tapi aku langsung pindah karena mereka selalu melarangku kerja. padahal kalau aku kerja, aku bisa menabung untuk pindah ke jepang.”

Oh, ternyata itu alasan Kyuhyun tinggal di daerah kumuh, dan mau repot-repot menjadi ‘pembantu’ di kafe? Sebenarnya semua itu karena dia menyimpan uangnya sebagai tabungan. Ketika sudah cukup, maka Kyuhyun akan menggunakan tabungannya untuk hidup di jepang. Satu hal lagi yang Hyerin tidak ketahui tentang Kyuhyun, Pria itu ternyata juga memilih jurusan sastra jepang. Namun universitasnya berbeda dengan Hyerin. Itu sebabnya dia ingin melanjutkan pendidikannya di jepang.

“Kalau begitu kau bisa bahasa jepang dong?”

Kyuhyun mengangguk. “Aku pernah mengajar bahasa jepang di kampusmu juga setahun yang lalu.”

“Jinjja?! Kebetulan aku sangat payah dalam pelajaran itu, Jadi tolong ajari aku ya?” pinta Hyerin antusias seakan-akan Kyuhyun dengan akan mengiyakan dengan mudahnya.

“Bagaimana ya, bisa saja tapi tidak gratis.”

“Bagaimana dengan ini?” Hyerin menyodorkan rantang besar berisi makanan yang langsung membuat cacing di perut Kyuhyun menari-nari. Kelemahannya. “Aku akan membawanya setiap belajar dirumahmu, dan kau ajari aku setiap pertemuan. Bagaimana? Deal?”

“Hmm, Deal.”

♡♡♡

PLAK!!

Yoseob mendapat tamparan lagi setelah kejadian dua bulan yang lalu. Pelakunya masih sama, gadis itu, Ahn Hyerin. Yang berbeda adalah, gadis itu menamparnya didepan kounter pesanan dan mencuri perhatian seisi kafe. Dan kenapa harus didepan para pelanggan-pelanggan wanitanya?

“Apa-apaan ini?” Yoseob mengusap pipinya. Tamatlah sudah, gadis itu sudah menginjak-injak harga dirinya.

“Asal tahu saja, Apa yang kau lakukan pada Kyuhyun membuatku semakin membencimu! Memangnya apa masalahmu kalau aku punya hubungan dengannya?” cecar Hyerin tanpa peduli tempat dan situasi. Masa bodoh dengan pikiran pelanggan seisi kafe yang tengah memandanginya. Masa bodoh dengan Taehyung yang sedang mengunyah popcorn dan menonton adegan dramatisnya. Masa bodoh dengan nasib sial kafe ini yang selalu berujung keributan. Sejak kapan seorang Hyerin peduli dengan semua itu? Tidak ada sejarahnya.

Oh, Pria sialan itu sekarang menjadi pria pengaduan eoh?

“Tentu saja itu masalah bagiku! Aku sudah bilang aku masih mencintaimu Hyerin. dan pria mana yang terima gadis yang dia cintai diambil darinya dan dengan mudahnya melupakannya secepat itu?”

“Bagaimana aku masih bisa tidak melupakanmu sementara kau sudah menyia-nyiakanku? Dimana perasaanmu, Yang Yoseob?” Hyerin mengucapkannya dengan tegas meski matanya berkaca-kaca— berusaha menahan sekuat mungkin agar air matanya tidak jatuh. Kalau sampai jatuh, bisa dipastikan semua orang yang menonton akan tepuk tangan.

Mendadak Hyerin tersentak, merasakan tangan lembut melingkar bebas di pinggangnya. Gadis itu hanya menebak dan tidak berusaha menoleh, Aroma Vanilla Musk— yang seharusnya dihirupnya didapur malah tercium di belakangnya. Aroma yang kemudian menjawab siapa yang tengah membuat jantungnya berdegup kencang saat ini. “Setidaknya pria yang mengambil gadis itu darimu adalah pria yang sangat mencintainya dan selalu ada untuknya. Hanya orang bodoh yang menyia-nyiakan gadis sempurna seperti dia.” Demi tuhan, Cho Kyuhyun yang mengatakannya. Tunggu— Bagaimana mungkin seorang Cho Kyuhyun membuat jantungnya berdegup kencang? Bahkan setelah Kyuhyun selesai mempermainkan detak jantungnya, pria itu tersenyum padanya. Dan sekarang malah darahnya yang berdesir. Apa-apaan sih ini?

“Kita lihat nanti apakah kau benar-benar pria seperti itu.” ujar Yoseob menyerah. Tidak mungkin kan dia berteriak atau menghajar Kyuhyun didepan orang banyak? Lebih baik dia menjaga harga dirinya yang setidaknya masih tersisa walau tinggal sedikit. “Atau hanya omong kosong.”

♡♡♡

“Oh ya, Kyuhyun-ssi, ada yang ingin kutunjukan padamu.” Tubuh Kyuhyun terhuyung kebelakang ketika Hyerin menggenggam tangannya dan separuh menariknya ke ruang loker karyawan. Setelahnya pria itu hanya diam dan menunggu Hyerin mengambil sesuatu dari dalam lokernya.

“Taraaa~” seru Hyerin bangga, memamerkan kertas ulangan harian matematika yang dinilai 4,5 dan diberi keterangan ‘remedial’. Bodoh! Kenapa dia malah menunjukan yang itu?

“Eh salah, Seharusnya yang ini” Gadis itu dengan sedikit malu menarik kertas ulangannya yang lain, kertas ulangan bahasa jepang yang diberi nilai 9 dari 10. “Taraaa~” ulangnya lagi, Kali ini dengan nada lebih gembira.

Kyuhyun menganga. “Bagaimana bisa? aku bahkan tidak pernah mengajarimu cara menyontek!”

“Aish, siapa juga yang mencontek? Itu semua hasil kerja kerasku— maksudku, kerja kerasmu juga.. Gomawo Kyuhyun-ssi!” gadis itu mencium pipi Kyuhyun tanpa malu. Sebaiknya Kyuhyun jangan salah paham, karena mencium pipi orang setelah berterima kasih merupakan salah satu kebiasaan anehnya.

Pria itu tersenyum geli, terlihat senang setengah mati. “Karena nilai yang kau dapatkan lebih dari perkiraanku, seharusnya kau juga membayar lebih.”

“Akan kutraktir kau di restoran kalau lulus ujian semester nanti.”

“Sayangnya tidak bisa.”

Hyerin mencelos, Kyuhyun menolaknya— untuk yang pertama kalinya. “Wae?”

“Seminggu lagi aku akan pergi ke jepang, jadi—”

“Kenapa tiba-tiba? Bukannya kau bilang kalau tabunganmu sudah terkumpul?”

“Tabunganku memang sudah cukup. Dan aku tidak ingin menunda-nundanya lagi.”

“Dan itu artinya, Kau berhenti jadi pacarku?”

Kyuhyun mengangguk. “Ya, aku minta maaf. Tapi aku berusaha akan membuat Yoseob menyesal sebelum aku pergi, tenang saja.”

“Apa kau akan kembali lagi?” Sial, kenapa tiba-tiba dia ingin menangis?

“Suatu saat nanti.”

Dan setelah Kyuhyun mengatakan itu, nafas gadis itu tercekat. Bagaimana bisa dia melewati hari-harinya tanpa Kyuhyun? Kali ini bukan karena dia takut dihampiri lagi oleh Yoseob, tapi entah mengapa dia sudah mulai terbiasa bahkan nyaman dengan semua sandiwaranya sendiri.

“Ngomong-ngomong, Kemarin Tuan Kim memanggilku ke ruangannya. Dia stress berat.” bisik Kyuhyun pelan. Tidak bermaksud bergosip, hanya ingin memberi tahu Hyerin sedikit informasi saja.

Hyerin menghela nafas akhirnya. “Lalu apa hubungannya denganmu?”

“Tidak ada. tapi dia meminta usulku bagaimana cara membuat reputasi kafe ini naik lagi. Akhir-akhir ini pelanggan Lovely Day semakin sedikit. Yang kudengar, banyak yang mengecap Lovely Day sebagai kafe tidak benar.”

“Hmm, Termasuk sandiwara kita tadi. Lalu apa usulmu?”

“Karena saat itu yang ada didalam otakku hanya makanan, jadi aku memberi usul akan mengadakan Lovely Chef Day besok. Seperti demo masak yang ada di tv, Kau tahu?”

Jinjja? Idemu daebak! aku yakin peminatnya sangat banyak. Apalagi kalau kau kokinya Kau, Taehyung dan Yoseob. Bisa dipastikan yang datang kebanyakan gadis-gadis centil yang suka membuat kegaduhan itu.”

“Tidak juga, kau bisa mengajak ayahmu, ibumu dan keluargamu kalau mau.”

Hyerin menyengir. “Tidak, terima kasih.”

♡♡♡

Hari ini seperti yang direncanakan, Kafe Lovely Day mengadakan event ‘Lovely Chef Day’. Event ini sejenis demo masak tanpa biaya pendaftaran, tapi mewajibkan pelanggan membeli salah satu menu yang ditawarkan di Kafe Lovely Day. Kyuhyun tidak menyelenggarakannya dengan asal-asalan, dia sendiri yang menata semua peralatan masak, bahan-bahan dan banner diluar kafe dengan nuansa khas kafe yang Lovely. Dan dugaan Hyerin benar, peminatnya dari kalangan gadis-gadis sangat banyak. Seolah-olah sedang ada fansign artis kpop dan mereka semua mengantri untuk meminta tanda tangan.

Tuan Kim tiba-tiba datang menepuk pundak Kyuhyun dari belakang. “Idemu benar-benar brilian Cho Kyuhyun. Tak menyesal aku meminta usul darimu.”

Kyuhyun tersenyum bangga, dan yang membuatnya lebih bangga event ini berjalan dengan tertata dan sempurna. Gadis-gadis itu mengantri dengan tenang, Tidak ada kekacauan seperti yang dia duga-duga.

“Acaranya mungkin sampai sore, kalau kau capek menunggu, pulang duluan saja.” ujar Kyuhyun pada Hyerin yang duduk disebelahnya.

“Tidak aku menunggumu saja, aku mau belajar lagi.”

EONNI!” Hyerin terlonjak kaget, memutar kepala kesana kemari untuk mencari sumber suara sebelum akhirnya dia menemukan sosok gadis pendek berseragam sekolah dengan rambut coklat tua yang dicepol dan matanya terbelalak. gadis itu tampak polos dan mudah dipengaruhi. Yang benar saja, masa adik perempuannya juga ikut-ikutan kesini? Tamatlah riwayatnya kalau setan kecil pengaduan itu bilang ke ayahnya.

*kakak perempuan, diucapkan oleh perempuan.

Hyerin menghampiri adik perempuannya, dan menggretak marah setelah terkejutannya hilang. “Hyemi-ya? Apa yang kau lakukan disini? Kau mengintaiku ya!”

“Harusnya aku yang bertanya begitu, apa yang eonni lakukan disini? jangan-jangan eonni—

Ucapan gadis kecil itu terhenti seketika saat Hyerin membekap mulut rewelnya. “Aku akan mentraktirmu apapun yang ada disini. asal kau tidak bilang ayah kalau aku berkerja di kafe ini, oke?” ancam Hyerin.

“Siapa juga yang mau bilang ayah? aku juga ingin mendaftar kerja disini, Eonni!”

Shock berat, Hyerin tersentak kaget. “Mwoya? Kau gila Hyemi-ya? Untuk apa?”

Hyemi menunjuk pria berambut pirang yang sedang membimbing seorang gadis lain memasak. “Dia.”

“Kau suka Taehyung?”

“Jadi namanya Taehyung? Astaga, dia benar-benar tampan. pantas saja teman-temanku sering kesini, Kafe ini penuh dengan pria tampan ya”

Jinjja, Dia adikku atau saudara kembarku sih?

Jebal Hyemi-ya, Kau ini masih lima belas tahun sudah genit begitu! Lagipula kau tidak akan diterima jadi pelayan disini, lebih baik kau jadi pelanggan saja!”

“Dasar, Kakak adik sama saja” celetuk Kyuhyun.

♡♡♡

Watashi wa Hyerin desu, Yoroshiku onegaishimasu.” ujar Hyerin ketika sedang belajar dirumah Kyuhyun, tentu saja setelah mengakhiri acara Lovely Chef Day.

Kyuhyun bertepuk tangan dengan dramatis. “Bagus, Kau belajar dengan sangat cepat. Syukurlah, semoga kalau aku ke jepang nanti kau sudah menguasai pelajaran itu”

“Begitulah.”

Ganbatte kudasai!” padahal Kyuhyun hanya menyemangatinya dengan mengepalkan kedua tangannya di udara dan tersenyum lebar padanya. Tapi lagi-lagi tiba-tiba dia ingin menangis. Ck, apa lagi sih yang terjadi pada Hyerin hari ini? Kenapa suasana hatinya jadi berantakan begini?

Waeyo?” Kyuhyun mengerutkan alis, sepertinya menyadari ekspresi gadis itu yang murung. Atau mungkin tidak. “Aish, baru belajar sedikit saja sudah pura-pura capek. pulang dan tidurlah kalau kau tidak mau belajar! merepotkan saja.”

“DASAR PRIA TIDAK PEKA!”

♡♡♡

Kyuhyun menghentikan langkahnya dengan terpaksa ketika Hyerin menahan lengannya. “Maaf Hyerin tapi.. sudah saatnya aku pergi.”

Hyerin menghela nafas. Tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang. Memangnya dia punya hak apa untuk melarangnya pergi? Hyerin bukan siapa-siapanya. Jadi akhirnya dia memilih untuk melepaskannya saja. “Aku tahu.. jaga dirimu baik-baik.”

“Aku akan kembali, jadi aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal tapi.. ‘Aku akan merindukanmu, Ahn Hyerin.'” bisik Kyuhyun.

Di saat aku mulai menyukaimu, Kau malah pergi..

Hyerin terbangun setelah itu. Hanya mimpi rupanya, tapi sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Kyuhyun akan meninggalkannya dan pergi ke jepang. Dan dia belum siap. Apa dia mulai menyukai Kyuhyun? pria itu sama sekali bukan tipenya, tidak mirip dengan karakter anime manapun. Dia hanya pria korea biasa. Hanya saja dia bisa mengajarkan Hyerin dengan sabar dan membuat nilai bahasa jepangnya melesat jauh. Tapi masa cuma karena itu Hyerin suka padanya? Bukan, Itu karena sejak ia ‘berpacaran’ dengan Kyuhyun, pria itu masih mau melindungi Hyerin meskipun sudah dihajar karenanya. Karena sejak itu, Hyerin menyadari pelukan Kyuhyun lebih nyaman dari Yoseob. Karena sejak itu, dia terhanyut dengan sandiwaranya sendiri.

“Hyerin-ah!”

Hyerin mendadak terlonjak dari tempat tidurnya ketika suara ibunya mengusik telinganya. “I-Iya!”

“Ada teman yang ingin bertemu denganmu. Cepat kebawah, dia sudah menunggumu.” kata Ibunya dari balik pintu kamar.

Hyerin buru-buru keluar dari kamar sambil merapikan rambutnya, lalu turun tangga tanpa alas kaki. jantungnya berdebar menebak-nebak siapa yang ingin menemuinya, setidaknya dia sedikit berharap kalau itu Kyuhyun. tapi kemudian dia malah mendapati sosok gadis manis berponi yang tengah menatapnya penuh rasa bersalah.

“Mau apa kau kesini?” tanya Hyerin ketus, menoleh kanan-kiri sejenak untuk memastikan ibunya sudah pergi dan tidak ada yang menguping.

“Sebentar lagi kita lulus dan tidak akan bertemu lagi jadi.. Aku ingin meminta maaf padamu. Maafkan aku, Hyerin-ah!” Eunji membungkukan badan berkali-kali.

“Dari dulu sebenarnya aku sudah menyukai Yoseob. Itu sebabnya aku sedikit keberatan ketika kau bilang akan berkerja di Lovely Day. Tapi aku tidak tega padamu, jadi kubiarkan saja.” lanjutnya. “Ketika kau sudah berpacaran dengannya, dia mendekatiku dan karena aku menyukainya, aku bersikap lembut padanya. Lalu kami— Ini semua salahku, Hyerin-ah. Maafkan aku, aku ingin kita bermusuhan hanya gara gara seorang namja.”

Pandangan sinis Hyerin mulai memudar ketika sahabatnya itu berlinangan air mata. “Aku memaafkanmu, Eunji-ya. Lagipula sebentar lagi aku akan keluar dari Lovely Day.”

Sekarang wajahnya sendiri yang berubah murung. “Wae?

“Ketika kau bersemangat datang ke suatu tempat karena seseorang dan seseorang itu pergi, hal paling masuk akal yang akan kau lakukan adalah pergi kan?”

♡♡♡

“Jadi menurutmu Kyuhyun hyung suka padamu atau tidak?” Taehyung memangku tangannya diatas meja, mendengar baik-baik curahan hati Hyerin yang sedang dilanda kegalauan. Sebenarnya kemarin dia juga sudah curhat pada Eunji, tapi karena Taehyung laki-laki, mungkin saja dia lebih bisa merasakan apa yang Kyuhyun rasakan. Nah, sekarang mereka leluasa curhat karena kebetulan Kyuhyun sedang tidak masuk (sibuk belanja persediaan untuk ke jepang nanti) dan kafe sudah mau tutup.

*kakak laki-laki, jika diucapkan oleh laki-laki

“Entahlah, sepertinya dia hanya menganggapku sebagai gadis menyebalkan yang suka merepotkan dan mengancam blablabla”

“Ehm, Dia pernah bilang kau merepotkan?”

“Pernah.”

“Pernah bilang kau menyebalkan?”

“Sering. Sifatnya sangat menjengkelkan!”

“Itu artinya dia suka padamu.” tembak Taehyung.

“Bagaimana bisa kau bilang begitu?”

“Karena dulu aku juga begitu. Hampir semua pria juga begitu. Ketika aku menyukai sahabatku sendiri, aku selalu meledeknya dan tidak pernah menunjukan kepedulianku padanya. Dan kau tahu kenapa?”

Hyerin menggeleng. “Karena aku tidak yakin dia juga menyukaiku, lalu jika memang tidak, kemungkinan besar dia akan menjauh dariku. Dan aku.. tidak ingin kehilangannya.”

“Jadi ungkapkanlah perasaanmu padanya, selagi masih ada waktu.”

“Bagaimana kalau kau salah? maksudku, bagaimana kalau dia tidak menyukaiku?”

“Bagaimana kalau dia pergi, dan sama sekali tidak tahu perasaanmu padanya? Kau akan menyesal kan? seperti apapun perasaannya padamu, yang penting kau sudah merasa lega. Tidak ada salahnya mencoba kan?”

“Kau benar. Gomawo Taehyung!” seperti biasa, setelah mengucapkan terima kasih Hyerin mencium pipi Taehyung dan kabur keluar kafe tanpa pamit pulang.

“Yah! Jangan membuatku salah paham!” protes Taehyung yang merasa dipermainkan.

EONNI!

Yang ditemukan Hyerin setelah membuka kafe itu malahan adiknya yang tengah berkacak pinggang didepannya dengan pipi merah merona karena marah. Awas saja kalau dia berteriak.

“KAU MENCIUM TAEHYUNG OPPA?”

♡♡♡

Setelah suara alarmnya yang sudah dia banting kesekian kali, suara berisik ayam tetangga dan tangisan bayi dari rumah sebelah semalaman penuh yang sukses mengganggu tidurnya, sekarang pintunya yang digedor-gedor. Sial, dosa apa dia sehingga tidak ada yang membiarkannya dia tidur dengan tenang? Kyuhyun mengerang kesal, lalu memendam kepalanya dengan bantal. Pintunya diketuk lagi untuk yang kedua kalinya. Dia menyumpal telinganya dengan headset. Kemudian ketukan yang ketiga kalinya, akhirnya pria itu menyerah dan membuka pintunya. Siapapun pelakunya, dia bersumpah akan melabrak orang itu.

“Tidak bisakah nanti saja? Kau tidak lihat jam berapa—”

Kyuhyun tersentak, sedikit menyesal telah membentak orang yang salah. Yang sekarang ada didepannya adalah gadis yang dia kenal— tapi setelah memandanginya dari ujung rambut sampai sepatu heels yang dipakainya, gadis itu seperti bukan gadis yang dia kenal sebelumnya. Rambut coklatnya yang biasanya dia kuncir berantakan, sekarang dibiarkan tergerai dan menutupi punggungnya. Bahkan Kyuhyun baru sadar bahwa gadis itu memiliki rambut panjang sepinggang dengan ikal-ikal cantik diujungnya. Lalu wajahnya yang biasanya terlihat kusam dan berminyak, sekarang terpoles make-up walaupun tipis. Yang paling mencolok, dia memakai summer dress bercorak daun-daun tropis sebagai ganti t-shirt simple yang sering dipakainya. Namun yang kemudian membuat Kyuhyun mengenalnya adalah raut wajah gadis itu yang masih sama, terlihat polos dan riang meskipun saat dia diam. Ngomong-ngomong, apa yang akan dia lakukan dengan berpakaian seperti itu dan datang kesini sepagi ini?

“Jangan pergi!” Hyerin melonjak dan memeluk Kyuhyun erat-erat. Sementara pria itu membalas pelukan gadis itu, mengelus rambut panjangnya diam-diam.

“Kenapa, hm? Bahasa jepangmu kan sudah lancar?” tanya Kyuhyun tanpa melonggarkan pelukannya, tapi dengan segera gadis itu melepasnya dan menatap manik mata pria itu.

“Bukan itu.. Karena aku— aku benar-benar suka padamu, Kyu.” Hyerin menghela nafas. Seumur hidupnya, mengungkapkan perasaan pada seseorang yang dia sukai bukanlah hal yang sulit. Tapi mungkin dunia sudah mau kiamat, masa sekarang dia merasa mengungkapkan perasaan itu tidak mudah? “Ini salahku, aku terlalu menganggap serius semua aktingmu. Dan sekarang aku belum siap untuk tidak bersama-sama dengan dirimu lagi.”

Kyuhyun terbahak ketika raut Hyerin mulai berubah muram. “Siapa bilang aku tidak serius? Aku selalu mengatakan yang sebenarnya. malah aku sempat kesal padamu karena tingkahmu itu selalu membuatku salah paham dan menyukaimu, bodoh.”

Sekejap kupu-kupu didalam perut Hyerin menari-nari riang. Raut wajah gadis itu ikut kembali riang, walau hanya sebentar sebelum kemudian berubah menjadi garang. “Jadi kau juga menyukaiku? Kalau begitu, jangan tinggalkan aku!”

“Soal itu.. Maaf, aku tetap harus pergi.” Hyerin melemas. Kecewa? Jelas, terlebih lagi setelah mereka berdua punya perasaan yang sama dan Kyuhyun meninggalkannya begitu saja. Tapi seorang Cho Kyuhyun ternyata punya tawaran yang lebih baik. “Pergi ke jepang tidak bisa dibatalkan tapi.. jika kau mau, tabunganku masih cukup untuk satu tiket pesawat lagi.”

Mata Hyerin berbinar-binar. “Aku boleh ikut?”

“Aku memang sengaja menyisakannya untukmu.”

Gomawo!” Lagi, gadis itu memeluk Kyuhyun— Tapi kali ini lebih antusias, dia melingkarkan kakinya di pinggang Kyuhyun dan tangannya di leher Kyuhyun. Dan Kyuhyun memejamkan matanya, menikmati setiap jantungnya berdetak lebih cepat.

♡♡♡

“HENTIKAN KEGILAAN INI!” Yoseob memekik keras didepan kounter pemesanan; didepan pelanggan-pelanggan yang sedang makan sambil berbincang-bincang dan didepan semua pegawai kafe Lovely Day. Masa bodoh dengan harga dirinya, kali ini dia benar-benar marah.

“Siapa yang gila? Kau?” cibir Hyerin asal.

“Sudahlah tidak usah bersandiwara lagi, Aku sudah tahu semuanya. Kalian tidak sungguh-sungguh pacaran kan? Aku tahu itu, aku mendengar pembicaraanmu dan Taehyung! Kau hanya ingin membuatku cemburu kan Hyerin?” Yoseob memandang Hyerin dan Kyuhyun dengan tatapan membunuh.

“Dan kau Cho Kyuhyun, kau hanya diancam Hyerin untuk menjadi pacarnya kan? Siapa yang bodoh sekarang?” Tanya Yoseob bermaksud merendahkan Kyuhyun, Dia pikir dia sudah menang.

“Kau benar, Tapi itu dulu. Dulu dia memang mengancamku memulai semua sandiwara itu.” Kyuhyun mulai membuka suara. “Tapi sekarang, kami benar-benar sepasang kekasih. Buktinya aku sama sekali tidak merasa keberatan melakukan hal seperti ini.”

CHU~

Kyuhyun mendadak menautkan bibirnya pada bibir Hyerin, mencium gadis itu tanpa basa basi didepan semua orang. Ciuman pria itu sempat membuat Hyerin tersentak merasakan arus listrik yang menjalar diseluruh tubuhnya, Namun kemudian seiring ciuman itu yang terasa semakin lembut, dia merasa keadaan begitu hening, seakan-akan hanya ada mereka berdua diruangan itu. Ciuman itu terjadi begitu lama dan tidak ada unsur paksaan sama sekali, sehingga bisa saja Hyerin melepaskannya dan kabur. Tapi gadis itu malah menyambut bibir Kyuhyun dengan senang hati. Dan semua mata yang ada disana memandang dengan iri. Oh, kecuali Ibu-ibu yang sedang menutupi mata anak-anak kecilnya yang tidak berdosa. Cukup sudah, Ini semua sudah melewati batas kesabaran seorang Yang Yoseob. Pria itu pergi meninggalkan kafe Lovely Day yang entah seperti apa nasibnya, mungkin dia akan menangis dirumah. Sementara semua masalah itu selesai, Kisah cinta mereka dimulai.

♡♡♡EPILOG♡♡♡

Hyung! Hyung!

Langkah Kyuhyun terhenti dan menoleh ketika Taehyung sudah berada dibelakangnya sambil ngos-ngosan, menyerahkan secarik kertas berwarna merah jambu pada Kyuhyun.

“Jangan pergi dulu. Isilah ini sebentar, untuk kenang-kenangan kita.”

Kyuhyun mengerenyit, menerka maksud tulisan yang tertera di kertas itu. “Angket?”

“Yup, sebenarnya hari ini seluruh karyawan diwajibkan mengisi angket. Sayang sekali harus di hari kau mengundurkan diri—”

“Pulpen.” perintah Kyuhyun. Taehyung mengangguk, lalu memberinya pulpen dari dalam saku celananya.

Situasi tampak hening beberapa menit setelah Kyuhyun mulai menulis sesuatu. “Nah, sudah.”

Taehyung merampas angketnya, kemudian tersenyum lebar. “Gomawo Hyung, hati-hati Hyung! Jaga Hyerin-ku baik baik!”

“Hyerin apa katamu?”

“T-Tidak!”

♡♡♡

“Padahal bocah ini yang sudah berusaha untuk membuat Lovely Day naik daun lagi.” keluh Tuan Kim, mengingat jasa Kyuhyun yang tidak seberapa itu. Pegawai lainnya yang berdiri di ruang direktur memandangnya dengan iba. “Baiklah, cukup. Sekarang kita akan membacakan angket pertama dari Cho Kyuhyun.”

Kesan:

Unforgetable ^^

Pesan:

Yang pertama, aku sangat berterima kasih pada tuan Kim telah menerimaku berkerja di Lovely Day selama dua bulan. selama berkerja Lovely Day aku mendapat pengalaman baru, teman-teman baru dan yang paling tak terduga, cinta sejatiku.

Yang Kedua, aku meminta maaf pada tuan Kim. Selama ini aku mencuri persediaan makananmu di dapur, menghajar anak buahmu dan membuat kekacauan didepan banyak pelanggan. mungkin itu yang membuat nama kafemu menjadi tercoreng.

Yang Terakhir, sekali lagi aku meminta maaf, karena telah mengundurkan diri dari sini dengan membawa kabur anak buahmu yang cantik itu.

Shock, Tuan Kim menggretakkan giginya dan meremas kertas angket itu. “Cho Kyuhyun, kau benar-benar dalam masalah besar!”

“KIM TAEHYUNG, BAWA DIA KESINI. SEKARANG!!!”

-END-

Don’t forget to RCL ^^

Advertisements

18 thoughts on “Lovely Day [Oneshoot]

  1. wkwkwkwkwkwkwk
    aneh banget dech semua penghuni cafe
    gk hyerin
    gk kyuhyun
    gk taehyung
    dan kebiasaan aneh kyuhyun yang suka makan itu lohhh makanya badannya tambah gembul aja
    yeoseob ama eunji emang dari awal udah bikin curiga sich ternyata bener mereka berkhianat
    hyerin ikut kyuhyun kejepang moga aja mereka juga menikaa dan hidup bersama

    kok aku curiga ya kalo taehyung itu anaknya tuan kim hahahahaha

    1. Emang tadinya mau dibikin jadi anaknya tuan Kim tapi ntar ribet/? Wkwkw makasih udh baca chingu ^^

  2. ohhhhh gila,bner2 gila
    manis asam gemas bnar mnjadi satu di sini
    kta tdk tau jdoh kta itu akn sperti apa dan mnebak nya pun tdk bsa
    dan sperti inilah akhir nya berbuah manis
    berawal dari kegemaran nya yg berbau jepang dan mngakibatkan sakit hati dan sebuah penghianatan
    tapi dia bhkan tdk mndapatkan laki2 yg bukan tipe nya itu,tapi karna2 laki2 itu juga skaramg nilai nya mulai membaik dan hati nya pun akn sebaik baik dengan kehadiran dia di disisi nya
    yah bginilah berawal dari ketidak sengajaan berbuah manisss. ..

  3. uhhh seruuu banget nih…kyuhyun masa punya penyakit aneh sih…setiap 4 jam kalo gak makan bisa pingsan ???hahahahahahahahah tapi keren ini cerita…ringan dan menghibur sekali..
    uhh endingnya gantung – ayooo dong bikin sequel or after story mereka dijepang or mereka menikah….

  4. Hahaha…sumfeh perut ane sakit baca bagian akhir…
    ternyata jasa yg kyuhyun kasi ke Tn.Kim tak seberapa dibnding kerugian yg hrus diterima….wkwkwk…
    disini kyuhyun karakternya unik bgt…suka..

  5. Bwahhahahah… CHO KYUHYUNNN… wkkwkwkwk…
    Ngakak pas baca bagian terakhir.
    Wawww boleh-la dari yang awalnya benci terus jadi Cinta sejati.
    Salut sama Kyuhyun dan Hyerin…
    Tapi gimana cerita nya Kyuhyun harus makan setiap 4 jam sekali…

    Annyeong aku readers baru.
    Numpang baca cerita yang lain ya Thor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s