Family · Married Life · No Children · Romance

Conditional Marriage [Chapter 3] Cut Ver

webcam-toy-photo3

Author: Hyerina

Genre: Romance, Married Life, Family

Rating: PG-17

Ahn Hyerin | Cho Kyuhyun | Cho Jeon | Lee Donghae | Kim Nahee

DON’T BE A SILENT READER ❤

Cho Kyuhyun tak peduli lagi berapa orang yang tak sengaja ditabraknya sejak memasuki koridor rumah sakit. Pikirannya sudah dipenuhi hal-hal buruk dan menakutkan ketika Minyoung meneleponnya hanya untuk memberitahu bahwa istrinya baru saja pingsan dan masuk rumah sakit setelah menerima paket berisi anak ular didalamnya. Atmosfer disekelilingnya pun berubah menegangkan saat ia memasuki lift dan berhenti di lantai nomor lima.

Saat ia memasuki kamar pasien suasana didalamnya berbeda jauh dengan perasaannya beberapa menit yang lalu; disini tampak tenang dengan lampu yang remang-remang. Istrinya terpejam di ranjang putih yang cukup besar dengan Minyoung yang sedang membereskan barang-barang disampingnya.

“Tuan Cho..” Minyoung menoleh dan mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang malah kelihatan lebih pucat dari istrinya. “Hyerin tidak apa-apa, hanya syok ringan. Dia sudah sadar sejak tadi tapi sekarang dia tidur lagi.”

Kyuhyun menghela nafas panjang; setelah beberapa menit sebelumnya dia lupa caranya bernafas. “Minyoung-ssi.. Apa kau sudah menyerahkan kotaknya ke polisi?”

Minyoung menggeleng namun menatap Kyuhyun aneh seperti melihat mahluk dari planet lain; Mungkin heran dengan ekspresi Kyuhyun yang sangat panik. Pria ini biasanya tetap terlihat cuek dan tidak peduli setiap saatㅡmeskipun kiamat besar sedang terjadi. “Aku hanya memanggil sekruiti sekolah untuk mengambil ularnya. Hyerin tidak ingin memperpanjang masalah ini.”

Bagaimana gadis itu tidak mempermasalahkannya? Seseorang baru saja mencoba untuk membunuhnya!

“Coba kau lihat ini.” Minyoung mengeluarkan kotak yang dimaksud Kyuhyun dari bawah ranjang kemudian menyerahkannya pada Kyuhyun.
Detik berikutnya pria itu merasakan darahnya mendidih ketika menemukan beberapa sobekan kertas didalamnya dan membaca tulisan yang sepertinya hasil ketikan komputer.

‘selamat atas kehamilanmu, sayang.’

‘ngomong-ngomong, kapan kau akan membayar semua kerugian yang telah kau lakukan padaku?’

“Brengsek..” umpat Kyuhyun, memijat dahinya yang pening. Sesaat Kyuhyun menatap istrinya yang terpejam dengan wajahnya yang pucat tak berdayaㅡseperti sosok lemah yang harus dilindungi. Apakah mungkin gadis polos itu berbuat jahat sampai orang itu menerrornya seperti ini? Tapi yang lebih penting saat ini adalah siapa pelakunya; siapa bajingan yang berani melakukan hal sekejam ini pada istrinya.

Apa mungkin pria yang pernah ia keluarkan dari sekolah karena mengganggu Hyerin tempo hari? atau mungkin.. Kim Nahee? Tidak, ia tahu Nahee memang tidak menyukai Hyerin, Tapi untuk tindakan kriminal seperti ini; Gadis itu tidak mungkin melakukannya. Kyuhyun sudah mengenal Nahee jauh lebih lama dari Hyerin dan gadis itu tidak pernah berani berbuat onar.

“Maaf, bukannya aku bermaksud mencampuri urusan rumah tangga kalian” ucap Minyoung tiba-tiba. Kyuhyun mengerutkan kening. “Tapi aku sangat berharap kali ini kau mau menseriusi masalah ini. Hyerin sedang dalam bahaya dan aku tidak ingin melihat sahabatku merasa tidak aman. Jadi.. Tolong lindungi dia, Tuan Cho.”

Rasanya seperti ada yang menyiram Kyuhyun dengan air dingin ketika Minyoung mengatakannya. Itu adalah permintaan tak terduga sekaligus menyinggung yang pernah ia dengar. Apalagi gadis itu mengatakannya dengan ekspresi memohon dan Kyuhyun bisa mendengar kesedihan dari setiap kalimatnyaㅡ seakan pria itu adalah seseorang yang tak mempunyai hati dan empati.

Sebegitu tidak pedulinyakah dia di mata bawahannya?

“Jwisonghamnida, Tuan Cho, Aku harus pergi sekarang, ada urusan penting..” Minyoung mendadak pamit, membawa barang bawaannya dan membungkuk kecil sebelum keluar dari ruanganㅡmeninggalkan Kyuhyun yang masih membeku ditempat seperti tak bernyawa.

Pandangan Kyuhyun mengabur dan telapak tangannya mengepal kerasㅡmeremukkan kertas itu hingga tak berbentuk. Ia bersumpah akan membuat siapapun yang melakukan ini pada istrinya sama malangnya dengan kertas malang itu.

*

Dering ponsel yang tidak jelas di atas nakas membangunkan Kyuhyun yang tak sengaja tertidur di sofa dekat ranjang istrinya. Pria itu buru-buru mengambil ponselnya dan menggantinya dengan mode vibrate; tidak ingin gadis yang masih tidur nyenyak disampingnya ikut terbangun. Rekan kerjanya meneleponnya lagi. Setidaknya untuk yang kesepuluh kalinya dalam minggu ini.

Kerjaanya belakangan ini sangat banyak dan ia mulai jenuh dengan semua itu. Rasanya ia ingin berhenti sejenak dan mulai memperhatikan sekelilingnya; memperhatikan gadis itu. memperhatikan keluarganya yang baru ia bangun lagi. Selama ini yang dia lakukan hanyalah berkerja untuk mendapatkan nama baik dan uang sebanyak-banyaknya tanpa tahu untuk apa semua itu pada akhirnya.

Tidak, ini tidak benar. Sejak kapan pikiran semacam itu ada didalam daftar tujuan hidup Cho Kyuhyun?

Mungkin sejak Ahn Hyerin datang kedalam hidupnya.

Kyuhyun tertegun dengan pikirannya sendiri. Tiba-tiba dia merasa seperti ada orang lain yang merasuki pikirannya. Atau ini memang dirinya yang sebenarnya?

Drrr!

Tiba-tiba ponselnya yang bergetar satu kali menarik pria itu dari lamunannya.

“Kyuhyun-ssi, kau bisa kesini 30 menit lagi? Rapatnya akan dimulai.”

“Kenapa mendadak sekali? aku sedang dirumah sakit.”

Drrr!

“Maaf, Kyuhyun-ssi, tapi rapatnya tidak bisa ditunda lagi, 3 hari lagi kita harus berangkat ke busan dan kami membutuhkanmu sekarang.”

“Arraseo. Aku kesana sekarang.”

Kyuhyun mengusap kepalanya yang mulai pusing. Sejujurnya ia tidak ingin pergi sebelum gadis itu bangun dan melihatnya bahwa ia datang kesini untuk menemaninya. namun saat ini ia tetap harus memilih pekerjaannya.

Pria itu kemudian mencari kontak seseorang di ponselnya dan meneleponnya.

Nomor yang anda tuju tidak menjawab. Cobalah beberapa saat lagi.

“Yoboseyo? Yeseul-ah, kau bisa ke rumah sakit Kyunghee untuk menggantikanku? Kakakmu tadi siang pingsan dan masuk rumah sakit. Jangan lupa bawakan baju ganti untuknya. Kamar 502.”

Klik.

Kyuhyun berdiri dari sofa, mencium kening gadis itu pelan dan sangat lembutㅡmenjaga sebisa mungkin agar tidak membangunkannya.

Pria itu kemudian keluar ruangan dan sosok pria tua diseberang ruangannya langsung tersenyum lebar padanya dan menghampirinya.

“Kyuhyun-ah?”

Sebaliknya, Kyuhyun sama sekali tak menunjukan wajah gembira. Pria separuh baya itu memang mitra kerjanya yang sering berkerja sama dengannya dulu, bahkan dia yang membantu Kyuhyun untuk mendirikan sekolah Seoul Art School. Tapi yang menjadi masalah adalah; pria itu juga ayah dari mantan kekasihnya.

“Oh, Tuan Kim.. Apa yang kau lakukan disini?”

“Nahee kejang-kejang dari semalam. Jadi dia harus dirawat inap.”

Penjelasan Tuan Kim sempat membuat Kyuhyun terkesiap dan sedikit khawatir. Ia memang sudah mengusir Nahee dari kehidupannya, tapi entah mengapa ketika mendengar sesuatu yang buruk terjadi gadis itu, hatinya kembali terluka. Walau bagaimanapun, mereka sudah bersama-sama sejak kecil dan Kyuhyun selalu melakukan apapun untuk membuat gadis itu bahagia.

Dan sepertinya chemistry diantara mereka belum hilang.

Tapi bukan berarti ia masih mencintai Kim Nahee, sama sekali tidak. ia hanya sedikit khawatir. Itu saja.

“Apa yang terjadi padanya?”

“Dokter bilang dia mengonsumsi terlalu banyak obat anti depresan.. Tapi sekarang kondisinya sudah membaik. Sebentar lagi dia juga sudah boleh pulang.” Tuan Kim tersenyum tipis. “Kau sendiri? Apa ada keluargamu yang sakit?”

Anti depresan? Bukankah itu obat yang dosisnya sangat tinggi? apakah gadis itu mencoba untuk bunuh diri?

“Ehm, Aku sedang menjenguk istriku.” jawab Kyuhyun jujur.

Ekspresi Tuan Kim yang beberapa detik lalu terlihat tenang sekejap berubah menjadi terkejut. “Oh.. Kau sudah menikah rupanya.”

Kyuhyun mengangguk. Tentu saja, dia sudah mempunyai Hyerin dan dia bahagia dengan keluarganya yang sekarang ini meskipun perasaan itu tidak pernah keluar dari mulutnya.

“Aku kira kau dan Nahee punya hubungan dekat..”

Kyuhyun tidak berkomentar, hanya tersenyum sopan pada pria itu. “Jwisonghamnida, Tuan Kim, aku harus pergi sekarang. Ada rapat yang harus kudatangi.”

*

Kyunghee Medical Centre, Seoul. 08:00 KST

Kyuhyun membuka pintu ruang rawat inap dan mendapati istrinya sedang sibuk memasukkan barang-barangnya kedalam koper kecil sehingga tidak ada lagi barang yang bergeletakan dimana-manaㅡkecuali menu sarapan diatas nakas yang masih utuh. bahkan makanan yang disediakan rumah sakit kemarin juga belum disentuhnya sama sekali.

“Kau mau kemana? Dimana Yeseul?” tanya Kyuhyun, matanya mengedar ke sekeliling ruangan mencari gadis itu.

“MㅡMau pulang kan? Dokter bilang aku sudah boleh pulang..” aku tidak sakit apa-apa jadi untuk apa berlama-lama disini? “Yeseul sudah berangkat ke sekolah.”

“Memangnya kau sudah makan?” Kyuhyun melirik sinis sejumlah makanan yang masih dibungkus plastik diatas nakas.

Hyerin menggeleng lemah. Trauma yang dideritanya membuat nafsu makannya meredup sejak kemarin dan tubuhnya terasa tak bertenaga. Rasanya ia melupakannya saja dan tidak ingin memikirkan lagi tentang siapa yang menerrornya atau apa salahnya sehingga seseorang melakukan hal seperti itu.”Tidak..”

“Kau mau merepotkanku lagi?” Kyuhyun melangkah kearah nakas dan menyiapkan makanan untuk Hyerin. “Pokoknya kau harus makan sarapanmu, baru setelah itu kita keluar dari sini.”

Pria itu kemudian memberi istrinya mangkuk kecil berisi sup lengkap dengan sendoknya. Hyerin terpaksa mengambilnya lalu memakannya dengan malas; toh kalaupun ia bilang nafsu makannya meredup memangnya pria itu peduli?

Kyuhyun duduk disisi ranjang Hyerin dan menatap gadis cantik itu. “Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan sampai seseorang menghadiahkanmu ular derik itu?”

Yang pria itu dapatkan setelah menanyakan itu hanyalah tatapan nanar dari gadis itu dan sekarang mata gadis itu berkaca-kacaㅡhampir menangis. Bodoh! ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan hal itu! pria itu mengumpat pada dirinya sendiriㅡtidak seharusnya ia mengingatkannya pada hal yang membuatnya merasa lebih buruk. Gadis itu masih trauma berat!

“Maksudkuㅡaku hanya ingin tahu jika barangkali kau mencurigai seseorangㅡAku akan segera mencari orang itu dan menyelidikinya.” Kyuhyun buru-buru menambahkan.

“Jinjja? Kau akan menyelidikinya?” mendengar itu Hyerin membelalakan matanya. Sekarang gadis itu terlihat seperti anak kecil yang baru saja menangis dan terhibur setelah diberi balon. Tak sadar pria itu tersenyum kecil melihat ekspresi gadis itu yang menurutnya terlalu lucuㅡ dan menahan keinginan untuk tidak mencubit pipinya. Ayolah, ini sama sekali bukan sifat Cho Kyuhyun!

“Neh.. aku janji.”

PIP PIP PIP

Kyuhyun mengambil ponselnya yang berdering dari dalam saku. Sepertinya kali ini bukan dari rekan kerjanya karena Kyuhyun sudah membedakan nada sendiri untuk orang-orang yang terkait dengan urusan bisnisnya.

Detik berikutnya mata sayu pria itu melebar saat melihat nomor yang masih sangat ia ingat di layarnya.

“Kyuhyun-ah, maaf mengganggu waktumu.”

“Ada apa tiba-tiba, Tuan Kim?”

“Bisakah kau membesuk Nahee? Dia tidak mau makan sejak kemarin.. dia bilang, dia ingin bertemu denganmu..”
“A-Apa?” Kyuhyun bertanya lagi, memastikan bahwa pendengarannya tidak keliru. Setelah ia membuat gadis itu menangis sore itu, gadis itu masih ingin bertemu dengannya? Ternyata sifat keras kepalanya belum musnah juga.

“Aku tahu kau sudah punya keluarga tapi kami sudah menganggapmu sebagai keluarga kami, Kyuhyun-ah.” Kali ini suara Tuan Kim terdengar sendu. “Aku sangat mengharapkan kedatanganmu nanti sore. Kalau kau bisa, kamar Nahee di nomor 510.”

Di satu sisi, Kyuhyun ingin mempertahankan konsistensinya untuk tidak memperdulikan gadis itu lagiㅡ tapi disisi lain, ia merasa tidak enak dengan Tuan Kim yang sudah banyak membantunya di masa lalu. Terlebih lagi ia juga belum sempat membalas kebaikan pria itu.

“Arra.. Lihat saja jika aku bisa nanti.”

Klik.

“Museun Iriya? (ada apa?)” Hyerin mengadah, mengerutkan kening melihat gerak-gerik suaminya yang tampak gelisah.

“Tidak ada apa-apa.. Nanti malam aku harus membesuk teman SMA ku yang waktu bertemu dengan kita di pesta, kebetulan dia dirawat disini.” jawab Kyuhyun jujur.

Hyerin mencoba mengingat sosok ‘teman’ yang dimaksud pria itu sebelum kemudian hatinya mencelos. Oh, apa maksudnya gadis cantik yang seperti supermodel itu? Gadis yang lebih cocok dengan Kyuhyun daripada dirinya? Sial, perasaan menyebalkan itu datang lagi.

“Teman SMA mu.. maksudmu Kim Nahee?”

Kyuhyun hanya mengangguk dan mengatakan hal diluar topik. “Cepat habiskan makananmu, setelah itu kita pulang.”

*

Kyuhyun mengetuk pintu kamar 510 sebelum masuk kedalam dengan membawa keranjang berisi buah-buahan. Jangan salah paham, Kyuhyun menganggap kedatangannya kali ini hanya sebagai balas budi terhadap ayah Nahee. setelah itu ia akan pulang dan melupakan semuanya.

“Ah, Kyuhyun-ah sudah datang.” Tuan Kim menyambut Kyuhyun dengan senyuman hangat, kemudian menggeret kursi dengan sandaran empuk disamping ranjang yang ditiduri Nahee.

“Silahkan duduk.”

“Tidak perlu repot-repot, Tuan Kim. Dimana Nyonya Kim?” tanya Kyuhyun basa-basi sambil menaruh buah-buahan yang dibawanya diatas nakas. Ekor matanya diam-diam melirik Nahee yang sedang terbaring disampingnya. Selang infus tertancap dibeberapa bagian tubuhnya. Separah itukah penyakitnya?

“Dia ada urusan di kantornya.” jawab Tuan Kim, kemudian berdehem. “Karena kau sudah datang, aku titip Nahee sebentar ya? aku ingin kebawah, ada keperluan yang harus kubeli.”

Kyuhyun mendengus kesal, seharusnya ia tahu maksud pria tua itu menyuruhnya kesini. Detik kemudian ia duduk disamping Nahee, Menatap tajam gadis yang terlihat pucat itu tanpa belas kasihan.

“Untuk apa kau memanggilku kesini? Apa kau belum puas?” tanya Kyuhyun sinis.

“Oppa.. Aku benar-benar minta maaf soal waktu itu..” Nahee menatap Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca. Tatapan yang biasanya meluluhkan hati Kyuhyun. Yang biasanya membuat pria itu panik dan ingin menghiburnya dengan cara apapun. Namun tampaknya kali ini tatapan itu tak berdampak apa-apa lagi pada Kyuhyun karena pria itu hanya mendengus dan melipat tangannya.

“Aku menyesal telah menghakimi Hyerin dan berkata seperti itu tentangnya.. Waktu itu aku sangat shock sehingga tak bisa mengontrol emosikuㅡ” Nahee sampai kehabisan kata-kata untuk mendeskripsikan penyesalannya agar Kyuhyun mau memaafkannya.
“Aku tidak mau kau membenciku..”

Nahee berbalik badan sehingga membelakangi KyuhyunㅡEntah menyembunyikan tangisannya atau senyum liciknya dibelakang pria itu. Hanya gadis itu dan Tuhan yang tahu.

Kyuhyun menatap dingin punggung Kim Nahee dari belakang. Kalau dipikir-pikir janjinya yang dulu memang tidak main-main. Seharusnya dialah yang minta maaf pada gadis itu.

“Setelah lulus kuliah, Kau ingin jadi apa?”

“Menjadi seorang pengantin.”

“Hahaha”

“Aku serius, Oppa. suatu hari nanti aku ingin menjadi seorang pengantin yang mengenakan dress tercantik, menyapa tamu-tamu yang datang dan melempar bouquet bunga..”

“Kalau begitu aku yang akan menjadi pengantin prianya. dan di hari itu, aku akan menjadikanmu gadis yang paling bahagia.”

“Promise?”

“Promise.”

Jujur saja dulu Kyuhyun memang juga mencintai Nahee. Tapi itu dulu. Sampai kapanpun mereka tidak akan pernah bisa bersatu. Menurut Kyuhyun gadis itu terlalu posesif, pendendam dan egoisㅡbertolak belakang dengan Hyerin yang menurutnya sangat cocok untuknya. Ahn Hyerin melengkapi semua kekurangannya.

“Aku minta maaf tidak bisa menepati janjiku waktu itu.. Karena aku bukan pria yang baik untukmu, Kim Nahee..” gumam Kyuhyun pelan.

“Maka itu berhentilah mengharapkanku. Karena aku tidak akan pernah kembali padamu.”

*

“Tuan Lee, mian aku baru bisa menghubungimu sekarang. Waktu itu tiba-tiba saja aku tidak enak badan.” Hyerin menjepit ponselnya antara telinga dan bahu; sementara kedua tangannya sibuk mengangkat telur mata sapi dari wajan dan menyajikannya diatas piring plastik.

“Apa kau sudah baikan? Kudengar dari Kyuhyun kau sampai masuk rumah sakit.” suara Lee Donghae di ujung sana terdengar cemas namun Hyerin tertawa kecil; bermaksud menunjukan dirinya baik-baik saja.

“Neh, Sekarang aku sudah benar-benar pulih. Dokter bilang aku hanya kelelahan biasa.”

“Tapi serius tidak apa-apa, Hyerin-ah? Pamerannya berlangsung dari pagi sampai sore, lho.”

“Ghwenchana, Tuan Lee.” Hyerin akhirnya menggunakan salah satu tangannya untuk menggenggam ponselnya sementara yang satunya memegang teko berukuran sedang untuk diisi air.

“Kalau begitu datanglah besok pagi ke kantorku di.. Ada di kartu namaku kan? dan bawa beberapa lukisan terbaikmu.” Kali ini suara Donghae terdengar gembira dan hangat seperti biasanya. “Setelah itu kita akan langsung ke international exhibition untuk memamerkan lukisanmu. Arraseo?”

“Ne.. Terima kasih banyak, Tuan Lee.” Hyerin mematikan ponselnya dan berjalan ke kulkas untuk mengambil air putih tapi langkahnya terhenti ketika Kyuhyun lebih dulu membuka kulkas dan mengambil sebungkus snack keju dari dalamnya. Gadis itu tertegun kemudian kembali ke dapur dan mengisi tekonya dengan air di dispenser.

“Kau menelepon Lee Donghae lagi?” tanya Kyuhyun dengan suara tak jelas karena sambil mengunyah stik keju dimulutnya.

Hyerin hanya diam, tidak menatap pria itu sama sekali. Dan sekarang ia pura-pura sibuk merapikan meja makan.

“Memangnya kau sudah benar-benar sembuh?” Kyuhyun bertanya lagi seraya duduk di sofa, sementara gadis itu berjalan meninggalkan area dapur. Apa dia sedang menghindari Kyuhyun?

“Sejak kapan kau peduli padaku?” tanya gadis itu dinginㅡmembuat Kyuhyun terkesiap dan camilan yang dimakannya sekejap tak ada rasanya.

Apa gadis itu marah padanya?

“Sarapannya sudah kusiapkan dimeja.” gumam gadis itu dingin, berjalan melewati Kyuhyun yang menatap punggungnya dengan kening berkerut.
Seingatnya gadis itu sudah memaafkannya ketika ia membahas soal terrornya itu. Apa mungkin gadis itu cemburu karena ia menjenguk ‘teman SMA’ nya?

Tanpa sadar senyuman geli tersungging di bibir Kyuhyun. Entahlah, rasanya menyenangkan mengetahui gadis itu cemburu karena dirinya.
Hyerin sendiri sebenarnya juga tidak tahu mengapa ia harus cemburu. mungkin karena yang ditemui pria itu adalah gadis yang luar biasa cantik dan jauh lebih menarik darinya?

“Jeon-ah! Yeseul-ah!” gadis itu naik ke lantai dua, sibuk memanggil kedua remaja ituㅡbermaksud menyuruh mereka untuk bangun dan segera sarapan.

Kyuhyun memperhatikan itu dan tersenyum lagi. Kalau saja ia mengajukan syarat yang berbeda beberapa minggu lalu pada gadis itu, mungkin sekarang dia bukanlah suami dari gadis yang mau repot-repot perhatian pada keluarganya itu. Dan mungkin saja gadis itu akan bersanding dengan orang lain, mungkin orang lain yang akan mengurus anaknya.

Cho Kyuhyun tidak menyesal dengan pilihannya.

“Yeseul-ah.. Jeon sudah berangkat?”

Hyerin mengerenyit ketika yang menanggapinya hanya adiknya.

Yang ditanya hanya mengangkat bahu sebagai tanggapan. Dan Hyerin langsung tahu arti dari bahasa tubuh itu yang sering Yeseul gunakan ketika sedang marah.

“Yah! Kalian sedang bertengkar?”

*

Hujan lebat mengguyur kota seoul; membuat semua penduduknya berhamburan mencari tempat berteduh, dan sebagian lagi memakai payung berwarna-warni yang tampak seperti pelangi di hari yang kelabu.

Maka Hyerin bersyukur Lee Donghae tidak menyuruhnya mulai berkerja hari ini juga. Jadi ia bisa menikmati coklat hangat kesukaannya didalam rumah sambil memandangi hujan dari balik jendelaㅡtanpa mengindahkan lawakan garing yang ditayangkan di televisinya. Melakukan hal kecil itu membuat hatinya sedikit tenang.

Hujan itu tiba-tiba bertambah deras dan disertai petir hingga gadis itu tak dapat melihat apa-apa lagi dari balik jendelanya. Berbarengan dengan itu mendadak bel rumahnya berbunyi berkali-kali. Siapa yang pulang saat hujan-hujan begini? Dia pasti basah kuyup!

Hyerin buru-buru membukakan pintu namun yang didapatinya bukanlah siapa-siapaㅡmelainkan sebuah amplop putih polos yang digeletakkan di lantai.
Gadis itu berjongkok dan mengambil amplop itu dengan hati-hati. Sepertinya amplop itu bukan surat tagihan atau undanganㅡkarena tidak ada tulisan apapun didepannya. Kejadian waktu itu mengajarkan gadis itu untuk tidak membuka kiriman sembarangan. Tapi tidak mungkin kan, ada ular didalam amplop sekecil itu? Siapa tahu saja ini surat dari gadis-gadis centil di sekolah untuk Kyuhyun, barangkali?

DEG! Yang ada didalam amplop itu bahkan lebih buruk. Mungkin kali ini tidak menguras oksigennya atau membuatnya pusing dan pandangannya jadi gelap. Tapi berdampak besar pada hatinya yang terasa seperti dipukul beban berat.

Ternyata yang didalamnya bukanlah ular, undangan ataupun surat; melainkan sejumlah lembar foto. Hyerin memperhatikan foto-foto itu satu persatu dan tangannya bergetar hebatㅡberusaha untuk tidak menjatuhkan foto itu.

Di foto pertama terlihat Kyuhyun sedang berselca sambil merangkul seorang gadis cantik; yang tidak lain adalah Kim Nahee. Ada juga foto Kyuhyun sedang mencium pipi Nahee sambil memegang kue ulang tahunㅡ yang sepertinya diambil saat ulang tahun gadis itu.
Tapi yang benar-benar menyayat hatinya adalah foto yang terakhir; Kyuhyun dan Nahee sedang berciuman diatas ranjang. Dan foto-foto ini sepertinya belum lama diambil karena wajah dan gaya rambut mereka masih sama.

Mereka terlihat sangat bahagia.

Sakit. Rasanya sangat sakit melihat pria itu melakukan hal yang sama pada wanita lain. Hyerin menutup mataㅡmembiarkan air mata yang bersimbah di wajah cantiknya membilas rasa perih itu.

Hyerin menutup pintu dan memasukkan foto-foto itu kedalam saku celana pendeknya. Seharusnya ia sadar; Meskipun Kyuhyun menikahinya, bukan berarti Cho Kyuhyun tidak mencintai wanita lain. Pria itu toh juga tidak pernah bilang kalau dia mencintai Hyerin. Dari awal ia memang hanya gadis yang bisa ‘dibeli’ untuk memuaskan keinginan Kyuhyun. sebaliknya, Kyuhyun juga sudah memberikan fasilitas dan segala kekayaannya untuk gadis itu. Dan sekarang gadis itu mengharapkan cinta darinya?

Ting Tong! Ting Tong!

Bel dirumahnya kembali berdering, menarik Hyerin dari lamunannya. Gadis itu panik dan buru-buru menghapus air matanya sebelum membuka pintunya lagi dengan hati-hati.

“Nuna?” Jeon masuk kedalam dan melepas jas hujannya. Matanya tak lepas dari wajah Hyerin yang sembabㅡ terlihat seperti sehabis menangis seharian.

“Nuna ghwenchana?” beginilah Cho Jeon, pria itu sangat perhatian padanyaㅡberbanding terbalik ayahnya yang dingin dan cuek.

“AㅡAku bㅡbaik baikㅡsaja.”

“Tidak perlu ada yang disembunyikan, Hyerin nuna.” Jeon memandang lurus gadis didepannya. “Perasaanku padamu sekarang sudah berubah. Dari ingin memilikimu, menjadi ingin melihatmu bahagia. dengan siapapun itu.”

Mendengar itu Hyerin tertegun. Tapi detik kemudian gadis itu pura-pura terbahak. “Aku sungguh tidak apa-apa, Jeon! drama di sbs tadi benar-benar membuatku terbawa perasaan.”

Hyerin menyengir garing setelah itu. semoga jawabannya tadi tidak terdengar palsu. Dia benar-benar payah dalam menyembunyikan perasaan.

“Astaga, nuna. Aku kira ada apa.” Jeon tertawa dan melempar tasnya keatas sofa ruang tamu. Sementara Hyerin buru-buru lari ke ruang keluarga dan mengganti saluran televisinya yang jelas-jelas sedang menayangkan acara komediㅡsebelum Jeon melihatnya!

Jeon mengambil setoples popcorn dari meja ruang tamu dan duduk disebelah Hyerin yang masih sibuk mencari-cari saluran tv sbs.

“Ngomong-ngomong, Jeon-ah.. bagaimana kau melakukannya?” tanya Hyerin ragu.

Pria itu meletakkan toples popcorn di pangkuannya. “Neh?”

“Bagaimana perasaanmu terhadapku bisa berubah?”

Butuh beberapa detik bagi Jeon untuk mengambil nafas sebelum menjawabnya. “Sebenarnya malam itu..”

“Berhenti menyakiti dirimu sendiri, Sunbaenim.” suara Yeseul mengganggu Jeon yang sedang memperhatikan ayahnya memeluk Hyerin di balkon hotel saat acara ceremony tempo hari.

Jeon pernah bilang kalau dia akan tetap mencintai Hyerin, tapi disisi lain ia tidak bisa memungkiri bahwa perasaannya sakit ketika melihat gadis itu bersama ayahnya.

“Waktu itu kau yang memberi harapan padaku lalu kenapa sekarang kau berkata begitu, eoh?”

“Aku tidak pernah memberi harapan padamu, aku hanya memberitahu yang sebenarnya!”

“Tapi sekarang, mereka saling mencintai, sunbaenim.” Yeseul menatap lurus pria yang ada dihadapannya. “dan kalau kau masih mencintai kakakku, kau pasti akan merelakannya.”

“Ada saatnya kau harus mundur. bukan berarti kau mengalah, tapi karena kau memilih untuk bahagia.”

Jeon tertegun.

“Kenapa kau selalu ikut campur urusanku?” Jeon berpura-pura tak peduliㅡmeskipun sebenarnya kata-kata Yeseul barusan sudah menghantamnya dengan keras dan bersarang dibenaknya.


“Aku hanya tidak ingin kau terus-terusan seperti ini.. Kau jadi sering bolos sekolah lagi dan mabuk-mabukan. Kau pikir Hyerin eonni senang melihatmu seperti ini? Dia selalu susah payah mencari cara untuk membuatmu tersenyum lagi dan sekarang kau sendiri membuat dirimu menderita!”

“Kau bukan dirimu yang dulu, sunbaenim. Kau bukan Jeon sunbaenim yang kukagumi dulu.”

“Maaf tapi.. aku tidak butuh dikagumi. aku bisa mengurus diriku sendiri dan aku tidak butuh perhatianmu.” kata Jeon tajamㅡmembuat hati gadis mungil didepannya terluka dan pergi meninggalkannya.

“Saat itu aku masih belum bisa menerima kenyataan. Tapi kupikir perkataan Yeseul benar.”

“Jadi karena itu Yeseul marah padamu..” Hyerin menatap Jeon datar. Setelah mendengar cerita pria itu rasanya ikatan dihati Hyerin terlepas; gadis itu merasa lebih lega karena tak perlu merasa bersalah lagi pada Jeon.

“Tapi bukan berarti aku berhenti mencintaimu, Hyerin nuna. Aku masih akan tetap memegang janjiku; aku akan tetap mencintaimu sebagai guruku, yang sudah mengajarkanku seperti apa cinta yang sebenarnya.”

“Jeon..” sebuah senyuman tipis tersungging di bibir mungil gadis itu. Sesaat dia memperhatikan Jeon dan menyadari perubahan padanyaㅡ Kemana sosok anak kecil yang polos dan manis itu? tubuhnya lebih kekar dan tinggi, bahkan sekarang Hyerin hanya setinggi dadanya. pria itu sudah menjadi dewasa. Rupanya masa pubertas menghantamnya dengan sangat keras. Dengan waktu yang sangat, sangat singkat.

“Kau pria yang baik, Jeon. Kau hanya belum menemukan gadis yang tepat untukmu.”

*

Hyerin merebahkan tubuhnya di ranjang selama dua jam tanpa memejamkan mata. sedari tadi yang dilakukannya hanya menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan kosong.

Kenyataan bahwa Cho Kyuhyun memang mencintai gadis lain terus terbayang-bayang di benaknyaㅡ yang semakin lama semakin menggali lubang di hatinya. Dan sekarang dadanya mulai kembali sesak; seperti saat kau sudah menangis seharian tapi hatimu masih sakit dan kau tak bisa menangis lagi karena lehermu rasanya seperti tercekik.

Tapi jika dipikir-pikir, kalau memang Kim Nahee adalah sumber kebahagiaan bagi Cho Kyuhyun, Kenapa dia harus menangisinya?

Hyerin menatap punggung Kyuhyun yang tidur membelakanginya dengan kesal. Seandainya ia tidak menyerahkan dirinya ke tangan pria ini dia tidak perlu repot-repot menjalani semua ini. Lalu tiba-tiba Hyerin mengingat bayi didalam kandungannya dan semua kekesalan itu berganti menjadi rasa bersalah pada bayinya.

“Kau masih belum mau bicara padaku?” pria yang menjadi sumber kekesalannya ternyata masih terjaga. Dan menyadari itu Hyerin mencelos, lidahnya mendadak kelu.

Kyuhyun terdengar menghela nafas berat. “Apa kau marah karena kemarin malam akuㅡ”

“AㅡAku hㅡhanya masih kepikiran tentang isi kotak ituㅡ” sergah Hyerin berbohong, membuat wajah pria itu sedikit kecewa dibelakang gadis itu.

“Sudah kubilang aku yang akan menyelidikinya kan?” Kyuhyun berbalik arah, menatap gadis yang sekarang ada didepannya dengan wajah memerah. Mata mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekatㅡ bahkan sekarang Kyuhyun menempelkan hidung mancungnya pada gadis itu sehingga gadis itu bisa merasakan nafasnya yang hangat.

“Apa aku harus membuatmu melupakannya?”

Gadis itu merasakan hawa menjalar di sekujur tubuhnya dan hatinya berdebar-debar tidak karuanㅡ semakin nafas pria itu mendekat dia takut dadanya akan meledak. Mereka sudah pernah melakukan ini sebelumnya tapi entah mengapa perasaan seperti ini masih saja ada.

“T-Tidak perlu..” Hyerin tidak bisa membayangkan seperti apa bentuk wajahnya didepan pria itu sekarang ini. Ia terlalu sibuk membayangkan bagaimana caranya ia bisa bertahan didepan pria tampan itu dengan mata sayunya itu serta bibir tebalnya yang sedikit terbuka seakan memintanya untuk menciumnya.

“Kalau begitu, tidurlah..” jawab Kyuhyun santai dan menjauhkan wajah mereka, seakan tidak sadar efek apa yang sudah ditimbulkannya barusan. Dan entah mengapa Hyerin merasa sedikit kecewa. Aish, apa yang ada dipikirannya? Cho Kyuhyun memang sangat pintar mengotori pikiran gadis itu.

“A-Aku tidak bisa tidurㅡ” Hyerin menggigit bibirnya kuat-kuat. Apa yang telah dia katakan? Sial, kata-katanya barusan seolah-olah meminta pria itu melakukan sesuatu untuk membuatnya tenang. Mungkin Ahn Hyerin sudah gila, menginginkan sentuhan Cho Kyuhyun disaat pria itu menyakitinya seperti ini.

“Apa kau baru saja memberiku ‘kode’ untuk menidurimu?” tanya Kyuhyun frontal, memerangkap istrinya dibawah tubuhnya. Kedua tangannya bertumpu disisi tubuh gadis itu yang masih tergeletak dengan gaun tidur transparannya yang menyeplak jelas pakaian dalamnya. Kyuhyun terpana melihatnyaㅡsedangkan gadis itu membelalakan matanya. Sepertinya jantungnya akan segera lompat dari tempatnya.

“N-Neh?”

Hyerin kembali merasakan listrik dan saraf tubuhnya bangkit ketika Kyuhyun membenamkan bibirnya, membungkam gadis itu dengan ciumannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa bibir Kyuhyun sangat mengagumkanㅡbegitu hangat dan membuat Hyerin merasa nyaman, meski detik kemudian ciumannya berubah menjadi kasar dan penuh nafsu, gadis itu tetap menyukainya. Bahkan sekarang Hyerin memejamkan matanya dan membalas ciuman suaminyaㅡmembiarkan bibir mereka saling menyerang. Tangan lembutnya melingkar di tengkuk pria itu, menikmati detak jantungnya yang berkerja lebih cepat dari biasanya.

“Mmmhhㅡ” Hyerin tak bisa menahan desahannya ketika ciuman pria itu beralih ke lehernya, menghirup aroma vanilla yang ia semprotkan di tengkuknyaㅡsebelum melumat kulit putih susunya perlahan dan membuatnya menggelinjang. Jantung gadis itu semakin bertalu-talu dan sesuatu didalam dirinya menginginkan pria itu menyentuhnya lebih jauh lagi seperti pada malam pertamanya.

Tidak, ini tidak benar. Kyuhyun juga melakukan hal yang sama pada wanita lain. Tapi mungkin Kyuhyun melakukannya dengan cinta. Bukan yang dibeli dengan uang sepertinya. Hyerin merasa bersalah pada dirinya sendiriㅡBagaimana ia tidak bisa berhenti membiarkan sesuatu yang jelas-jelas akan membuatnya lebih sakit.

“Kenapa kau menangis, Nyonya Cho?” Kyuhyun menatap gadis itu khawatir dan menghapus air mata istrinya itu dengan ibu jarinyaㅡmembuat pipinya kembali memerah dan salah tingkah.

“AㅡAniㅡpㅡperutku hanya sedikit sakitㅡ” katanya gugup, namun sesuatu yang lain didalam dirinya berteriak.

“Sial, Ahn Hyerin, jangan biarkan dia melepaskanmu!”

“J-Jinjja? Mianhaeㅡ” ucap Kyuhyun, menatap aneh perut dibalik sutra transparan itu yang masih datar.

“K-Kyuhyun oppaㅡ” Hyerin menarik lengan suaminya. Mungkin urat malunya sudah putus sejak beberapa detik lalu; Gadis itu tidak peduli lagi dengan rasa sakitnyaㅡtentang siapa dirinya ataupun perasaan pria itu padanya. persetan dengan semuanya. Dia bisa mati jika pria itu berhenti dan meninggalkannya tidur dengan keadaan seperti ini. “Ghwenchana.”

“Aku jamin setelah ini kau akan tidur pulas.” Bisik Kyuhyun pelan, seringai licik mengotori wajah tampannya. Sial, dia bisa gila jika pria ini terus-terusan menggodanya!

*

Hyerin terbangun dan mendapati tubuhnya masih polos dibalik selimutㅡ Kontras dengan suaminya yang telah berpakaian lengkap; tampak sangat tampan dengan kemeja hitam dan celana putih sambil memasukan sejumlah barang kedalam briefcase nya.

“Bagaimana tidurmu?”

Hyerin tertegun. Akhirnya pertanyaan yang diharapkannya setiap pagi terucap dari pria itu walaupun terdengar sedikit kaku.

“Tidak pernah senyenyak ini. Terima kasih, Tuan Cho.” jawab Hyerin, senyuman geli tersungging dari bibirnya.

Kalau dilihat-lihat belakangan ini Kyuhyun berubah menjadi sedikit perhatian. Apakah pria itu merasa bersalah karena telah ‘menyelingkuhinya’? Prasangka itu kembali merasuki perasaan Hyerin yang sudah pulih.

“Hari ini aku akan pergi ke busan. Selama tiga hari, jadi sebaiknya kau mulai berlatih tidur nyenyak tanpaku.”

Gadis itu tertegun. “Kenapa kau tidak bilang padaku?”

“Aku pikir kau suka kejutan.” cibir Kyuhyun.

“Oh ya, sebelum aku pergi..”

Kyuhyun mengeluarkan kotak kecil berbentuk persegi dari dalam kopernya. Dan ketika Kyuhyun perlahan membuka kotak itu, Hyerin kembali tertegun melihat isinya.

Pria itu kemudian mengeluarkan kalung emas putih dengan liontin kecil yang terbuat dari batu emerald dari dalamnya.

“Ini adalah pemberian nenekku dari switzerland, dan dia bilang saat kau sudah menemukan wanita yang cocok untukmu, berikan ini padanya.” Kyuhyun duduk disisi ranjang, mendekati gadis itu yang masih mematung ditempatnya.

“Dan ya, ada beberapa wanita yang cocok menurutku pada masa itu.” lanjutnya. Terakhir kali pria itu memakaikan kalung ini pada Nahee sebelum ia menikah dan sekarang ia susah payah melepaskan pengait kalung itu karena sudah sangat lama.

“Tapi aku ingin kau menjadi yang terakhir memakainya.”

Hyerin merasakan jantungnya bertalu-talu, bukan hanya karena kagum dengan pemberian Kyuhyun tapi karena kalimat terakhir yang ditekankannya. Apa Cho Kyuhyun baru saja bilang bahwa ia mencintainya secara tidak langsung? ‘Omong kosong. Pria arogan itu pasti mengatakannya pada semua gadis yang menerima kalung ini’ sesuatu didalam diri gadis itu berteriak lagi.

“Emasnya sudah diperbarui jadi tidak akan membuatmu iritasi walau sudah ada yang memakainya sebelum ini.”  Kyuhyun mendekatkan kepala mereka, dan tanpa izin gadis itu melingkarkan kalung itu di leher jenjangnya. Hyerin masih tidak bergeming, mengadah menatap Kyuhyun dengan perasaan yang tidak jelas; tidak tahu harus bersyukur karena mendapatkan perlakuan spesial seperti ini atau malah kesal karena kepalsuan ‘suaminya’ itu.

“Kenapa? Apa aku cocok untukmu?” tanya gadis itu dingin.

“Karena kau cocok mengenankannya, tentu saja.” senyuman miring mengotori wajah tampannyaㅡmembuat gadis dihadapannya ingin melemparnya dengan bantal atau apapun yang membuatnya jera karena telah merusak momen yang seharusnya ‘so sweet’ ini.

*

Gangnam-gu International Exhibition, Seoul.

“Terima kasih, tuan.” Hyerin membungkuk kecil seraya tersenyum sopan pada pria paruh baya yang baru saja membeli lukisannya.

Pria itu tidak langsung pergi dan berdehem. “Kau cantik, dan lukisanmu juga sangat bagus. Apa kau tertarik untuk berkerja sama denganku? Ini kartu namakuㅡ”

Hyerin bergidik. Cara pria itu memandangnya sangat tidak sopan; seperti memperhatikan tubuhnya dari atas kepala sampai kaki. Padahal gadis itu selalu memakai kemeja panjang dan kaus kaki yang menutupi betis saat berkerja untuk menghindari pandangan mesum seperti itu.

“T-Terima kasih, tapi aku sepertinya tidak punya cukup banyak waktu..” tolak Hyerin halus.

“Tidak apa-apa nona, ditempatku kau bisa berkerja setengah hari kalau kau mau.” pria itu mengedipkan mata dan membuat gadis itu kembali bergidik takut.

“M-Mungkin lain kali saja karena aku juga harus mengajar di sekolah dan mengurus keluargㅡ”

“Maaf tuan, tapi dia sudah berkerja di tempatku.” sergah Lee Donghae dari belakang tiba-tiba.

“Ah begitu ya? Jwiseonghamnida, Tuan Lee..” pria paruh baya itu membungkuk kemudian meninggalkan mereka berdua dengan mudahnya seolah Donghae mengusirnya telah dengan mantra. Efek Lee Donghae sungguh mengagumkan!

“Kulihat lukisanmu sudah laku semua ya? Kerja bagus, Nyonya Cho.” Donghae terkekeh. Pipi gadis itu kontan memerah mendengar sebutan yang ditujukan untuknya.

“Kyuhyun pasti sangat bangga mempunyai istri berbakat sepertimu.” puji Donghae.

“Mana mungkin!!”

Hyerin tertegun dengan jawabannya sendiri, spontan menutup mulutnya yang lancang itu. Apa dia baru saja ingin menghancurkan imej suaminya sendiri?

Dan sekarang ia membuat Donghae mengerutkan kening karena jawabannya. “Eh? wae?”

“A-Aniㅡmaksudkuㅡsepertinya dia tidak tahu soal bakatku. hehe.” jawab Hyerin sedikit terbata-bata. Gadis itu menggigit bibirnya sendiri, membenci dirinya yang sangat tidak pandai menyembunyikan perasaannya.

“Jinjja? sepertinya dia kurang memperhatikanmu ya?”

Bagus. Sekarang Donghae mulai merasa curiga padanya.

“Tidak kok.. dia sangat perhatian padaku.” Hyerin tertawa kering. Dan lagi-lagi ia gagal berbohong karena pria itu malah menatapnya nanar seolah ia baru saja mengatakan bahwa Kyuhyun menyiksanya.

“Hyerin-ah, apa Kyuhyun tidak peduli padamu?” tanya Donghae frontal, Gadis itu tertegun.

“Neh?”

“Ck, Pria itu benar-benar belum berubah juga..” keluh Donghae. “Aku pulang duluan, Hyerin-ah. Kau juga pulang. Jika ada apa-apa, hubungi aku, neh?”

Hyerin masih mencerna kata-kata yang dikeluhkan Donghae sampai langkah pria itu kabur dari pandangannya. Apakah pria itu tahu betul sifat asli Kyuhyun? Seharusnya ia tadi bertanya tentang itu.

Gadis itu menghela nafas, kemudian membereskan barang-barangnya dan memasukan kedalam tasnya.

“Jangan buru-buru pulang, Hyerin-ah.” suara lembut disamping stand pameran Hyerin mengagetkan gadis itu dan membuat darahnya berdesir.

Gadis yang dicintai Cho Kyuhyun.

Gadis itu seperti yang terakhir ia temui, masih tampak seperti boneka porselen dengan rambut ikalnya yang tergerai bebas dan gaun selutut dengan sepatu stiletto bermerek yang hanya dia dan tuhan yang tahu berapa harganya.

“Kim Nahee..” gumam Hyerin dengan suara bergetar. Hatinya berdebar tak karuan, apa yang akan gadis itu bicarakan padanya?

Gadis didepannya tersenyum banggaㅡtampak senang melihat gadis didepannya yang sepertinya terkena serangan jantung karena melihat kecantikannya.

“Sangat mengharukan ternyata kau sudah tahu namaku.” Nahee tertawa kecil, menatap Hyerin dengan mata hazelnya yang tenang.

“AㅡAda apa?”

“Ada yang ingin kutanyakan padamu. Langsung saja ya? mengingat aku tidak suka berbasa-basi.” sekilas suara Nahee terdengar seperti dibuat-buat. Dan Hyerin langsung tahu bahwa gadis ini ingin memulai perang dengannya.

“Apa kau pernah merasa seperti binatang?”

Hyerin mengerenyit. Itu adalah pertanyaan paling menyinggung sekaligus tidak masuk akal yang pernah ia dengar. Bagaimana seseorang yang sama sekali tak dikenalnya bertanya seperti itu? Apa dia mau bermain teka-teki dengannya?

“Ular, misalnya..”

Rasanya seperti ada yang menyiramnya dengan air panas. Hyerin merasakan darahnya mendidih dan seketika monster didalam tubuhnya bangkit setelah waktu yang sangat lama. Mendengar itu tidak membuatnya takut atau membeku, sebaliknya Hyerin malah ingin menampar wajah cantik itu dengan keras. Yang dilakukan Kim Nahee benar-benar diluar batas kemanusiaan dan merepotkan orang-orang disekitarnya.

“Kenapa kau melakukan ini?”

“Agar kau segera pergi dari hidup kami, tentunya.” sorot mata Kim Nahee yang tenang kini memancarkan kebencian yang tidak repot-repot dia sembunyikan. “Kami sudah menjalin hubungan sejak lama dan kau mengganggunya.”

Hyerin tertegun. Timah panas tiba-tiba mengisi perutnya dan rasanya ia ingin memuntahkan isi perutnya didepan gadis itu. “Maaf. Tapi aku tidak tahu apa-apa tentang hubunganmu dan Cho Kyuhyun sebelumnya. Yang aku tahu tadinya pria itu mempunyai satu istri yang sudah meninggal.”

Nahee mendengus sinis. “Aku tahu. Tapi itu bukan suatu penghalang bagi kami.”

Sesuatu dalam diri Hyerin melemah ketika otaknya mencerna maksud dari perkataan Nahee.

“AㅡApa mㅡmaksudmuㅡ” selama ini Kyuhyun menyelingkuhi istrinya?

‘Mungkin saja ada alasan dibalik itu, mungkin ia tidak tahu apa yang dia lakukan’ entah mengapa benak dan hati kecil Hyerin selalu membela Kyuhyun yang sudah jelas-jelas melakukan kesalahan.

Ia bahkan lebih baik dibilang tolol daripada harus berhenti mencintai Cho Kyuhyun.

“Tapi aku tidak bisa bilang bahwa Cho Kyuhyun yang salah, karena mantan istrinya itu juga menyelingkuhinya dan hanya menghambur-hamburkan hartanya.” lanjut Nahee.

“Dan cukup mengejutkan sekarang ia memilih gadis sepertimu hanya karena kau begitu udik dan penurutㅡjadi dengan begitu ia bisa melakukan apapun dibelakangmu.” Nahee tersenyum puas, mengira dirinya sudah menang hanya dengan mengatakan itu.

“Cho Kyuhyun bukan orang yang seperti itu.” sergah Hyerinㅡmencoba untuk terlihat kuat. Tapi Nahee bisa mendengar keraguan dari suaranya.

“Kau tidak tahu apa-apa tentang dia, Hyerin-ssi. Tapi yang jelas, Cho Kyuhyun mencintaiku. Dan kau hanya pelampiasannya. Dia tidak pernah mencintaimu. Mungkin jika kau sudah tidak bisa ‘dipakai’ dia akan menelantarkanmu nanti.” ujar Nahee berbohong; berharap gadis udik didepannya akan sakit hati dan menangis. Meskipun jauh didalam lubuk hati Nahee ia merasa membohongi dirinya sendiriㅡkarena sebenarnya dialah yang jelas-jelas tak mendapatkan cinta Kyuhyun.

“Bagiku dia mencintaiku atau tidak itu bukanlah hal yang penting.” jawab Hyerin lirih.

“Karena menurutku; jika kau hanya menginginkan seseorang, kau akan memaksanya untuk bersamamu. tapi jika kau benar-benar tulus mencintainya, kau akan membiarkannya bahagia meskipun bukan bersamamu.”

“Dan aku ingin tetap tulus mencintai Cho Kyuhyun.”

Sepertinya kali ini Hyerin tak sengaja memanah bagian yang paling menyakitkan di hati Nahee karena gadis didepannya itu tak bergeming. Gadis udik itu baru saja menghina dirinya secara tidak langsung; Nahee memang tidak ingin Kyuhyun memilikinya karena terpaksa. gadis itu ingin Kyuhyun mencintainya tanpa paksaan.

“Jadi jika pada akhirnya dia akan bersamamu, aku tidak apa-apa. Tapi untuk saat ini, aku ingin membantunya mengurus keluarganya, menemaninya dan merasakan tinggal di atap yang sama dengannya.”

Kim Nahee terperangah. Sejujurnya dialah yang ingin membangun keluarga dengan pria itu. dialah yang ingin menemani pria itu tinggal dibawah atap yang sama. Dan gadis itu telah membunuh impiannya secara total.

“Tutup mulutmu, Ahn Hyerin.” Nahee hampir berteriak saat mengatakannya dan rahangnya mengerasㅡ entah karena kesal atau menahan tangis. Rasanya Nahee ingin mengganti nama indah gadis itu dengan jalang atau sebutan kasar apapun yang bisa menyakiti hati gadis itu lebih jauh lagi.

“Sepertinya kau sudah melampaui batas. Kau tidak sadar siapa dirimu?” tanya Kim Nahee pura-pura tenang.

“Kau tidak lebih dari seorang guru biasaㅡsama seperti guru lain yang bergantung dibawah pimpinan atasannya. Dan kau tahu siapa Cho Kyuhyun? Dia adalah atasanmu, pemilik sekolah terbesar di Korea selatan. Pria itu juga mendirikan beberapa museum diluar Korea, menjadi duta seni lukis dan mempunyai banyak koneksi dengan bussinesswoman yang jauh lebih cantik dan berbakat darimu. Dia adalah orang hebat, Ahn Hyerin. Dan kau bukan siapa-siapa.”

Kini perkataan Nahee gantian seperti pisau yang mengoyak jantungnya. Gadis malang didepannya itu sekarang terlihat lemah, dan itu membuat Nahee tersenyum puas.

“Karena itu menurutku kau tidak pantas menyentuh keluarganya, apalagi berada didalam rumahnya dan sengaja membuat dirimu hamil agar dia memperhatikanmu. Ngomong-ngomong, Kau sudah memastikan apakah Kyuhyun menginginkan janin itu atau tidak?”

Hyerin terkesiap. Tadinya ia masih bisa menolerir perkataan Kim Nahee, namun kali ini gadis itu sudah keterlaluan. Tapi mungkin semua perkataan Nahee memang benar adanya. Mungkin ia memang tidak pantas untuk pria itu, mungkin pria itu memang tidak menginginkan kehamilannya. Dan mungkin bagi pria itu, Hyerin tidak lebih dari mainan yang bisa ia gunakan kapan sajaㅡsesuka hatinya.

“Dan satu lagi, aku tidak suka caramu memakai kalungku.” tatapan Nahee yang setajam pisau itu beralih ke kalung emas putih yang sebenarnya sudah ia perhatikan dari tadi.

“Kalau begitu aku pulang dulu, Nahee-ssi. Dan terima kasih atas kalungnya.” ucap Hyerin dengan sengaja, kemudian berjalan meninggalkan Nahee yang tak berkutik seperti seseorang baru saja menyiramnya dengan air dingin. Setidaknya gadis itu bisa menyimpulkan bahwa Kim Nahee sangat benci jika sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya diambil orang lain.

“Ada saatnya kau harus mundur. bukan berarti kau mengalah, tapi karena kau memilih untuk bahagia.”

*

2 days after..

Ketika Kyuhyun melangkahkan kaki kedalam rumah, orang pertama yang dicarinya adalah istrinya. Sebenarnya Kyuhyun merasa tidak sabar ingin segera bertemu istrinya sejak dinas ke busan lusa kemarin. Meskipun ia dan Hyerin tidak begitu akrab (atau malah cenderung kaku), melihat wajah cantik istrinya saja sudah cukup.

Kyuhyun tersenyum membayangkan apa yang sedang istrinya itu lakukan didalam rumah; dia pasti sedang sibuk menyiapkan masakan untuk kedatangannyaㅡ atau jangan-jangan sedang menggalaukannya? membayangkan itu membuat Kyuhyun tertawa sendiri.

Namun melihat tidak ada tanda-tanda kehidupan saat ia memasuki ruang tamu, sepertinya keluarganya sedang sibuk dengan dunianya masing-masing di lantai atas.

“Yah, Hyerin-ah, Kau tidak merindukanku?” ledek Kyuhyun, memasuki kamarnya yang gelap dan menyalakan lampu. Tidak ada siapa-siapa didalam.

Sepertinya Ahn Hyerin sedang pergi, karena kamarnya tampak rapi dan bersih seperti habis dibereskan mati-matian. Bahkan meja rias yang biasanya penuh dengan tas dan kosmetik-kosmetik mahal yang ia belikan untuk istrinya kini hanya ada goodie bag berlogo “Tiffany’s” yang ia berikan pada gadis itu tempo hari.

Kyuhyun merasa sedikit penasaran, maka dia mencoba mengintip isi goodie bag itu namun seketika dadanya bergemuruh. Didalamnya terdapat gaun safir dan kalung pemberiannya, cincin pernikahannya, dan yang satu lagi adalah buku tabungan milik gadis itu. Ini sama sekali bukan kejutan yang dia inginkan setelah beberapa hari tidak pulang kerumahnya. Apa maksud gadis itu mengembalikan semua pemberiannya?

Tunggu, kenapa dia harus mengembalikannya?

Kyuhyun membuka buku tabungan itu dengan hati-hatiㅡ tapi ia malah menemukan secarik surat kecil didalamnya.

Untuk Kyuhyun oppa.

Jika kau membaca surat ini artinya aku tidak bisa lagi berada disampingmu saat kau bangun. Karena akhirnya aku sadar; aku tidak pantas berada disisimu. Aku bukan siapa-siapa, bukan orang hebat sepertimu. Selama ini aku hanyalah parasit yang bergantung nasib padamu dan merusak hubunganmu dengan Kim Nahee.

Maaf kalau aku harus pergi dan melanggar kesepakatan yang telah kita buat waktu itu. Maaf aku tidak bisa menjadi pemilik terakhir kalung yang kau berikan padaku. Aku juga meminta resign dari sekolahmu. Aku harap tabunganku cukup membayar semua kerugian; uang dan harta bendamu yang kau berikan padaku selama ini.

Tapi tenang saja, Aku akan selalu menjaga buah hati kita meskipun aku tidak tahu kau menginginkannya atau tidak. Kalau kita berjodoh, suatu hari nanti kita pasti akan dipertemukan lagi 🙂

Thanks for everything, Mr.Cho.

-Ahn Hyerin

Cho Kyuhyun gagal melindungi gadis itu.

Dan ia belum sempat mengatakan pada gadis itu bahwa dia mencintainya.

-To Be Continued?-

Advertisements

175 thoughts on “Conditional Marriage [Chapter 3] Cut Ver

  1. Jleb banget,,si nahee ma lampir itu toh yang ngirimin ular ke hyerin,,lagian si kyu kenapa juga blm mengungkap kan perasaan nya ma hyerin sih jadi hyerin nya pergi,,maaf thor baca inbox aku ya mau minta pw nya ff ini yang d proteck😊😊😊

  2. kasihan Hyerin harus kena teror sampai masuk rumah sakit. Nahee keterlaluan seolah-olah Kyu masih cinta sama dia walau sih Kyu galau sama perasaannya. tak sanggup bertahan Hyerin malah memilih pergi gimana cara Kyu meyakinkan Hyerin kalau dia sangat mencintai Hyerin

  3. Nah lo..udah d tinggal bru nyesel kan?? Pas ada d sia2in.. Jd ular derik d hubungan mreka itu bernama kim nahee ya?? Gak tau malu tuh prempuan, udah d tolak pun masih aja ganggu hub kyu n hyerin.. Tp kalo gak ada kim nahee, konflik nya gak seru ya saeng?? Wkwkwk eh, mau kasi msukan sikit, pas jeon nyeritain yg mlatar blakangi tuk ngalah ma prasaannya ke hyerin itu adalah gara2 nasehat dr yeseul, sharusnya d kasi Flashback n flashback end, jgn d langsungin aja ky d atas, jd nya td agak2 bingung..gtu..

  4. Kyuhyun gengsinya terlalu tinggi 😦 apa susahnya bilang “Saranghae” tuhkan hyerin pergi 😥 nahee jahat bgt jadi perempuan-_-

  5. Duuuhhh,, padahal kyuhyun udah cinta and sayang gitu sama hyerin kenapa gak ngomong aja sih, trus kalo udah ditinggal gini nyeselkan,, pas hyerin ada aja dicuekin, gak diperhatiin, pas udah pergi kayak gini tinggal nyesel deh tu kyuhyun

  6. Ya ampun kim nahee bener2 keterlaluan, kyuhyun sepertinya bakal nyesel karena blm pernah blg cinta sm hyerin eh skrg hyerinnya malah pergi

  7. ceritanya kepotong jd ga ngeh soalnya d part 2 di protek.sampe bingung q baca di ff yg sama apa ga.soanya di part 1 ada joen tp kok dsni ga ada.
    jd bingung

  8. Jd dlu kyu selingkuh ama si 🐍,Yaah hyerin milih mundur .sharusnya kalau kyu beneran cinta lansung diungkapin udah pergi baru deh nyesal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s