Married Life · Mystery · Romance

Different Person [Chapter 3]

Story By Erina Suzumiya

Cast:

Ahn Hyerin | Cho Kyuhyun | Shin Minyoung (OC) | Xavier Samuel (as Enzo) | Lee Nayoung (OC)

Genre: Romance, Mystery, Married Life

Rating: PG-16

DON’T BE A SILENT READER ❤

Paris, November 2018.

“Daebak!! kita harus foto disini!”

Hyerin hanya tersenyum geli melihat Enzo yang terlalu antusias begitu mereka turun dari taksi di tengah-tengah kota paris. Gadis itu sendiri sebenarnya juga terkagum-kagum dengan kota paris yang begitu indah; butik-butik terkenal dan kafe-kafe bertema vintage berderet disepanjang jalan, belum lagi macaron berwarna-warni dipajang di jendela pattiserie.. benar-benar mengagumkan.

Enzo yang sepertinya menyadari sedari tadi Hyerin hanya memperhatikannya melirik gadis itu dengan alis berkerut. “Eoh? Kenapa kau diam saja? Kau lapar? Mau makan apa? disini banyak restoran bagusㅡ”

Hyerin tertawa kecil dan menunjuk kios kecil dipinggir jalan yang tak jauh dari mereka. “Aku mau itu saja.”

“Donat? baiklah, kajja!” kata Enzo masih dengan ekspresi antusias, bahkan berjalan mendahului Hyerin kearah kios donat itu. Gadis itu ikut menyusulnya sambil terkekeh geli.

“Kau mau pesan apa?” tanya Enzo.

“Mm.. satu donat kacang?”

Enzo mengerenyit. “Bukannya kau tidak suka kacang?”

“E-Eh iyakah?” Hyerin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Entahlah, akhir-akhir ini seleraku berubah.”

“Kenapa tidak coba ini?” tanya sang gadis pedagang kios sambil menunjuk sepasang donat berbentuk hati berwarna pink dan biruㅡ membuat Enzo dan Hyerin tertegun.

“Donat romeo dan juliet. Konon pasangan yang memakan donat ini akan tetap bersama dan bisa menghadapi sebesar apapun cobaan yang berusaha memisahkan kalian.” jelas pedagang itu.

“K-Kami bukan pasanganㅡ” sergah Hyerin.

“Wah.. sayang sekali, ya.. padahal kalian sangat cocok.” komentar gadis penjaga kios itu. Hyerin hanya menatap Enzo sambil tertawa kecil, sementara pria itu refleks memalingkan wajahnyaㅡ menyembunyikan kedua pipinya yang bersemu merah.

“Aku beli sepasang.” Enzo memberikan uang pada pedagang ituㅡ membuat ekspresi Hyerin berubah menjadi kaget.

“Apa?”

Enzo memberikan kedua donat itu pada Hyerin. “Simpan untukmu.”

“Enzo-yah..”

*

Kyuhyun mendengus kesal begitu membuka lemari makan dan tidak menemukan apapun yang bisa dia masak. Yah, biasanya dia tidak perlu seperti ini karena Hyerin sudah menyiapkan makanan untuknya.

Kyuhyun mengambil satu-satunya snack rumput laut siap makan yang ada disana, lalu duduk di halaman belakang dan menikmati sambil memandang beberapa jenis bunga didepannya yang mulai layu. Biasanya Hyerin menyiram bunga-bunga itu, tapi dia belum sempat menggantikannya. Belakangan ini lebih memilih tidur dorm, kembali kerumah membuatnya merasa kesepian dan hampa, seperti.. ada yang hilang..?

Awalnya dia tidak ingin menganggap gadis itu sebagai siapa-siapanya dan mereka memang sangat jarang berbicara tapi kenapa rasanya dia seperti begitu kehilangan gadis itu..?

Bahkan sekarang dia tidak bisa berhenti memikirkan gadis itu. Sedang apa dia sekarang? Apakah pria asing itu menjaganya dengan baik? dan apakah.. dia bahagia dengan pria itu..? Rasanya Kyuhyun ingin menanyakan semua ituㅡ atau setidaknya menanyakan apa yang sedang dia lakukan sekarang. Tapi apakah dia pantas bertanya setelah semua yang dia lakukan pada gadis itu?

“Tapi aku yakin dia benar-benar mencintaimu setulus hatimu. Jika tidak, kenapa dia masih bertahan sampai saat ini? Meskipun dengan kelakuanmu yang seperti itu?”

“Apa dia harus pergi dari kehidupanmu dulu, baru kau sadar kalau dia itu berarti bagimu?”

Kyuhyun tertegun. dan sekarang kata-kata Choi Siwon tempo hari terbesit di benaknya dan membuat hatinya sedikit terluka. Astaga, apa yang terjadi padanya?

Tiba-tiba ponsel di saku Kyuhyun berdering, pria itu lantas mengangkatnya dan suara seorang pria lain diseberang sana membuat jantungnya terhenti sejenak.

“Sudah saatnya, Kyu.”

*

Seorang gadis cantik berambut panjang duduk di kursi kayu dengan gusar. Jari-jari lentiknya menggenggam dress yang floral yang dikenakannya erat-erat. Dadanya berdebar kencang menatap kursi kosong didepannya yang disediakan untuk seseorang. seseorang yang ditunggunya sejak tadi.

Cho Kyuhyun berdiri dibelakang gadis itu, mengendap-ngendap dan kemudian menutup mata gadis itu dari belakang.

Gadis itu bergidik karena terkejut. “N-Nuguyeyo?”

Kyuhyun menyingkirkan tangannya dari mata gadis itu, mendekati wajah gadis itu lalu menyeringai. “Kau menungguku?”

“M-Mwoya?!” Gadis itu tersentak kaget tapi kemudian dia berdiri dan membungkuk berkali-kali.

“J-Jwiseonghaeyo.. A-Annyeonghaseyo, Kyuhyun sunbaenim.”

“Kenapa meminta maaf?” Kyuhyun duduk dikursi depan gadis itu dengan santai. Sementara Gadis didepannya kelihatan salah tingkah.

“Bagaimana masa traineemu, Nayoung-ah?”

Nayoung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Eh? cukup menyenangkan. B-Bagaimana jadwalmu?”

“Kami akan meliris album baru jadi baru jadi harus sering-sering latihan.” jawab Kyuhyun.

“Begitu ya..”

Kyuhyun memperhatikan raut wajah gadis itu dan mengerenyit. “Apakah melelahkan? wajahmu terlihat sedikit lelah.”

“Yah, sedikitㅡ”

“Tapi meski begitu kau tetap cantik, kok.” puji Kyuhyun, membuat Nayoung menundukan kepalanya malu.

“A-Ah.. tidakㅡ” Lee Nayoung menyelipkan rambutnya yang keluar jalur dengan canggung dan berdehem. “Sunbaenim juga.. tampan.”

Kyuhyun menggeleng. “Ani, ani. berhenti memanggilku dengan sebutan itu. aku bukan sunbaenim. aku suamimu.”

“SㅡSuㅡSuamiㅡ” Mata gadis itu melebar, pipinya pun memerah, tapi itu sama sekali tidak membuatnya anehㅡ malah menambah kecantikannya. Lee Nayoung memang sosok gadis yang polos, ekspresi malu-malunya membuatnya terlihat cantik alamiㅡ sekarang Kyuhyun tidak lagi heran kenapa atmosfer disekitarnya berubah begitu melihat sosok Lee Nayoung. Harus pria itu akui, Lee Nayoung memang mempesona.

Pria itu terdiam sebentar, kemudian teringat sesuatu. “Oh, aku punya hadiah untukmu.”

Kyuhyun mengeluarkan kunci berwarna emas dari dalam sana lalu menunjukannya pada Nayoung. “Tadaaㅡ”

“K-Kunci?”

“Kunci rumah kita.” Kyuhyun tersenyum miring dan menggeandeng Nayoung yang masih memasang wajah tak percaya. “Ayo kita kesana.”

“CUT!!”

Semua orang bertepuk tangan, terkagum-kagum dengan adegan Kyuhyun-Nayoung yang terlihat sangat alami dan romantis.

Kerja bagus, semuanya. Istirahat 30 menit. lalu kita kembali shoot adegan berikutnya. Arraseo?” kata sang sutradara.

Diam-diam senyum puas menghiasi wajah Manager Kim. Meski melakukannya dengan terpaksa, tapi Kyuhyun benar-benar melakukan perannya dengan baik.

*

Annyeonghaseyo, Kyuhyun oppa. Kau baik baik saja disana? Aku hanyㅡ

Hyerin berhenti mengetik dan kembali menghapus kata-katanya. Gadis itu menghela nafas berat, setidaknya itulah yang dia kerjakan sejak kemarin; menulis pesan untuk Cho Kyuhyun untuk sekedar menanyakan kabarnya tapi selalu menghapusnya lagi dan tidak pernah dikirim. Disisi lain gadis itu sebenarnya juga berharap pria itu yang menghubunginya duluan tapiㅡ Hentikan, Hyerin. Bukan saatnya untuk memikirkan yang tidak-tidak.

“Sebentar lagi kompetisinya dimulai.”

Hyerin bergidik, menyadari bahwa dia berada di sebuah ruang tunggu yang megah dan bernuansa era victoria. Keringat dingin membasahi pelipisnya. Baiklah, dia harus siap. Ini saatnya.

Saat untuk mengatakan yang seharusnya.

Enzo berjalan menghampiri Hyerin dengan wajah khawatir. “Kau tidak apa-apa?”

“Enzoㅡ sepertinyaㅡ” Hyerin menggigit bibirnya gugup. “Aku.. aku tidak bisa melakukannya. sejak kecelakaan waktu itu, aku jadi kehilangan kemampuanku untuk melukisㅡ maka dari itu aku.. aku sebenarnya sengaja mengajakmu ikut denganku untuk menggantikanku.”

“A-Apa?” tanya Enzo tidak percaya, sejenak berharap pendengarannya keliru.

“Enzo-yah, tolong gantikan aku.” Hyerin menatap Enzo dengan penuh harap.

“Tapiㅡ”

“Aku tidak bisa, Enzo-ya. Kumohon, tolong gantikan aku. Hanya kau yang bisa melakukannya. Buatlah ibumu bangga.”

Enzo menghela nafas. “Kau tidak perlu sengaja melakukan ini..”

“Enzo-ya, aku tahu melakukan apa yang kuinginkan membuatku bahagia, tapi..” suara Hyerin sedikit serak saat mengatakannya, Enzo bisa merasakan sepertinya gadis itu ingin menangis. “Tapi aku akan lebih bahagia lagi kalau sahabatku juga bahagia.”

Setelah mengatakan itu entah kenapa Hyerin merasakan lambungnya perihㅡ timah panas serasa mengisi perutnya. Gadis itu menutup mulutnya dan berbalik arah.

“S-Sepertinya aku harus ke toiletㅡ” Hyerin berlari keluar ruangan, meninggalkan Enzo dengan tanda tanya besar.

“Hyerin-ah, tunggu!”

*

Ruangan itu penuh dengan suara tepuk tangan yang meriahㅡ mereka semua menatap pria yang berdiri diatas panggung dengan terkagum-kagum; pria yang memenangkan kompetisi melukis internasional dengan lukisannya yang luar biasa.

“Bagaimana perasaan anda, Tuan Enzo?” tanya pembawa acara yang berdiri disebelah pria itu.

“Aku tidak harus berkata apa, aku tidak pernah menyangka bisa memenangkan ini. Aku merasa sangat terhormat.” jawab Enzo di mikrofon. Pria itu sebenarnya tidak begitu senang memenangkan kompetisi ini, dia hanya sedikit lega karena setidaknya dia bisa membuat ibunya banggaㅡ meskipun dengan cara merugikan gadis itu. Enzo berjanji dia akan membalas kebaikan gadis itu, bagaimanapun caranya.

Pria itu berdehem dan kembali berbicara di mikrofon. “Aku benar-benar berterima kasih pada guruku di korea, Nyonya Yoon, yang telah mengajarkanku banyak hal. Dan gadis dilukisanku.. yang telah mengorbankan impiannya agar aku bisa mengikuti kompetisi ini. Aku berharap seseorang bisa menyalurkan bakatnya. Dia adalah gadis yang sangat luar biasa.”

Setelah itu suara ‘oooh’ dan siulan memenuhi diseluruh ruangan. Enzo mengucapkan terima kasih pada mereka dan langsung melompat dari panggung untuk mencari gadis itu. Terakhir kali gadis itu terlihat mual-mual dan dia harus segera mengecek apa yang terjadi padanya.

Baru saja Enzo ingin berlari kearah ruang tunggu, matanya menangkap sosok gadis yang dicarinya keluar dari arah toilet dan menghampirinya dengan langkah gontai.

“Hyerin-ah, apa yang terjadi?” Enzo menggenggam bahu gadis itu, wajah gadis itu yang sedikit pucat membuatnya semakin cemas.

“Ghwenchanayo..” kata Hyerin sambil menutup mulutnya, gelombang panas itu kembali mengoyak isi perutnya. Rasanya ia ingin memuntahkan isi perutnya lagi.

“Kau kenapa? perutmu sakit? ayo kita periksakan ke dokter.” Enzo merangkul pinggang Hyerin, menahannya agar tidak jatuhㅡ tubuh gadis itu terlihat sangat lemas dan tak bertenaga.

“Aku benar-benar tidak apa-apa, Enzo.. Aku hanya ingin sedikit istirahat.”

Enzo mengangkat Hyerin dan menggendongnya tanpa meminta izin terlebih dahulu. Gadis itu terkejut dan pipinya kontan memerah, tapi toh disisi lain dia juga tidak ingin bertingkah konyol dengan memaksakan berjalan dengan kondisi seperti itu kemudian jatuh dan menyusahkan Enzo lebih jauh lagi. Maka akhirnya dia hanya bisa pasrah, kedua kakinya refleks melingkar dipinggang Enzo agar tidak jatuh.

*

Ahn Hyerin duduk nyaman di sofa hotel dengan popcorn berukuran besar dipangkuannya. Perutnya menjadi sedikit lebih baik setelah dibaluri minyak kayu putih yang dibelikan Enzo di supermarket dekat hotel. Pria itu duduk disebelahnya, menatap layar televisi dengan pandangan hampa.

“Hyerin-ah, Kau yakin kau tidak hamil?”

Mendengar itu Hyerin langsung tersedak popcorn dan batuk-batuk. “N-Neh??”

“Wae? Aku serius, Hyerin-ah.. dari tadi kau mual-mual terus, bagaimana kalau kau hamil? Kau sudah.. melakukannya dengan Kyuhyun kan?”

Hyerin tertegun dan bisa merasakan wajahnya memerah seperti udang rebus. Dari mana pria itu tahu? Dia memang pernah bercerita tentang Kyuhyun, tapi tidak sampai sejauh itu!

“N-Nanti akan kuperisakan..” jawab Hyerin malu. “K-Kau tahu, aku ingin nonton drama korea saja.”

“Oh? Okay. Kalau begitu aku mau buat popcornnya lagi, tunggu.” kata Enzo, kemudian bangkit dari sofa dan berjalan ke dapur.

Hyerin meraih remote tv, memindahkan channelnya ke KBS worldㅡ tapi kemudian sesuatu yang ada di layar membuatnya tertegun.

Cho Kyuhyun dan Lee Nayoung, sahabatnyaㅡ tampak sedang duduk berdua disebuah taman, Sejak kapan mereka sedekat itu? dan anehnya disini mereka tidak terlihat seperti teman dekat melainkan.. sepasang kekasih? bahkan sekarang Kyuhyun memuji Lee Nayoung cantik dan membiarkan gadis itu memeluk pinggangnya ketika dia sedang membonceng gadis itu dengan sepeda. 

Deg. Hyerin terkesiap, bukankah ini acara We Got Married?

Hyerin merasakan dadanya sedikit sesak, tapi gadis itu penasaran dan terus menonton adegan Kyuhyun dan Nayoung. Mereka tinggal serumah selayaknya suami-istri. Dan entah kenapa mereka terlihat sangat romantis. Dan cocok.

Yah, Hyerin tahu ini hanya tuntutan peran tapi kenapa setidaknya pria itu tidak memberitahu Hyerin tentang ini? Sesaat Hyerin merasa kesal, tapi kemudian gadis itu sadar dia juga tidak pantas untuk marah. Untuk apa juga Kyuhyun memberi tahunya? Memangnya penting menjaga perasaan gadis itu? Mereka toh bukan menikah karena perasaan.

Enzo baru saja kembali dari dapur dengan kotak popcorn berberukuran besar dan dahinya langsung berekerut. “Hey, kenapa kau ganti channelnya?”

“Tidak ada yang bagus. Aku ingin nonton minion saja.” jawab Hyerin dingin, menggonta-ganti channel secara acak.

“Hey, sejak kapan kau suka minion?!”

*

Nomor yang anda hubungi sedang sibuk. Silahkan mencoba beberapa saat laㅡ

Kyuhyun kembali mematikan sambungannya. dia sudah berkali-kali menghubungi Hyerin untuk memastikan apakah dia baik-baik saja disana tetapi gadis itu mengabaikannya. Ada apa dengan gadis itu? apakah dia sedang sibuk bersenang-senang dengan pria itu? Atau jangan-jangan.. dia marah karena Kyuhyun tidak mengantarnya ke airport? Sial, dia tidak akan bisa hidup dengan tenang kalau begini caranya.

“Sunbaenim!” Lee Nayoung berlari kearah Kyuhyun dengan hamburger berukuran jumbo ditangannya. “Kau tidak makan dari tadi..”

Nayoung menyodorkan hamburger itu. “Ayo makanlah sedikit. Kita syuting sampai malam, lho.”

“Terima kasih.” ucap Kyuhyun dingin seraya mengambil hamburger yang disodorkan Nayoung.

Gadis itu menunduk dan tersenyum segan. “Justru aku yang berterima kasih, sunbaenim mau berkerja sama denganku di acara ini.”

Kyuhyun mengunyah hamburgernya dengan cuek. “Aku melakukannya untuk ibuku.”

Suara tepukan tangan dari arah sutradara membuat mereka menoleh. “Yah! ayo semuanya berkumpul!”

“Jadi di adegan ini, Kyuhyun membantumu mengangkat barang-barang itu untuk ditaruh di rumah baru kalian.” ujar sutradara pada Nayoung sambil menunjuk kearah gudang, tumpukan kardus berukuran besar yang sangat banyak didalam sana.

“ACTION!”

“Yah, istriku, sedang apa kau disitu? kau pikir kau kuat mengangkat barang-barang seberat itu?” omel Kyuhyun ketika melihat ‘istrinya’ mengangkut kardus berukuran besar. Kyuhyun lantas membantu gadis itu.

“G-Ghwenchana, oppa. aku bisa mengangkatnya sendiri.” Nayoung berpura-pura menolak tawaran Kyuhyun dan menepis pelan tangan pria itu tapi dia malah tidak sengaja menyenggol sebuah kardus. Oh, tidak. Sepertinya kardus-kardus itu akan jatuhㅡ

“A-AWAS!!”

*

“Cukup mengejutkan nona Lee tertimpa kardus belasan kilogram tapi lukanya tidak terlalu parah. Mungkin efek sampingnya dia akan menjadi sedikit trauma dengan kejadian itu. Meskipun dia sudah boleh pulang, tapi sebaiknya gadis itu berhenti berkerja untuk sementara dan beristirahat dirumah.”

Kyuhyun menghela nafas berat, pernyataan sang dokter sama sekali tidak membuatnya tenang.

Entah kenapa kejadian itu membuat Kyuhyun membenci dirinya sendiri. Ini bukan pertama kalinya seorang gadis mengorbankan dirinya demi menyelamatkannya dari kecelakaan. Jika sebelumnya Minyoung yang menyelamatkannya, sekarang Nayoung yang membiarkan dirinya tertimpa barang berat demi menyelamatkan pria itu.

“Kyuhyun-ah!!’

Suara yang familiar membuat Kyuhyun menoleh. Ibunya berlari kearahnya dengan tergesa-gesa, wajahnya terlihat sangat panik seolah putranya lah yang terluka.

“Ya tuhan, kau baik-baik saja?” Nyonya Shin-Ah khawatir, kedua tangannya menangkup wajah putranya. “Apa yang terjadi, Kyuhyun-ah?”

“Kenapa eomma ada disini? pulanglah. Eomma harus istirahat.” suruh Kyuhyun.

Nyonya Shin-Ah menggeleng cepat. “Tadi managermu meneleponku kalau kau kecelakaan. Kau sungguh tidak apa-apa, Kyuhyun-ah?”

Kyuhyun menggeleng. “Aku baik-baik saja, eomma. Lukaku tidak ada apa-apanya dibanding Nayoung.”

Raut wajah Nyonya Shin-Ah yang semula panik berubah sekarang terlihat bingung. “Nayoung?”

*

Kyuhyun dan ibunya mengikuti sang dokter kedalam ruang unit gawat darurat, melewati beberapa pasien kecelakaan dan sakit parah, jeritan dan tangisan terdengar dimana-mana. Jantung Kyuhyun berdegup kencang. Suasana mencekam ini mengingatkannya pada kejadian yang menimpa kekasihnya. Semoga saja gadis itu tidak mengalami nasib yang sama dengan Minyoung. Tak lama kemudian mereka berhenti didepan seorang gadis yang terbaring lemah diatas ranjang dan Nyonya Shin-Ah langsung terkejut melihatnya.

“Ya tuhan.. apakah dia harus dirawat inap?” Nyonya Shin-Ah tampak lebih khawatir dari sebelumya. Kepala gadis ini sampai diperban, sepertinya sangat sakit.

“Tidak, lukanya juga tidak terlalu serius. Dia boleh pulang sekarang.” jelas dokter.

Tiba-tiba Nayoung membuka matanya perlahan. sayup-sayup menatap Kyuhyun dan wanita paruh baya dan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.

“N-Nayoung, kau..” gumam Kyuhyun.

Nayoung mengedarkan pandangannya kesekelilingnya. “D-Dimana aku?”

“Dirumah sakit. Kau telah menyelamatkan Tuan Cho dari kecelakaan di studio tadi. Jika tidak, mungkin Tuan Cho sudah cedera parah.” ujar dokter. Nayoung terkejut.

“N-Neh?”

“Nayoung-ah, kau tidak apa-apa?” tanya Nyonya Shin-ah khawatir. “A-Aku ibunya Kyuhyun.”

“O-Oh, Aku tidak apa-apa, ahjummaㅡ Kenapa ahjumma datang kesiniㅡ a-aduhhㅡ” Nayoung memegangi kepalanya.

“K-Kenapa? kepalamu sakit?” tanya Nyonya Shin-Ah cemas. “Dokter, bisa tolong di cek lagi?”

“T-Tidak perlu! Aku benar-benar tidak apa-apa, ahjumma. Hanya sedikit pusing.”

“Yaampun, Nayoung-ah.. aku harus membalas kebaikanmu.” Nyonya Shin-Ah membungkuk dan memeluk Nayoung. Senyum tipis mengembang di bibir gadis itu.

“Aniyo, Ahjumma.”

“Kyuhyun-ah, Kau harus mengantarnya pulang.”

*

Nyonya Lee tersentak begitu membuka pintu rumahnya dan mendapati Cho Kyuhyun yang membopong putrinya dengan perban dikepalanya.

“Aigoo, Nayoung-ah! K-Kau kenapa?” tanya Nyonya Lee panik. “Kyuhyun-ah, apa yang terjadi?”

“Aku hampir tertimpa properti di studio tadi tapi Nayoung berusaha menyelamatkanku.” jelas Kyuhyun. “Dokter bilang dahi Nayoung hanya sedikit tergores, tapi lebih baik istirahat untuk sementara ini.”

“N-Neh.. aku tidak apa-apa, eomma.” timpal Nayoung.

“Aigoo.. syukurlah kalian tidak apa-apa.” Nyonya Lee mengelus dadanya, hampir saja dia terkena serangan jantung. “S-Silahkan masuk, Kyuhyun-ah, kamarnya sebelah dapur.”

Kyuhyun menuntun Nayoung kedalam kamarnya dengan susah payah dan membantunya berbaring di ranjangnya tapi gadis itu menyingkirkan tangan Kyuhyun.

“A-Aniㅡ aku bisa sendiri, sunbaenim.” ujar Nayoung.

Kyuhyun mendecak. “Jangan lakukan itu lagi, arraseo?”

Nayoung menundukkan kepalanya. “Ne.. mianhae, sunbaenim..”

Kyuhyun menghela nafas, menatap gadis itu dengan perasaan bersalah. “Terima kasih sudah menolongku.”

Nayoung tidak menggubris, tapi bibirnya membentuk senyum yang sangat kecil.

“Sunbaenim.. bolehkah aku menyukaimu?”

Kyuhyun tertegun. Gadis itu tiba-tiba berdiri didepannya dan melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun, memeluk pria itu dengan erat.

“Aku tahu ini salah tapi.. kita tidak bisa memilih pada siapa kita jatuh cinta, kan?” Nayoung menyenderkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun. Sementata pria itu hanya diam ditempatnya dan menutup matanya. Apa yang sebenarnya diinginkan gadis ini darinya?

*

Enzo mengerenyit melihat Hyerin yang sama sekali tidak menggubris ponsel disakunya berdering. “Kenapa tidak diangkat?”

“Tidak usah.” jawab Hyerin sambil menggosok-gosok tangannya sendiri dan meniupnya. Detik berikutnya ponselnya kembali berdering dan gadis itu menghela nafas. Kenapa pria itu baru meneleponnya sekarang? Ada apa dengannya? bukannya dia sedang bersenang-senang dengan gadis itu? atau ada sesuatu yang butuhkan hingga dia meneleponnya? Cih, pria itu mengubunginya kalau ada butuhnya saja.

“Kau kelihatan belum sehat, tidak apa-apa kalau kita lanjutkan perjalanannya?” tanya Enzo khawatir melihat Hyerin yang dari tadi hanya menggosok-gosok tangannya sambil melamun.

“Aku masih kuat, Enzo-ya.” Itu bohong. Sejujurnya mood nya terbang keluar sejak kemarin. Tapi apa boleh buat, mereka sudah jauh-jauh datang kesini, tidak mungkin kan dia bilang malas keluar dan mengecewakan Enzo?

“Coba kita lihat listnya.” Enzo mengeluarkan notes milik Hyerin dan membaca apa saja yang ingin dia lakukan di paris.

Hyerin tersenyum melihat Enzo, Pria itu sangat baik padanya. Kalau saja dia tidak pernah mengenal Cho Kyuhyun, mungkin saja sekarang ini dia sudah benar-benar jatuh cinta dengan sosok Enzo yang begitu perhatian. Pria itu juga sangat tampan. Sebenarnya Hyerin juga sempat bertanya-tanya kenapa Enzo tidak juga mempunyai kekasih sampai sekarang ini. Padahal gadis bodoh mana yang rela melewatkan seorang Enzo begitu saja?

“Dinner di Menara eiffel.. Tidak, mari kita lewatkan yang ini.” Enzo menggeleng cepat. “Kau harus menyimpannya. Sebaiknya sekarang kita ke nomor selanjutnya, museum Louvre.”

*

Ahn Hyerin menapak lantai marmer dengan langkah gontai, menatap apapun yang ada di museum ini dengan pandangan kosong. Bukannya dia tidak tertarik dengan lukisan-lukisan yang luar biasa disini, tapi fakta bahwa Kyuhyun tidak mencoba menghubunginya lagi membuatnya tidak tenang. Bahkan bukannya menikmati lukisan, dia malah mengecek ponselnya berkali-kali. siapa tahu ada telepon dari Kyuhyunㅡ yah, meskipun pria itu hanya akan menanyakan soal kepentingannya sendiri tapi setidaknya dia ingin mendengar suaranya saja.

Aish, sebenarnya apa maumu, Ahn Hyerin? kau berkali-kali mengabaikannya tapi sekarang kau malah berharap pria itu kembali meneleponmu.

Baiklah, meskipun dia kesal pada pria itu, tapi tak bisa dipungkiri, dia memang sedikit merindukannya. atau mungkin banyak.

Hyerin baru saja memasukkan ponselnya kembali kedalam sakunya tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dia sempat berharap bahwa itu dari Kyuhyun tapi tidak, itu bukan dari Kyuhyunㅡ dia sudah membedakan nada dering sendiri untuk pria itu.

Gadis itu mengangkatnya dan mendengar suara ibunya dari ujung sana. “Yeoboseyo, eommaㅡ”

“Hyerin-ah, kau baik-baik saja? Kyuhyun menghubungimu berkali-kali tapi tidak diangkat.”

“N-Neh?!?” Hyerin terperangah. Tidak percaya Kyuhyun sampai menelepon ibunya untuk menghubunginya. Apa ada sesuatu yang sangat mendesak? “Memangnya ada apa, eomma? Kyuhyun oppa tidak apa-apa kan?”

“Dia bilang dia minta maaf karena tidak bisa mengantarmu ke airport waktu itu.” terang ibunya. “Sebenarnya dia sudah akan berangkat ke airport tapi karena ada masalah di kantornya dia jadi telat dan tidak sempat menemuimu.. Kasihan dia..”

“J-Jinjja?”

Senyum mengembang di wajah cantik Hyerin. Entah kenapa mendengar itu membuat Hyerin senang, meskipun dia tidak mendengarnya langsung dari Kyuhyun. Ternyata Kyuhyun masih ingat padanya. Bahkan pria itu sampai repot-repot menghubungi ibunya untuk menyampaikan maafnya.

“Bilang padanya aku tidak marah.” kata gadis itu sambil tertawa kecil.

Gadis itu memeluk ponselnya. Dia sangat ingin bertemu pria itu, tapi dia tidak boleh egois. Enzo pasti masih ingin menghabiskan waktu di paris. Ini adalah cita-cita pria itu sejak dulu. Cita-cita Hyerin dan Enzo.

“Sudah hampir malam, kau belum makan.” Enzo tahu-tahu sudah berdiri didepannya. “Ayo kita makan.”

Tak lama kemudian mereka berdua keluar dari Louvre dan pemandangan didepan mereka membuat Hyerin terkagum-kagum.

“Wah..” Gadis itu memandang menara eiffel dari pinggir danau dengan mata berbinar-binar. Dia tidak pernah tahu kota paris seindah ini saat malam hari.

“Bagus ya?” Enzo tertawa kecil melihat ekspresi Hyerin yang menurutnya lucu. “Mau makan di jembatan ini saja?”

Hyerin mengangguk dengan semangat.

“Baiklah, tunggu sebentar.” Enzo mengacungkan telunjuknyaㅡ menyuruh gadis itu untuk menunggu ditempatnya. Gadis itu menurut, berdiri ditempatnya sambil memperhatikan Enzo yang sedang berjalan ke sebuah stan kecil dan tak lama kemudian kembali dengan dua hotdog di tangannya.

“Terima kasih.” Hyerin menerima hotdog pemberian Enzo, lalu duduk dipinggir danau seraya meniup-niup makanannya yang masih panas.

Enzo ikut duduk disebelah Hyerin dan menyenderkan kepala gadis itu di bahunya tanpa persetujuan terlebih dahulu, jaket yang membalut tubuhnya dia lepas untuk menyelimuti gadis itu. Hyerin terkesiap, kedua pipinya bersemu merah.

Detik berikutnya suasana menjadi hening. Hyerin mengunyah hotdognya dengan pelan dan berusaha tak menghasilkan suara apapun. Enzo juga tidak berbicara tapi Hyerin bisa merasakan pria itu sedang memperhatikannya.

“Terima kasih, Ahn Hyerin.” suara serak Enzo memecahkan keheningan.

“Tadi malam aku berpikir, bagaimana caranya membalas kebaikanmu. Seandainya keadaannya berbeda, aku pasti akan mencari cara untuk membuatmu bahagia.. tapi pada kenyataannya, aku sudah kalah dengan Cho Kyuhyun.” kata Enzo lirih, gadis yang bersandar di bahunya hanya diam seribu bahasa tapi pria itu berbicara lagi. “Karena itu.. aku tidak bisa berbuat apapun untuk membalasnya. Maafkan aku, Hyerin-ah..”

Pria itu mentertawai dirinya sendiri. “Aku ini.. terlalu berlebihan ya? terlalu puitis, terlalu baik, terlalu merendah. Mungkin kau mengira sampai sekarang aku tidak mempunyai kekasih karena sifatku yang seperti itu.. tapi kau salah.”

Enzo menatap pemandangan indah didepannya dengan hampa. “Padahal itu karena.. Kau masih adalah alasan kenapa aku belum membuka hati untuk siapapun hingga sekarang ini.”

Gadis itu tidak menjawab, tapi nafasnya yang teratur dan dengkuran kecil menandakan dia tidak mendengar perkataan Enzo sedari tadi.

“OyㅡKau tidur ya?” Enzo menghela nafas kecewa tapi kemudian dia tersenyum geli melihat gadis itu yang tertidur seperti bayi, sangat menggemaskan. seandainya keadaannya berbeda, dia sangat ingin mencium pipi gadis ini.

“Selamat tidur, Ahn Hyerin…”

*

Hyerin membuka pintu dan menampakkan pria tampan dengan koper ditangannya.

“Bonjour, Madamoiselle.” sapa Enzo ramah dengan logat prancis.

Hyerin tersenyum geli, menepuk kursi didepan meja makanㅡ menyuruh pria itu duduk disitu. “Silahkan duduk. Aku membuat pasta untuk sarapan.”

Pria itu menyeret kopernya kedalam lalu duduk dikursi yang disediakan Hyerin untuknya.

Gadis itu berdehem. “Enzo-yah, seingatku.. tadi malam aku ketiduran.. bagaimana aku bisa masuk ke kamarku? apa aku mengigau?”

“Aku menggendongmu.” jawab Enzo singkat.

“O-Ohㅡ” Gadis meletakkan piring didepan pria itu dengan sedikit salah tingkah, kedua pipinya bersemu merah karena malu.

Pria itu menggumamkan terima kasih lalu berdoa sebentar sebelum kemudian menyantap sarapannya dengan semangat.

“Ngomong-ngomong, kenapa kau bawa koper? mau kemana?” tanya gadis itu lagi seraya duduk disebelah pria itu dan mulai menikmati sarapannya.

“Pulang.. kan?” jawab Enzo dengan mulut penuh pasta. “Baru saja aku ingin menyuruhmu untuk mengemasi barang-barang.”

“N-Neh?”

“Kau ingin segera bertemu dengannya bukan?” jawab Enzo santai tapi mampu membuat gadis itu tersentak, bahkan hampir menjatuhkan sendoknya saking kagetnya. Tepat sasaran. Dan bagaimana pria itu bisa tahu?!

“G-Geundae.. Kita belum melakukan semua yang ada di listnya.. kan?”

“Kau bisa melakukannya dengannya nanti.”

“Enzo-yaㅡ”

“Aku bahagia ketika aku bisa bersamamu tapi.. aku lebih bahagia jika melihat sahabatku bahagia.”

Hyerin menatap Enzo dengan iba, lalu kembali menyendok pastanya. “Itu kata-kataku, ppabo-ya.”

“Tapi serius, Hyerin-ah.” Enzo tertawa kecil, tapi Hyerin bisa mendengar suaranya sedikit serakㅡ seperti menahan tangis. “Aku pernah berjanji pada diriku sendiri; aku akan melepaskanmu ketika aku sudah melihatmu bahagia, dan sepertinya kau sudah menemukan kebahagiaanmu.”

Hyerin menghela nafas berat dan meletakkan sendoknya di piring. Pandangannya yang semula tertuju pada Enzo kini beralih ke jendela didepannyaㅡ dia tidak tega melihat wajah Enzo yang begitu pasrah.

Pria itu baru saja berkata bahwa dia merelakannya. Dan entah kenapa fakta itu membuat Hyerin merasa sangat bersalah.

Hyerin tersenyum masam. “Enzo-ya.. aku harap kau mendapatkan seseorang yang baik dan pantas untukmu.”

Tapi sebaliknya Enzo malah tersenyum, merangkul gadis itu dan menepuk-nepuk punggungnya. “Ne.. pasti, Hyerin-ah.”

*

“Memangnya tidak bisa ditunda? Kan sudah kubilang pada semua orang kalau hari ini aku harus menjemput istriku di bandara.” omel Kyuhyun di telepon habis-habisan. Kemarin dia tidak bisa mengantar Hyerin ke bandara karena Nayoung, dan sekarang dia juga tidak bisa menjemputnya karena harus datang ke agensi lagi. Siapa yang tidak kesal?

“Yah, jangan bertingkah seperti kau bos disini. Semua orang juga punya kepentingan, bukan cuma kau saja. Kau tidak bisa mengacaukan jadwal semua orang demi kepentinganmu sendiri.”

Kyuhyun mendesah frustasi, seandainya waktu bisa diputar dia lebih memilih sebagai orang normal saja dan tidak perlu mengalami semua ini. “Arra, arraa, aku kesana sekarang. kau senang?”

Pria itu menutup teleponnya dengan kesal sambil membuka pintu rumahnya namun tubuhnya tersentak menemukan seorang gadis cantik berdiri didepan pintu. gadis yang sudah lama dia tunggu kedatangannya. gadis itu sudah pulang.

“K-Kenapa oppa melihatku seperti itu?” kata gadis itu sambil menyelipkan rambut panjangnya dibelakang telinganya dengan gugup, pipinya yang seputih susu terlihat sedikit memerah karena malu.

Ahn Hyerin terlihat seperti boneka hidup.

Kyuhyun merasakan jantungnya berdebar kencang dan perasaan rindu langsung menyapu hatinya. Sial, kenapa dia? dia tidak pernah mengalami reaksi seperti ini sebelum gadis itu pergi. Tapi kenapa sekarang rasanya berbeda ketika melihat gadis itu?

“Kau tahu.. kau harus istirahat.” kata Kyuhyun dingin lalu berbalikㅡ meskipun sebenarnya dia sedang menahan dorongan kuat didalam dirinya untuk tidak menarik gadis itu kedalam pelukannya atau setidaknya mengatakan bahwa dia merindukan gadis itu.

Hyerin mengangguk lemah dan menyeret kopernya kedalam rumah. Sebenarnya dia mengharapkan reaksi yang lebih dari itu; setidaknya mengatakan bahwa dia menunggu kehadiran dirinya. Jangan bodoh, Hyerin. Dia tidak akan pernah mengatakan itu. Seharusnya kau senang karena setidaknya dia memberikan sedikit perhatian padamu.

Hyerin berbalik dan menatap pria itu. “Ituㅡ sebenarnya.. aku membawa sesuatu untuk oppa.”

“Mwo?” Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk pergi dan menghampiri istrinya yang sedang mengambil sesuatu didalam kopernya.

“Cah.” Hyerin menyodorkan kantong kecil berisi donat berwarna biru pada Kyuhyun kemudian mengambil untuknya sendiri yang berwarna pink. “Disana lebih banyak pasta dan sandwich. tapi karena oppa lebih suka makanan pencuci mulut jadi aku beli ini saja..”

Kyuhyun terdiam, bertanya-tanya dari mana gadis itu tahu kalau dia menyukai makanan pencuci mulutㅡ tapi kemudian dia teringat bahwa gadis itu memang penggemarnya, wajar saja kalau gadis itu tahu apa yang dia suka.

“Thanks.” ucap Kyuhyun singkat, menatap donat berbentuk hati dengan fla berwarna biru diatasnya.

Kyuhyun memutuskan untuk duduk sebentar di sofa ruang tamu dan memakan donat pemberian Hyerin.

“Bagaimana perjalananmu?” tanya Kyuhyun pada Hyerin.

“Biasa saja.” balas Hyerin seraya duduk disebelah Kyuhyun.

“Memangnya kau tidak jalan-jalan dengan pria itu?”

“Hng? Tidak.” jawab Hyerin berbohong.

“Oh..”

“Kalau oppa bagaimana?”

“Yah seperti biasa, aku hanya bolak-balik ke agensi untuk latihan koreografi dan rekaman.” jawab Kyuhyun berbohong.

“Oh? Bukannya oppa liburan dengan Nayoung ke pulau jeju? Aku melihatmu di tv.” tanya Hyerin polosㅡ lebih terlihat seperti menyindir.

Kyuhyun tersedak dan batuk-batuk mendengar itu. Dan dia sebut apa itu.. liburan? “M-Mwo? K-Kau melihatnya? bukannyaㅡ”

“Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa, hanya saja..” Kyuhyun mengalihkan pandangannya. “Hanya saja disitu aktingku jelek sekali.”

“Tidak kok.. malah kelihatan sangat menghayati.” komentar Hyerin santai dengan donat di mulutnya. “Kalian terlihat seperti suami-istri betulan.”

“M-Mwoya?!?!”

“Wae?” Hyerin mendengus menahan tawa melihat ekspresi terkejut Kyuhyun yang menurutnya lucu. “Kenapa oppa kaget begitu?”

“A-Aniㅡ” jawab Kyuhyun pelan, donat didalam mulutnya tiba-tiba tidak ada rasanya dan dia mendadak lupa bagaimana caranya mengunyah. Ahn Hyerin ternyata benar-benar menakutkan.

“T-Tolong lupakan saja, itu hanya acara bodoh.” Kyuhyun bangkit dari sofa dan keluar dari rumah tanpa melirik gadis itu sedikitpun. Sial, dia terlihat seperti suami yang habis tertangkap selingkuh oleh istrinya saja.

“Yah, oppa, kau tidak minum?!” teriak Hyerin, senyum geli masih menghiasi wajah cantiknya.

Gadis itu kemudian menyeret kopernya ke kamarnyaㅡ bermaksud memasukkan baju-baju dari kopernya kedalam lemari namun tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Apa pria itu kembali lagi? Gadis itu kontan meninggalkan pekerjaannya, berjalan ke pintu depan dan membukanya.

Detik berikutnya gadis itu mengerutkan keningnya bingung melihat tidak ada siapapun di depan pintu. Tapi sebuah amplop coklat berukuran sedang berada di dekat kakinya membuatnya sedikit terkejut. Gadis itu kemudian membukanya dan menemukan kartu undangan yang membuat alisnya berkerut.

*

“Kau diundang ke MBC music awards?” Nyonya Ahn membolak-balik undangan atas nama SM Entertainment yang ditujukan untuknya. Gadis itu jadi ragu apakah dia harus datang atau tidak jadi dia memutuskan untuk datang kerumah ibunya untuk meminta pendapat ibunya. Ini sangat anehㅡ dan juga sangat mendadak. Hyerin masih bertanya-tanya, Untuk apa mereka mengundang Hyerin?

“Hmmm, mungkin saja hari ini Kyuhyun perform, dan mereka ingin istrinya menontonnya.” komentar ibunya. “Mereka ingin membuat kejutan untuk Kyuhyun, mungkin?”

Hyerin termenung. Tapi masa mereka sepeduli itu? lagipula tidak semua orang di SM tahu hubungannya dengan Kyuhyun.

“Lagipula tidak mungkin kan kau tiba-tiba diundang kalau tidak ada yang harus kau lihat?” kata ibunya lagi.

“Coba datang saja, Hyerin-ah. Kyuhyun pasti senang kalau istrinya menontonnya menyanyi.”

*

Ahn Hyerin memilih duduk dideretan tengah-tengah yang nyaman. dadanya berdebar kencang. Ini pertama kalinya dia menonton suaminya menyanyi secara langsung. Acara ini sangat meriah, banyak artis-artis terkenal yang tak pernah dia temui sebelumnya. Mata gadis itu berbinar-binar melihat beberapa aktor drama favoritnya yang diundang ke acara iniㅡ tapi tiba-tiba saja ekspresinya berubah ketika matanya menangkap sekelompok gadis-gadis cantik yang sedang tertawa di pojokan; mereka semua terlihat gembira seolah tidak terjadi apa-apa setelah kehilangan salah satu anggota mereka.

“Kau tahu? Kyuhyun oppa digosipkan sudah menikah dengan gadis biasa namanya Hyerin. Tapi katanya hoax. Katanya Hyerin yang membuat berita itu.”

Suara disebelahnya mengusik pendengaran Hyerin. Gadis itu spontan menoleh ke asal suara itu dan menemukan dua orang gadis yang memakai masker.

“Hahh gadis seperti itu cuma ingin tenar.”

“Mana mungkin selera Kyuhyun oppa serendah itu.”

“Paling dia hanya wanita murahan. Iya kan?”

“Jangan bicara sembarangan, memangnya kalian tahu apa tentang dia?” sergah Hyerin.

Kedua gadis itu tampak terkejut. “J-Jogiyo?”

“Bagaimana kalau ternyata yang kalian bicarakan itu sama sekali tidak benar? Apakah kalian pernah berpikir kalau saja kalian ada di posisi gadis itu? Apakah kalian tidak sakit hati? Aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran netizen.”

“Aku memang tidak tahu banyak tentang gadis itu. Tapi aku bicara begini karena aku pernah bertemu dengan dia. Asal kalian tahu, dia sudah mengorbankanㅡ” Hyerin tertegun dengan ucapan yang lolos begitu saja dari mulutnya. “Sudahlah, percuma saja kalian membicarakan gadis itu. Menghakimi gadis itu tidak akan membuat kalian lebih baik dari dia.”

Kedua gadis itu akhirnya terdiam, hanya menatap Hyerin dengan tatapan anehㅡ sebelum kemudian suara berat yang merdu menggema diseluruh ruangan dan membuat suasana menjadi hening sejenak. Semua orang terdiam dan perhatian mereka hanya tertuju pada satu orang.

Cho Kyuhyun berjalan ke panggung sambil melantunkan sebuah lagu dengan suaranya yang merdu. Hyerin terkagum-kagum melihatnya. Dia tahu lagu ini. Lagu two personㅡ lagu yang dinyanyikan pria itu di hari pernikahan mereka.

Tanpa sadar bibir Hyerin membentuk senyuman yang sangat kecilㅡ tapi tiba-tiba suara lain terdengar dan semua pandangan beralih ke sosok gadis yang keluar dari belakang panggung

Lee Nayoung berjalan dengan anggun kearah Kyuhyun sambil ikut bernyanyi. Detik kemudian mereka saling menatap dan berpegangan tangan.

Melihat itu senyum di wajah Hyerin kontan memudar.

Tak lama kemudian lagu yang dibawakan Kyuhyun dan Nayoung selesai. Kyuhyun membungkuk, melempar senyum pada semua penonton dan senyum di wajah tampannya kontan menghilang begitu melihat sosok gadis yang menarik perhatiannya. Jantung Hyerin berdegup kencang menyadari ekspresi Kyuhyun kontan berubah begitu melihatnya dan menatapnya dengan dingin.

Apa dia mengganggunya?

Hyerin mengangkat tasnya dan buru-buru meninggalkan studio, tapi tiba-tiba di tengah jalan dia merasa seseorang menarik tangannya. Gadis itu berbalik dan menarik nafas kaget.

Cho Kyuhyun tahu-tahu berada didepannya dan menatapnya dengan tajam. “Apa yang kau lakukan disini?”

Hyerin mendengus kesal. “Kenapa oppa selalu bertanya seperti itu setiap melihatku? apa yang aku lakukan disini, apa yang aku lakukan disituㅡ memangnya kenapa kalau aku berada di satu tempat yang sama denganmu? apakah itu sangat mengganggumu?”

“M-Maafㅡ” Gadis itu menutup mulutnya dan berlari meninggalkan Kyuhyun.

“Hyerin-ah!!”

*

Langkah Hyerin terhenti, entah sudah berapa lama dia berlari dan dia hampir kehabisan nafas. Gadis itu menatap sepatu biru gelap yang dikenakannya dengan mata berkaca-kaca. Apa yang dia lakukan? melarikan diri karena cemburu? bukankah itu hal yang konyol?

Tidak. dia hanya sedih. Dia sedih dengan kenyataan bahwa kehadirannya mengganggu Kyuhyun. Pria itu bahkan tidak menjemputnya ketika dia pulang dari paris. Dan yang lebih menyedihkan lagi, teman-temannya lebih peduli padanya daripada pria itu sendiri, mereka seperti.. memaksa Kyuhyun untuk peduli pada gadis yang tidak dia cintai.

Bagaimana perasaan Kyuhyun saat diperlakukan seperti itu? Tentu saja pria itu merasa terganggu. dan tentu saja pria itu merasa malu karena tidak ada yang bisa dibanggakan dari istrinya. Tidak, Seharusnya dia tidak usah datang.

Hyerin menutup matanya, membiarkan genangan di pelupuk matanya lolos begitu saja. Dia tidak menyangka kalau ternyata sesulit ini. Apakah dia harus berhenti berusaha? Tapi.. dia sudah sejauh ini. Ada sesuatu dibalik semua ini yang harus dia perjuangkan.

“Ahn Hyerin!!”

Hyerin membeku mendengar suara di belakangnya.

“Kenapa kau pergi?”

Gadis itu berhenti dan mengusap matanya yang basah, dadanya kembali sesak menyadari sosok yang menjadi sumber kesedihannya berdiri beberapa meter dibelakangnya.

Kenapa pria itu mengejarnya?

“A-Aku minta maaf kalau aku menggaggumu.” ucap Hyerin dengan suara bergetar.

Gadis ini bicara apa? hampir seminggu Kyuhyun hampir gila karena selalu memikirkan gadis itu dan sekarang gadis itu bilang kehadirannya mengganggu Kyuhyun?

Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam, bagi pria itu menyatakan perasaannya adalah hal tersulit yang pernah ada; karena itulah dia selalu menyimpan apapun yang dirasakannya didalam hati. Tapi sepertinya kali ini dia benar-benar harus berkata yang sejujurnya pada gadis itu.

“Bukannya aku tidak suka jika kau berada ditempat yang sama denganku, hanya saja.. kau selalu datang disaat yang tidak tepat.” kata Kyuhyun membuat Hyerin tertegun.

“A-Apa maksudmu?”

“Saat ini aku tidak ingin kau melihatku dengan gadis lain. Belum lagi disana banyak penggemarku, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu. Sejujurnya, Ahn Hyerin.. aku hanya ingin menjaga perasaanmu.” Kyuhyun menghela nafas berat.

Gadis itu merasakan air matanya kembali membasahi wajahnya. Benarkah? Benarkah Cho Kyuhyun melakukan semua ini untuk menjaga perasaannya? Dibalik sifatnya yang dingin itu.. ternyata dia peduli?

“Awalnya aku juga tidak mengerti kenapa aku sangat ingin menjaga perasaanmu, kenapa aku merasa sangat kehilangan ketika kau pergi dan kenapa aku merasa kesal ketika melihatmu bersama pria lain “Tapi sekarang aku sadar, semua itu karena.. aku menyukaimu, Ahn Hyerin.”

Hyerin berbalik dan menatap pria yang sekarang berdiri didepannya dengan tidak percaya.

“A-Aku..” 

Kyuhyun menarik Hyerin dan memeluknya eratㅡ membuat gadis itu kontan bersandar didada Kyuhyun yang bidang. Jantung gadis itu berdebar kencang merasakan tubuh Kyuhyun yang hangat. “Aku menyukaimu, hanya itu. Aku tidak butuh respon apapun darimu.”

Gadis itu memejamkan mata, membalas pelukan Kyuhyun lebih erat. Pria itu mengelus rambut panjang Hyerin dan menghirup wanginya. Rasanya lega. Mengungkapkan perasaan yang dia pendam membuat hatinya terasa ringan.

Setelah menit yang sangat membahagiakan itu tiba-tiba cahaya yang sangat terang dan suara klakson mobil mengagetkan mereka.

Kyuhyun terbelalak, dengan cepat dia mendorong gadis itu ke pinggir jalan tapiㅡ

“K-Kyuhyun oppa!!!”

*

PLAK

“Kau benar-benar tidak berguna. Bagaimana bisa meleset?”

“M-Maaf Nyonya Lee, saat aku hendak menabrak gadis itu tiba-tiba Tuan Cho malah menghalanginya dan akhirnya..”

BRAK!

Nyonya Lee menarik nafas kaget begitu pintu dibelakangnya terbuka dan menemukan putrinya yang bersimbah air mata.

“Akhirnya apa? Kyuhyun oppa yang celaka? begitu?” tanya Nayoung lirih, dia sudah menangis sejak mendengar pembicaraan ibunya dengan anak buahnya dari balik pintu.

Nyonya Lee memeluk putrinya erat-erat. “Mianhae, Nayoung-ah..”

“Hiks..” Nayoung hanya terisak dipelukan ibunya. dia benar-benar tidak akan memaafkan Hyerin jika sampai terjadi apa-apa pada Kyuhyun.

Nyonya Lee tersenyum licik dibelakang putrinya. “Tenang saja, putriku sayang. Aku pasti akan segera menyingkirkan gadis itu lalu.. kita lihat siapa pemeran utama disini.”

-To Be Continued-

Huaaa mian klo absurd, setelah ff ini selesai author bakal bikin yang baru lagi kok. Jangan lupa RCL~

Advertisements

39 thoughts on “Different Person [Chapter 3]

  1. Hahhh kecelakaan disengaja??? Michiii
    Moga kyu gpp, hyerin juga soalny tanda” hamil..ohh nayoung sahabat jidad apa nusuk dari belakang gitu. Uhhh greget

  2. ishhhhhhh nayoung n ibunya kejam mau bunuh hyeein ra pasti wktu minyoung kecelakaan yg ngerencanain psti nayoung n ibunya skrg giliran hyerin dsr tu org cieeeee kyu udh ngungkapin perasaan nya ke hyerin n kyu gx mau cewex yg nyelamatin dia lagi makanya gesit bgt nolong hyerin btw enzo bt gue aja eon

  3. Ya sekideurel la no mwoya?
    Hih dasar ga tau diri lu, udh tau kyuhyun udh punya istri msh aja bichinsaekia
    Ema sma ank sma busuknya

  4. Isssh, udh bsa sya tebak thor, klu nayoung dan ibunyaa sgt licik. Apalagi nayoung dan kyuhyun stu agensi dan pas acra keluaga ahn juga ibunya nayoung menjelek2kan hyerin. Laluuu apa yg trjdi dgn hbngan kyuhyun dan hyerin thor? Pdhl kyuhyun bru sja mngatakan bahwa dia mnyukai hyerin😯dtnggu nextnyaa thor. Fighting😀

  5. ya ampun.. geu yeojaa 😷😷😷😷
    brati shin minyoung menunggal juga karena dia, tapi kecelakaan itu gimana sih kronologinya? aku masih bingung disitu

    1. uwaa hyun akhirnya nongol lagi, oraenmaniyaa😘 yang itu dibahas di akhir kok, pokoknya di part 1 yang pas minyoung mati karena kecelakaan+ hyerin kecelakaan itu gaada hubungannya kok, mereka cuma kebetulan aja kecelekaannya bareng terus rumah sakitnya juga sama. maaf klo ngebingungin yaa😅 emang ngebingungin sih wkwk

  6. Aissshhhh nayoung kok sanvar amat….
    Knpa lagii iniii
    Disaat kyu udh nyatain perasaannya pengganggu slalu aja bermjnculann…

    Nayoung si iblis betinaaa….

  7. Ternyata benar kta kyuhyun oppa nayoung itu gk sebaik yg hyerin pikirkan,,
    Omg kyuhyun oppa kah yg ke tabrak,,
    Kok nayoung nyalahin hyerin sih,,
    Kasian banget hyerin,, semoga dia tabah menghadapi semua cobaan ini,,

  8. anak sm ibu sama aja, suka ganggu hubungan orang 😡 dan sekarang buat ngenyingkirin hyerin ibunya nayoung smpe mau nabrak hyerin tpi malah kyu yg kena. yg bikin kesel lgi, mereka malah nyalahin hyerin yg gak lakuin apa² .. moga aja kyu gak apa²

  9. annyeong kak authornim
    aku readers baru disini. ijin baca yaa. nemu langsung dr part 3 ini, teus baca part 2.
    ga baca part 1 tapi tetap bisa nangkep inti cerita ny wkwk
    aku kok kasian sama hyerin ya, kayak d awang2 nasib dia, s kyuhyun ny ga jelas ga tegas juga. masa iya cuma gara2 jaga perasaan kayak gitu. itu nayoung gue gerammm, kira baik tau ny.. ihh mintak gue cabein tuh..
    semangat lanjut ny kakk

  10. Sejak awal nayoung sama mamanya keliatan suka nyari perkara. Kalau kyuhyun meninggal nayoung mau apa? Hyerin pasti nggak nyangka teman nya yg dia kira baik malah nusuk dia dari belakang. Duuuuhhh ingin ku santet nayoung dan ibunya 😂

  11. Jahat sekali nyonya lee itu >_< dasar wanita peot juga-_- yang disalahin itu ibunya bukan hyerin 😦 nayoung dasar wanita naif dan jahat huweeekkk
    Baru aja kyuhyun menyatakan perasaannya ke hterin tapi udah ada bencana lagi 😥 semoga tidak terjadi apa2 terhadap kyuhyun 😥 😥

  12. Dasar nayeong si nenek sihir, ternyata dia benar2 mempunyai rencana jahat terhadap hyerin.
    Semoga aja kyuhyun gak kenapa2.

  13. g nyangka Kyu mengungkapkan perasaannya pada Hyerin. ternyata Nyonya Lee dan Nayoung ingin mencelakakan Hyerin malah Kyu yang ke tabrak. licik banget jadi orang g senang melihat orang bahagia

  14. Enzo mengerenyit. “Bukannya kau tidak suka kacang?”

    “E-Eh iyakah?” Hyerin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Entahlah, akhir-akhir ini seleraku berubah.”

    Tuh kan,, sepertinya hyerin sekarang memanglah bukan hyerin, atau mungkin ini adalah jiwanya minyoung? Yg tinggal diraga hyerin??

    Aiishhh jinja nayoung, minta di cabik cabik yahh??

  15. Ckckckc,, cihh ternyata bener semua kepoloson lee nayoung itu tipu muslihat. Cih.
    Dasar Bermuka dua. Pantesan dri awal tingkahnya aneh bgt. Iri loh sama hyerih. Iiiihh kalah cantik sh yah sma hyerin.
    Aaiisshh Emoosi bgt pas tau siapa nayoung yg senbenrya. Auughhtt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s