Angst · Romance

CEO’s Ex Wife [Chapter 3]

Story By Erina Suzumiya

Cast:

Ahn Hyerin | Cho Kyuhyun | Lee Donghae | Choi Sekyung (OC)| Cho Joon-ah (OC) | Cho Jae-Kyung (OC) as Mrs. Cho

Genre: Romance, Angst

Rating: PG-17

DON’T BE A SILENT READER ❤

“Kita akan segera menyelenggarakan event launching residence yang terbaru, Botanical Garden.”

Sekyung selaku sekertaris pribadi Kyuhyun berdiri disamping Kyuhyun yang duduk didepan proyektor, membacakan tulisan di kertas yang ia pegang.

“Karena itu anda semua dimohon untuk membuat ide konsep untuk acara tersebut. Kira kira konsep seperti apa yang menarik agar banyak orang yang berpartisipasi.” jelas Sekyung.

“Anda akan mempresentasikannya minggu depan, jadi saya harap anda mempersiapkannya mulai dari hari ini.” sambungnya.

“Apakah ada pertanyaan?” tanya Sekyung. Yang lainnya tidak bersuara.

“Kalau tidak ada pertanyaan, kalian boleh meninggalkan ruangan.” sela Kyuhyun tegas. Semua membungkuk dan meninggalkan ruang rapat.

“Hyerin-ssi, tidak pulang?” Sekyung tersenyum sinis pada Hyerin yang masih duduk ditempatnya dan membereskan kertas-kertas di mejanya. Hyerin tertunduk. Keberadaan Sekyung di tempat ini membuatnya tidak nyaman dan merasa terintimidasi. Gadis itu seperti berusaha keras untuk menyingkirkan Hyerin dari sini.

Hyerin tidak mengindahkan gadis itu dan mengangkat tas nya keluar dari ruang rapat. Diam-diam Kyuhyun memandanginya dari belakang. Rasa bersalah melilit dadanya setiap melihat gadis itu. Dia bahkan tidak bisa tidur dan kembali kecanduan alkohol setelah mengetahui kebenaran itu. Apa yang harus dia lakukan untuk gadis itu? Apakah dia harus minta maaf?

Sekyung menyadari suaminya sedang menatap Hyerin dari kejauhan dan menegurnya. “Oppa?”

Kyuhyun bergidik dan buru-buru menyunggingkan senyum pada istrinya. “A-Ayo pulang, Sekyung-ah.”

Sekyung menggeleng pelan. “Tidak, duluan saja, sayang, aku ingin membereskan mejaku dulu.”

“Aku ke parkiran duluan, okay?” pamit Kyuhyun lalu mengecup kening istrinya.
Kyuhyun berjalan keluar gedung tapi sosok pria yang berdiri didepan pintu keluar membuat jantungnya berhenti berkerja.

“KㅡKauㅡ” Kyuhyun tak bisa berpura-pura tidak terkejut ketika melihat sosok ituㅡ Karena sosok tersebut pernah sekali mengusik kehidupannya.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kyuhyun tenangㅡ dia selalu bisa mengontrol emosinya, tentu saja.

“Menjemput seseorang yang berkerja disini, Apa ada masalah?” jawab Lee Donghae ketus.

“Maksudmuㅡ” Kyuhyun kembali tertegun, jadi pria ini masih berhubungan dengan Hyerin?

“Ya, dia sekarang tinggal dirumahku. Sejak kau mengusirnya dari rumah aku membawanya tinggal dirumahku dan ibuku.”

“A-Apa?” Kyuhyun terkejut mendengarnya. Tapi disisi lain pernyataan pria ini menghapuskan sedikit kengerian di hatinya karena setidaknya ternyata Hyerin tidak benar-benar seorang diri dan ada seseorang yang merawatnya, Tapi dia juga masih ragu apakah pria ini benar-benar bertanggung jawab dan bisa menjaga gadis itu dengan baik.

“S-Sajangnimㅡ” Hyerin tiba-tiba keluar dari pintu kantor, menatap nanar Kyuhyun dan Donghae secara bergantian.

“A-Ayo pergi, Donghae oppa.” Hyerin menggandeng tangan Donghae dan pergi meninggalkan Kyuhyun.

Sementara pria itu tak bergeming dan menatap pasangan itu dengan hampa. Dia sempat mengira bahwa Joon-ah adalah putrinya tapi sepertinya dia salah. Mungkin saja Joon-ah adalah anak dari pria bernama Donghae ini.

Tapi waktu itu Joon-ah pernah bilang padanya bahwa ayahnya tidak akan pernah kembali.. Mungkinkah Hyerin merahasiakan siapa ayahnya? Atau mungkin.. dia adalah ayah dari Joon-ah?

Jika itu memang benar.. berarti dia tidak hanya menghancurkan hidup Hyerin. Tapi dia juga menghancurkan hidup putrinya sendiri. Dia sudah membuat putrinya menderita.

“Sayang? you okay?

Suara Sekyung disampingnya menyela lamunan Kyuhyun. Pria itu kontan bergidik dan tersenyum pada gadis itu.

“Tidak apa-apa, sayang. Ayo pulang.” kata Kyuhyun seraya menautkan jari-jari tangan mereka dan berjalan bersama kearah parkiran.

“Ah iya, aku turun di tokoku saja, neh?” ujar Sekyung. “Aku harus mengawasi anak buahku dan menghitung stok barang.”

Kyuhyun menatap istrinya khawatir. “Memangnya kau tidak bisa istirahat dirumah sebentar saja, sayang? dari kemarin kau di toko terus sampai malam, aku tidak mau kau jatuh sakit.”

“Kyuhyun oppa..” Sekyung berhenti dan mengelus pipi suaminya, menatapnya lekat-lekat. “Aku ingin membantumu mencari uang juga untuk keluarga kita. aku tidak ingin kau berjuang sendirian.”

Kyuhyun menggenggam tangan halus istrinya lalu menciumnya lembut. “Hmm.. baiklah jika itu maumu, Sekyung-ah.”

*

“Sekyung-ah, kau beli mobil lagi?” tanya Kyuhyun pada istrinya yang duduk disebelahnya sambil menonton film di ruang teater.

Sekyung bergidik kaget, tubuhnya menjadi sedikit tidak nyaman. “I-Iya, tidak apa-apa kan sayang? Aku sudah bosan dengan yang lama.”

“Tapi apakah itu tidak terlalu mahal? Kau dapat dari mana uang sebanyak itu?” tanya Kyuhyun curiga.

Sekyung menarik nafas terkejut, wajahnya sekarang terlihat sedikit panik. “Y-Ya dari penghasilan tokoku, tentu saja. Memangnya dari mana lagi?”

“Oh? baguslah kalau begitu.” Kyuhyun mengunyah popcorn di pangkuannya dan kembali fokus pada film membosankan di layar proyektor itu.

“S-Setelah ini aku juga mau ke toko lagi.” timpal Sekyung.

Kyuhyun mendesah kecewa. “Tapi ini kan hari minggu, sayang.. padahal tadinya hari ini aku mau mengajakmu, Ahyoung dan eomma piknik.”

Sekyung memasang wajah menyesal. “Jinjjayo? Maaf sayang, aku harus mengurus toko. Pegawaiku juga harus diawasi.”

Kyuhyun merengut. “Ya sudahlah kalau begitu. Aku mau kembali tidur saja.” katanya sambil bangkit dari sofa bed itu dan membawa popcornnya ke kamar.

“Aigoo.. ini sudah jam 12, oppa!”

Kyuhyun terkekeh sambil berjalan ke kamar minimalis didepan ruang teater, dia bermaksud naik keatas ranjang berukuran King size itu tapi tiba-tiba sebuah suara gadis kecil mengagetkannya.

“Appa, appa, ahyoung ingin pergi ke pesta ulang tahun teman Ahyoung!” gadis kecil itu berlari kekamar ayahnya dan memberinya kartu undangan lucu berbentuk kepala minnie mouse.

Kyuhyun kontan mengerutkan kening dan duduk dipinggir ranjang. Pria itu membaca isi undangan tersebut dan detik kemudian matanya melebar melihat nama dan foto gadis kecil yang tertera disana.

“J-Joon-ah?” tanya Kyuhyun getir.
Ahyoung mengangguk. Bagaimana.. mereka bisa saling mengenal?

“D-Dia teman sekolahmu?”

Ahyoung menggeleng pelan. “Ani, tapi kami ikut kursus balet yang sama.”

Kyuhyun terdiam sejenak. Mempertimbangkan apakah dia harus datang kesana atau tidak. Dia tidak ingin melihat pria sialan itu, Tapi disisi lain dia juga ingin melihat keadaan Hyerin dan Joon-ah saat ini.

Gadis itu mengerucutkan bibirnya karena ayahnya hanya diam saja. “Kenapa appa? Appa tidak bisa ya mengantarkan Ahyoung? kalau begitu Ahyoung minta eomma saㅡ”

“A-Appa mau, Ahyoung!” Kyuhyun menahan lengan putrinya yang baru saja akan meninggalkannya. “Tapi.. bisakah Ahyoung menjaga rahasia?”

Ahyoung berbalik menghadap ayahnya. “Apa itu appa?”

“Jangan bilang pada eomma kalau kita akan ke pesta ulang tahun Joon-ah.” bisik Kyuhyun.

Ahyoung menaikkan alisnya, bingung kenapa dia harus melakukannya. “Memangnya kenapa appa?”

“Nanti eomma marah. Pokoknya jangan bilang padanya. Ahyoung bisa menjaga rahasia kan?”

Gadis kecil itu mengangguk dan memandangi mata ayahnya yang sangat tajam. “Nde, appa.”

Kyuhyun tersenyum pada putrinya yang cantik. “Yasudah, kalau begitu ganti baju sana. Setelah ini kita belikan kado untuk Joon-ah.”

“Horeee! Terima kasih appa.” ucap Ahyoung gembira, lalu berjinjit mencium pipi ayahnya.

*

Ahn Hyerin menghabiskan setengah jam terakhir dengan menulis ide untuk event yang akan diselenggarakan Privacy Corporation. Gadis itu akhirnya menyelesaikannya dan senyum puas mengembang di wajah cantiknya.

Jam berapa sekarang? Hyerin melirik kearah jam di dinding dan menguap pelan. Hari ini adalah ulang tahun Joon-ah dan dia harus segera menyiapkan hidangan untuk teman-teman Joon-ah saat pesta perayaan nanti sore. Sebenarnya pestanya sederhana; diselenggarakan dirumah kediaman Lee dan tidak mengundang badut atau pesulap. Hanya tiup lilin dan memotong kue saja.

“Eomma, eomma!!”

Hyerin menoleh ketika mendengar suara Joon-ah dibelakangnya. “Joon-ah-ya? ada apa?”

Gadis itu berlari kecil kearahnya sambil membawa kotak silver besar yang berhiaskan pita berwarna pink. “Ada yang menaruh ini didepan rumah kita.”
Hyerin mengambil kotak tersebut dari tangan Joon-ah dengan dahi berkerut. “Apa ini, Joon-ah?”

Gadis itu buru-buru membukanyaㅡ tapi apa yang ditemukannya membuat nafasnya tercekat.

“IㅡIniㅡ” gumam Hyerin getir. Ternyata isinya adalah sebongkah perhiasan dan cincin dengan batu permata. Gadis itu membolak-balik kotak itu dengan penasaran; bermaksud mencari keterangan dari pengirimnya dan menemukan secarik kertas dengan tulisan Times New Roman. Tanpa nama pengirim.


To: Ahn Hyerin

Aku harap ini cukup untukmu. Beritahu aku apa yang kau butuhkan.

Hyerin menarik nafas kaget dan refleks melempar kotak itu diatas tempat tidur. Tidak. Dia sama sekali tidak senang. Apa maksud orang itu memberikannya barang-barang berharga seperti ini dan menyuruhnya mengatakan apa yang dia butuhkan? Kebaikan macam apa yang telah dia lakukan hingga dia harus menerima semua ini?

“Hyerin-ah, ada apa?” Donghae masuk ke kamar mereka dengan alis berkerutㅡ sepertinya tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.

“Donghae oppa, coba lihat ini. Joon-ah menemukan ini didepan pintu rumah.” Hyerin mengambil kotak tersebut dari atas tempat tidur dan memberikannya pada Donghaeㅡ membuat pria itu terbelalak.

“Aku juga menemukan ini.” kata Hyerin lagi seraya memberikan Donghae secarik kertas yang dia temukan.

Donghae membacanya beberapa detik dan langsung meremas kertas itu hingga remuk.

Hyerin terkesiap. “AㅡApa yang kau lakukanㅡ”

Donghae menggertakan giginya. “Ini pasti kerjaan Cho Kyuhyun.”

Mata Hyerin melebar. “H-Hah?”

Donghae mendecak. “Ck, dia pasti mau mengambil hatimu kembali, Hyerin-ah.”

“Dia benar-benar tidak tahu diri. Memangnya dia kira dosanya bisa dibayar dengan harta? Kurang ajar!” umpat Donghae. Pria itu sebenarnya sedikit merasa bersalah ketika mengatakannyaㅡ mengingat dosanya pada Hyerin jauh lebih besar dari Kyuhyun.

Hyerin terdiam, menatap lantai dengan hampa dan kecewa. Benarkah? Jadi begini cara Cho Kyuhyun mengakui kesalahannya?

*

Na Yoorim menghabiskan setengah jam terakhir dengan memandang keluar jendela kantor; memperhatikan kendaraan diluar yang berlalu-lalang dengan tatapan hampa. Pikirannya melayang pada kejadian dua hari yang lalu. Wanita itu masih tidak percaya pertemuan yang terjadi secara tidak sengaja itu membuatnya kehilangan semangat hidup.

Sudah genap dua puluh tahun dia tidak melihat Ahn Hyerin dan dia sama sekali tidak menyangka mereka bertemu lagi dengan sangat kebetulan; gadis itu adalah bawahan mitra kerjanya, Cho Kyuhyun. Awalnya dia tidak percaya bahwa gadis yang dia temui di perayaan itu benar-benar Ahn Hyerin yang dia cari selama ini; namun asisten pribadinya menyelidikinya dan menemukan bukti-bukti kuat yang semakin meyakinkannya bahwa gadis itu benar-benar Ahn Hyerin yang dia cari.

Berdasarkan informasi yang didapatkan asisten pribadinya, gadis itu saat ini tinggal bersama seorang wanita paruh baya bernama Nyonya Lee; yang mempunyai satu anak laki-laki dan satu anak perempuan yang masih kecil di suatu perumahan yang bisa dibilang.. tidak layak. Dan gadis itu juga tidak tampak terlalu bahagia; tubuhnya kurus dan pakaiannya lusuh. Apakah dia tidak merawat dirinya? atau.. dia memang tidak bisa merawat dirinyaㅡ dalam artian.. dia tidak memiliki cukup uang untuk merawat dirinya?

Na Yoorim tiba tiba menyadari sesuatu dan dadanya terasa sesak; seandainya gadis itu tinggal dengannya sejak kecil, mungkin saja dia tidak perlu mengkhawatirkan gadis itu setiap saat; mungkin saja dia tidak perlu menyesal seumur hidup atau ingin mati saja setiap mengingat kesalahannya pada gadis itu.

“Jwisonghamnida, Nyonya Na.”

Suara pria dibelakangnya menariknya ke kenyataan. Na Yoorim memutar kursinya, menghadap asistennya yang berdiri didepannya.

“Paketnya sudah diterima oleh gadis kecil yang tinggal dirumah itu dan langsung diberikan pada Nona Ahn.” lapor asistennya.

Na Yoorim tersenyum simpul. “Terima kasih, Asisten Kang.”

Asisten Kang berdehem, bahasa tubuhnya berubah menjadi tidak nyaman. “Tapi ada satu kesalahan, Nyonya Na..”

Nyonya Na mengerutkan alis. “K-Kesalahan apa?”

“Gadis kecil tersebut ternyata bukanlah anak dari wanita paruh baya ituㅡ” Asisten Kang menghela nafas berat.

“Melainkan.. anak dari Nona Ahn.”

Mata Nyonya Na melebar. “AㅡAㅡApaㅡ anakㅡ”

Asisten Kang mengangguk. “Saya belum bisa memastikan itu anak dari siapa tapi dia terus-terusan memanggil Hyerin dengan sebutan eomma. Tapi yang saya tahu..”

“Apakah Nyonya ingin saya melanjutkannya?” tanya Asisten Kang meminta izin, karena tampaknya Nyonya Na tidak akan sanggup dengan laporannya setelah ini.

“T-Tentu saja. Tolong lanjutkan.” jawab Nyonya Na yakin.

“Nona Ahn sempat menikah.. dengan Tuan Cho. Tapi kemudian mereka bercerai ketika Nona Ahn sedang mengandung delapan bulan. Ada kemungkinan gadis kecil itu anak dari Nona Ahn dan Tuan Cho.”

Kali ini Na Yoorim merasakan sekujur tubuhnya mati rasa. Bibirnya ingin mengatakan sesuatu tapi bahkan dia tidak mampu untuk bernapas. Tidak. seharusnya dia tidak pernah mencari tahu tentang semua ini. Lebih baik dia tidak usah tahu dan dibakar di neraka.

*

“Saengil Chukka Hamnida~”

“Saengil Chukka Hamnida~”

“Saengil Chukka, Saengil Chukka, Saengil Chukka Joon-ah-ya~”

Joon-ah meniup lilin pink diatas tart blackforestnya dan suara tepuk tangan mengisi ruangan itu. Gadis itu tampak sangat gembira; dia juga terlihat cantik seperti little princess dengan gaun putih dan mahkota kecil di kepalanya. Ibunya dan Donghae yang berdiri disebelahnya membantu gadis itu memotong kue tartnya lalu menyajikannya di wadah kertas untuk diberikan ke para tamu.

“Sebentar ya Joon-ah, eomma ingin bagikan kuenya dulu.” ucap Hyerin, mencium pipi putrinya sekilas sebelum meninggalkan mereka dan membagi-bagikan kue.

“Joon-a!!”

Tiba-tiba suara anak kecil mengagetkan Joon-ah. Gadis mungil itu kontan menoleh dan wajahnya berubah gembira melihat gadis berambut pendek yang berlari kecil menghampirinya. Cho Ahyoung.

“Youngie-ya!!” Joon-ah melompat girang dan menggenggam tangan temannya.

“Saengil chukkae, Joon-ah-ya!” ucap Ahyoung seraya memberikan goodie bag merah berukuran sedang pada Joon-ah. Gadis itu membukanya dengan tidak sabar dan matanya melebar ketika menemukan hadiah berupa boneka minnie mouse yang lucu.

“MissㅡMiss Minnie!!!” Joon-ah memeluk hadiah bonekanya sambil melompat kegirangan. “Sekarang Mr. Mickey punya teman!”

“Youngie-ya, dari mana kau tahu kalau Mr. Mickey sedang mencari Ms. Minnie?” tanya Joon-a penasaran.

“Dari appa Ahyoung.”

Joon-ah mengerenyit. “Hee? appamu?”

*

“Terima kasih kuenya, eomma-nya Joon-a.” ucap anak laki-laki tampan yang menerima sepotong kue pemberian Hyerin.

Gadis itu tertawa kecil. “sama-sama, Youngjun-ah.”

“Astaga! Tampan sekali dia! Artis ya?”

“Itu ayahnya siapa? pasti anaknya cantik atau tampan sekali!”

“Ayahnya Youngjun, bukan sih? Katanya sih begitu.”

“Beruntung sekali yang menjadi istrinya, aku tidak akan keluar rumah kalau punya suami seperti itu”

Hyerin bergidik mendengar omongan ibu-ibu lain didekatnya. Gadis itu menoleh kearah mereka, Apa mereka sedang membicarakan Donghae? Tapi ibu-ibu tersebut tampak menunjuk-nunjuk kearah teras, sedangkan Donghae ada diruang tamu. Siapa? Benarkah ada artis yang datang sampai seheboh itu?

Karena penasaran Hyerin berjalan kearah terasㅡ tapi kemudian dia tertegun ketika matanya menangkap sosok pria tampan dengan setelan ralph lauren dan sepatu pantofelnya. Pria itu duduk bersandar di kursi panjang di teras; dia terlihat sedang menatap jam tangan tapi kemudian melirik kearah Hyerin dan membuat jantung gadis itu berdegup kencang.

Ya tuhan. Itu Cho Kyuhyun.

Pria itu sendiri juga tampak terkejut melihat Hyerin karena pangling. Dia hampir tidak mengenali gadis itu; tak bisa dipungkiri hari ini dia sangat cantik dan imut. Bibir mungilnya dipoles liptint pink; tubuhnya yang ramping dibalut summer dress dan ikal-ikal cantik menggantung di rambut panjangnya. Ahn Hyerin terlihat seperti boneka hidup. Seperti yang dia temui enam tahun yang lalu. Kyuhyun tertegun. Sial, apa yang terjadi padanya?

“K-Kyuhyun-ssi.. A-Apa yang kau lakukan disini?” Hyerin menghampiri Kyuhyun dengan ragu-ragu dan duduk disampingnya.

Kyuhyun memalingkan wajahnya. “Aku.. menemani putriku disini. Dia teman kursus balet Joon-a.”

“N-Neh? Kalau begitu.. Kenapa kau tidak masuk saja?” tanya Hyerin sambil melihat kearah kumpulan ibu-ibu tadi yang sekarang terkejut melihat mereka.

Kyuhyun tertawa segan. “Ah ituㅡ”

Hyerin terdiam, langsung tahu bahwa Kyuhyun tidak mau bertemu dengan Donghae.

“Oh ya.. Kyuhyun-ssi, ada yang ingin kutanyakan padamu..” Hyerin berdehem, wajahnya terlihat sedikit bimbang. “paket yang tadi pagi.. apakah kau yang mengirimkannya untukku?”

Kyuhyun menatap Hyerin dengan alis berkerut. “Paket apa?”

“Tadi pagi ada yang mengirimkan paket untukku berupa kotak berisi perhiasan dan barang-barang berhargaㅡ tapi aku tidak tahu siapa yang mengirimkannya.”

Mata Kyuhyun melebar. “A-Apa? Barang-barang berharga? Kenapa kau membukanya begitu saja?”

“N-Neh?”

“Bagaimana kalau itu jebakan? Dirimu bisa saja celaka, kau tahu?” cecar Kyuhyun.

“M-Mianㅡ” Hyerin menunduk. Hatinya sedikit lega setelah mengetahui bahwa paket itu bukan dari Kyuhyun, tapi kalau begitu.. lalu dari siapa?

Kyuhyun mendengus tajam. “Aku akan mencari tahu siapa yang mengirimnya.”

Hyerin menatap Kyuhyun dengan terkejut. “Apa? T-Tidak perlu..”

“Tapi itu mencurigakan, Ahn Hyerin.”

“Tidak usah dipikirkan, Kyuhyun-ssi. Nanti biar aku sendiri yang mencarinya dengan Donghae oppa.” kata Hyerin berusaha agar Kyuhyun berhenti membahasnya.

Kyuhyun menghela nafas dan terdiam beberapa saat. Hyerin yang duduk gelisah disebelahnya hanya memainkan jari-jari tangannya di pangkuannya, sementara berbagai pikiran berkecamuk di kepalanya.

“Dia.. bukan ayahnya Joon-ah kan?”

Hyerin terkesiap mendengar pertanyaan Kyuhyun. Jantungnya kembali berdegup kencang dan pikiran yang berkecamuk di kepalanya seketika sirna. “K-Kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu?”

“Aku hanya ingin memastikan bahwa Joon-ah itu bukan anak dari pria itu.”

Hyerin menggigit bibir bawahnya. “D-Diaㅡ”

“Hyerin, jawab aku.” Kyuhyun menatap Hyerin tajam. “Dia bukan ayahnya Joon-ah kan?”

“Joon-ah bilang dia tidak pernah bertemu dengan ayahnya, jadi dia bukan ayahnya kan?” tanya Kyuhyun kerasㅡ tapi terkendali, tapi tidak ingin menarik perhatian dari orang-orang yang duduk ruang tamu.

“Kau ayahnya.”

Hyerin menatap lantai dengan mata berkaca-kaca, entah kenapa dadanya terasa sakit saat mengatakan itu. “Dia.. dia putrimu, Cho Kyuhyun. Kau adalah ayah dari Cho Joon-ah.”

Kyuhyun terperangah. Dia tidak tahu harus berkata apa. Rasanya seperti ada yang menghantam jantungnya dengan sangat keras; dan itu seperti kembali menyadarkannya bahwa dia memang pria paling brengsek dan kejam di dunia ini.

Karena itu artinya dia benar-benar sudah menghancurkan dua orang yang paling berharga di hidupnya. Seharusnya dia tidak pernah membiarkan Joon-ah dan Hyerin menderita. Seharusnya dia selalu ada disisi Joon-ah dan gadis kecil itu tidak akan di cela teman-temannya karena tidak punya ayah. Dan seharusnya sekarang Joon-ah hidup bahagia bersamanya dan Hyerinㅡ bersama ayah dan ibunya. Meskipun disisi lain dia juga sangat bersyukur mengetahui bahwa Cho Joon-ah adalah anaknya dan bukan anak orang lain, tapi dia tetap saja dia bukan ayah yang baik untuk Joon-ah.

“Kenapa.. kau tidak pernah bilang padaku?” tanya Kyuhyun dengan suara gemetar, kenyataan itu membuat pandangannya mulai kabur dan dadanya bertambah sesak.

Hyerin menggeleng. “Aku takut kau tidak ingin menerimanya.”

“Lagipula.. siapa juga yang ingin mempunyai anak dari seorang pelacur?” Hyerin tersenyum lemah, menatap hampa bayangannya di lantai marmer yang mengkilat itu. Di sisi lain dia terlihat sangat sedih mengakui itu. Dia harap dia juga tidak pernah dilahirkan sebagai pelacur. Tidak, dia bahkan tidak pernah meminta untuk dilahirkan.

Kyuhyun mengadah, menahan air matanya agar tidak jatuh dihadapan gadis ini. “Hentikan, Ahn Hyerin. Aku tahu kau tidak ingin menjadi pelacur. Dan kalaupun kau benar-benar pelacur, seharusnya aku tidak pernah melakukan itu padamu.”

Hyerin beralih menatap Kyuhyun dengan terkejut. “Kauㅡ Kau tahu?”

“Maafkan aku, Ahn Hyerin.” Kyuhyun berusaha mengontrol suaranya agar tetap tenang, tapi dia tidak sanggup menatap gadis itu yang terlihat sangat terluka. “Aku tahu terlalu terlambat untuk mengatakannya. Setelah mengetahui yang sebenarnya aku hanya bisa membenci diriku sendiri, mengutuk diriku setiap detik. Aku sudah terlanjur menghancurkan hidupmu. aku sudah menghancurkan hidup kalian. Aku harap aku bisa melakukan sesuatu untuk menebus semua kesalahanku tapiㅡ”

“Kau tidak perlu menebusnya, Kyuhyun-ssi. Aku sudah memaafkanmu. Aku sudah memaafkanmu bahkan sejak hari pertama kita berpisah.” Hyerin menghapus air matanya yang mulai berlinang.

Kyuhyun menutup matanya. Dia tidak bisa lagi menghapus air mata gadis ini atau menenangkannya kedalam pelukannya seperti yang selalu dia lakukan dulu. Tapi dia bersumpah, dia pasti akan mengganti apapun yang sudah dia hancurkan di masa lalu. Dia akan melakukan apapun untuk membuat gadis itu dan putrinya selalu bahagia. Dan dia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Hyerin seperti yang sudah dia lakukan di masa lalu.

“Tapi satu permintaanku padamu, Kyuhyun-ssi..” lanjut Hyerin.

“Tolong jangan beritahu ini pada Joon-ah.” pinta Hyerin pelan, hampir terdengar seperti berbisik. Kyuhyun masih belum sanggup menatap gadis itu tapi dia bisa mendengar gadis itu terisak.

“Bagaimana perasaannya jika dia tahu bahwa kita sudah tidak bersama? bagaimana kalau sampai dia tahu bahwa ayahnya juga punya anak dari ibu yang berbeda? dia pasti akan sedih dan bingung.. karena itu lebih baik dia tidak usah tahu soal ini.” ujar Hyerin lemah.

“Ahjussi?”

Keduanya tertegun begitu menyadari Joon-ah tahu-tahu sudah ada didepan merekaㅡ menatap Kyuhyun dengan mata berbinar-binar. Pria itu terperanjat. Ya tuhan, gadis ini adalah putrinya, Cho Joon-ah. Putri kandungnya yang dia sia-siakan begitu saja.

“Ahjussi!!” pekik Joon-a, gadis itu berlari kearah Kyuhyun dengan wajah riang dan lompat ke pangkuannya tanpa persetujuan terlebih dahulu.

“Ahjussi, bisakah sekarang, ahjussi berpura-pura menjadi appanya Joon-a?” tanya Joon-ah sambil menarik pelan lengan jas Kyuhyun.

“Kalau sekarang tidak bisa, Joon-a..” jawab Kyuhyun pelan, tangannya menyentuh pipi putrinya yang lembut.

“Kenapa ahjussi? padahal kata ahjussi, ahjussi mau pura-pura menjadi ayah Joon-a kalau didepan teman-teman Joon-a?” tanya Joon-ah setengah merengek.

“Karena Kyuhyun ahjussi juga sedang membawa anaknya, Joon-ah-ya.” sela Hyerin.

Joon-ah memberengut. “Anak? jadi ahjussi.. juga punya anak, ya?”

“Maafkan aku, Joon-a-ya.” kata Kyuhyun merasa bersalah telah membuat Joon-ah-nya bingung. “Tapi.. sebagai gantinya, aku punya hadiah untukmu.” Kyuhyun meraih sesuatu dari dalam saku jasnya dan memberikannya pada gadis kecil itu.

Joon-ah menerima secarik kertas yang diberikan Kyuhyun dengan mata berbinar-binarnya. Oh! dia tahu tiket ini. Teman-temannya di sekolah sering memamerkannya dan itu membuat Joon-ah iri. Kata mereka itu adalah tiket masuk ke dunia disney; dimana mereka bisa naik unicorn, kincir angin raksasa dan makan cotton candy bersama ayah dan ibu mereka. Tiket ini sangat mahal, jadi eommanya tidak pernah bisa membelikan Joon-ah tiket ini.

“Tiket ke funfair?” tanya Joon-ah setengah berteriak, tubuhnya gemetaran saking senangnya.

Kyuhyun mengangguk. “Aku akan mengantarkan Joon-ah kapan saja yang Joon-ah mau. Satu hari penuh.”

Joon-ah menatap Kyuhyun dengan mata melebar. “J-Jinjja?”

Kyuhyun mengangguk sekali lagi dan Joon-a memeluk erat pria itu. “Terima kasih ahjussi!!”

“Sama-sama, Joon-a..” Kyuhyun menutup matanya, mengusap lembut punggung Joon-ah. Ya tuhan, dia sangat merindukan putrinya. Dia sangat ingin menghabiskan hidupnya bersama putrinya meskipun gadis ini tidak tahu siapa dirinya. Tolong biarkan mereka terus bersama.

“Ahjussi?” tanya Joon-ah bingung begitu melepas pelukannya dan melihat wajah Kyuhyun yang bersimbah air mata. “Ahjussi kenapa menangis?”

Kyuhyun menggeleng. “Aku hanya terlalu senang, Joon-a..”

Hyerin yang melihat mereka hanya bisa tersenyum haru. Joon-ah tidak pernah terlihat sebahagia ini sebelumnya. Gadis kecil itu bahkan tidak benar-benar melepas pelukannya, kedua tangannya masih mengait di punggung Kyuhyun. Tidak bisa dibayangkan jika Joon-ah tahu bahwa Kyuhyun adalah ayahnya, gadis itu pasti sangat bahagia. Tapi disisi lain, itu juga akan membuatnya sedih.

“Sudah, sudah, Joon-a, lepaskan ahjussi-nya. Dia mau pulang.” suruh Hyerin.

“Iya eomma..” Joon-ah mengerucutkan bibirnya, melepaskan pelukannya dengan sedikit tidak rela.

*

“Appa, kita mau kemana?” tanya Ahyoung bingung ketika mobil yang dikendarai ayahnya melewati jalanan ramai yang cukup asing baginya.

“Kita mau jemput eomma dulu, biar pulang sama eomma. Tidak apa-apa kan?” kata Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan didepan.

“Iya, appa.” Ahyoung mengangguk menurut.

Tak lama, Kyuhyun menghentikan mobilnya didepan toko perhiasan besar yang terletak dipinggir jalan.

“Tunggu disini sebentar ya, Ahyoung.” perintah Kyuhyun sebelum keluar dari mobil dan masuk kedalam toko itu.

“Selamat malam, ada yang bisㅡ Ah, Tuan Cho.” gadis penjaga toko itu kontan membungkuk menyadari kehadiran tuannya.

“Dimana Nyonya?” tanya Kyuhyun, matanya mengedar ke sekeliling ruang yang serba putih ini.

“Neh? Nyonya tidak pernah kesini lagi, tuan. Terakhir dua minggu yang lalu.” jawab gadis itu.

Kyuhyun tertegun. “A-Apa? dua minggu yang lalu?”

“Tidak mungkin, tadi sore dia bilang dia sedang menjaga toko ini. Kemarin aku juga mengantarnya kesini kan?” tanya Kyuhyun bingung, sejenak mengira pegawai itu sedang mengkhayal.

“Maaf Tuan, tapi saya benar-benar tidak melihat Nyonya Cho. Malah kemarin dia menghubungi saya untuk menyuruh Yoonhee-ssi melaporkan hasil penjualan minggu ini.”

Kyuhyun terdiam sejenak dan mengusap pelipisnya. Ini benar-benar tidak masuk akal. Apa mungkin.. Sekyung berbohong padanya? Tapi kenapa gadis itu harus berbohong?

“Baiklah, terima kasih.” ucap Kyuhyun sebelum keluar toko dan kembali masuk kedalam mobil dengan gusar.

Ahyoung mengerenyit bingung melihat ayahnya yang kembali pada ibunya. “Appa? dimana eomma?”

“Eomma tidak ada disana, Ahyoung.” kata Kyuhyun sambil memasang seatbeltnya dengan kasar. “Appa juga tidak tahu dia dimana.”

“Mungkin saja eomma sedang bersama papa?”

Kyuhyun menatap Ahyoung dengan terkejut. Jantungnya berhenti berkerja mendengar pernyataan putrinya beberapa detik lalu.

“P-Papa? Siapa itu, Ahyoung?”

“Papanya Ahyoung.” jawab Ahyoung polos. “Eomma menyuruh Ahyoung menyebutnya papa.”

“AㅡApa?”

*

Choi Sekyung mengendap-ngendap masuk ke ruangan kerja minimalis yang nyaman itu; ruang kerja yang memang dirancang untuk sang desainer interior. Gadis itu kemudian menatap meja yang dipenuhi kertas-kertas sketsa interior yang berserakan diatasnya dan memperhatikannya satu persatu. Senyum licik mengotori wajahnya begitu menemukan selembar kertas yang dicari-carinya.

“Aku mau dia membereskan ruanganku setelah makan siang.”

“Baik, Tuan Cho.”

“Oh ya, tolong bilang pada Taejung-ssi untuk menyiapkan proyektor di ruang rapat.”

Sekyung bergidik mendengar suara suaminya. Oh tidak, dia harus segera pergi dari sini. Gadis itu pun buru-buru memasukan kertas itu kedalam tasnya, menukarnya dengan kertas yang berbeda dan kemudian berjalan mendekati suaminya.

“Sayangㅡ”

Sekyung menahan tangan Kyuhyun tapi pria itu menepisnya dan malah berbicara dengan pegawainya yang lain.

“Sayang kenapa kau mengabaikanku terus sih? apa salahku?”

Hyerin yang baru saja keluar dari toilet dan bermaksud kembali ke ruang kerjanya hanya bisa mengerutkan alis melihat mereka berdua. Apa ada yang terjadi? Tampaknya hubungan Kyuhyun dengan Sekyung sedang tidak baik-baik saja.

“Hyerin-ahㅡ”

Hyerin menarik nafas kaget ketika mendengar namanya dipanggil oleh suara yang dia kenal. suara yang seharusnya tidak ada di tempat ini. Gadis itu menoleh dan matanya kontan melebar ketika menangkap pria bertubuh gagah didepannya.

“D-Donghae oppa?! Apa yang oppa lakukan disini? Jangan main masuk ke kantor orㅡ hmpppp!” omelan Hyerin terputus karena Donghae segera membungkamnya dengan telapak tangannya.

“Aku datang untuk menculikmu. Kau diculik.” bisik Donghae di telinga gadis itu.
Hyerin memberontak, berusaha melepaskan tangan Donghae dari wajahnya. “Hmppㅡ lepaskan!”

Donghae melepaskan tangannya dari Hyerin tapi ekspresinya berubah kesal. “Aku masuk karena mengkhawatirkanmu, tahu? ini sudah malam tapi kau belum keluar juga!! ditelpon juga tidak bisa, aku sudah menunggumu dari tadi, kau tahu?”

“M-Mianhae oppa..” ucap Hyerin menyesal.
Donghae melipat tangan didadanya dan menutup matanya, berpura-pura marah. “Aish..”

Hyerin memberengut. “Donghae oppa, jangan marah, ya?”

“Aku traktir di kafe, mau?” tanya gadis itu sambil merangkul lengan Donghae, berusaha membujuk pria yang dia pikir sedang marah itu.

*

Lee Donghae akhirnya menyerah dan menyetujui ajakan Hyerin untuk duduk-duduk disebuah kafe mungil di dekat kantor. Pria itu juga menurut saja ketika gadis itu memilih duduk didekat jendela kafe berdesain vintage ini.

Baru saja mereka duduk, Seorang pelayan dengan dress maid memberikan buku menu dan menanyakan pesanan mereka. Hyerin memutuskan untuk memesan hot chocolate dan stawberry shortcake sementara Donghae hanya memesan secangkir kopi susu.

Suasana hening sejenak setelah pelayan pergi dan membuatkan pesanan mereka. Hyerin memandang keluar jendela; bermaksud mengagumi kota seoul di malam hari. tapi tiba-tiba matanya menangkap sosok Kyuhyun yang sedang bertengkar dengan Sekyung didepan kantor. Hyerin mengerutkan alisnya. Ini memang bukan urusannya, tapi dia juga sedikit penasaran apa yang sedang terjadi diantara mereka.

“Yah, Hyerin-ah. Kau lihat apa?” kata Donghae menyita perhatian Hyerin.
Donghae melipat tangannya. “Kau tidak boleh melihat siapapun selain aku. Arraseo?”

Hyerin tertawa melihat wajah Donghae merengutㅡ yang menurutnya sangat lucu. “Arraseo, oppa.”

Donghae hanya mendecak dan Hyerin kembali tertawa kecil, lebih seperti tertawa pada dirinya sendiri. “Meskipun Donghae oppa galak padaku, tetapi sebenarnya oppa tetap manis.” tutur Hyerin, lampu remang-remang kafe menyamarkan wajah cantiknya tapi Donghae bisa melihat gadis itu tersenyum padanya. Hati Donghae mencelos. Ini bukan pertama kalinya Hyerin bersikap manis seperti ini, tapi dadanya selalu berdebar-debar setiap kali gadis itu memujinya.

“Oppa.. aku sangat senang. Aku benar-benar berterima kasih. Jeongmal gomawo, Donghae oppa.” kata Hyerin, bertepatan dengan pelayan yang membawa pesanan mereka datang.

Donghae langsung menyambar kopi panas pesanannya dan meniup-niupnya sebelum kemudian menyesapnya. “Untuk apa?”

Hyerin mengaduk-ngaduk hot chocolatenya dan menatap cairan coklat itu dengan senyum bodoh. “Aku pikir aku selalu sendirian selamanya, tapi.. sejak ada Donghae oppa dan Lee Ahjumma, aku jadi bisa merasakan yang namanya keluarga.”

Donghae tertegun dan berhenti menyesap kopinya.

“Tadinya aku mempunyai impian untuk membangun keluarga dengan Kyuhyun oppa. Aku sempat sedih ketika Kyuhyun oppa bilang dia berharap suatu saat nanti aku akan mendapat keluarga yang lebih baik, dan Joon-ah akan mendapat ayah yang sangat mencintainya. Tapi..” Hyerin menunduk, senyuman manisnya berubah menjadi sedikit masam.

“Kupikir aku tidak membutuhkan itu, oppa. Karena aku sudah mendapatkannya sekarang. Hanya saja aku baru menyadarinya.”

Hyerin tertawa sedih. “Ya, aku sudah mendapatkan keluargaku. Yaitu Donghae oppa dan Lee ahjumma. Kalian selalu berusaha membuatku dan Joon-ah bahagia.. aku sangat, sangat, berterima kasih..”

Donghae terkesiap. Dia sangat senang mendengarnya, tapi disaat yang bersamaan dia juga merasa tidak pantas karena semua yang dia dapatkan sekarang ini adalah hasil kecurangan dari merusak hubungan orang lain. Waktu itu Donghae terlalu egois dan buta akan cinta; sehingga nekat melakukan itu semua agar Hyerin bisa bersamanya. Tapi sekarang dia sadar; percuma kalau dia bisa bersama Hyerin kalau dia juga yang menghancurkan hidup gadis itu.

Hyerin menatap pria didepannya itu lekat-lekat dan Donghae merasakan jantungnya berdebar kencang saat mata mereka bertemuㅡ tapi gadis itu kemudian tersenyum padanya dan berbisik pelan.

“Saranghae, oppa.”

Donghae terperangah. Jantungnya berhenti berkerja dan tubuhnya serasa terbang. Rasanya dia ingin menampar dirinya sendiri untuk memastikan bahwa dia sedang tidak bermimpi; Gadis cantik yang dia ingin miliki selama ini.. baru saja mengatakan bahwa dia mencintainya.

“Oppa.. selalu menjagaku, mendukungku, mengkhawatirkanku setiap saat, dan menemaniku disaat semuanya meninggalkanku..”

Hyerin kembali tersenyumㅡ membuat Donghae merasa terbang ke langit ketujuh dan darahnya berdesir hebat. Donghae kontan membalas senyumannya dengan hati yang berdebar-debarㅡ menunggu kata-kata gadis itu selanjutnya.

“Oppa.. sudah seperti kakakku sendiri. Aku sayang oppa.”

Dan detik berikutnya senyum di wajah Donghae kontan menghilang.

Pria itupun menundukkan kepalanya dan kembali menyesap kopinya yang tiba-tiba tidak ada rasanya; berharap penerangan disini cukup minim menyembunyikan wajahnya yang terlihat seperti orang dungu saat ini.

Rasanya dia baru saja diterbangkan setinggi langit lalu dijatuhkan begitu saja.

To Be Continued..

Sorry for late update. Gak seru ya?😅chapter 4,5 dan 6 aku usahain bakal lebih seru.

Jujur aku shock banget kemaren komennya sampe 90 lebih. Aku jadi ngebut nulis part 4 selama 2 hari doang karena banyak yg semangatin😂😂 thank u so muchh😘

Jangan lupa comment nya ya biar aku cepet updatenya😉 oh iya ini buat yg mau tau mukanya Cho Joon-a kayak apa🙈🙈


Happy reading~

Advertisements

176 thoughts on “CEO’s Ex Wife [Chapter 3]

  1. Kesan’y kyuhyun ko seolah2 masih ga percaya y kalo joon-a itu anak’y kan udah jelas pas hyerin diusir lg hamil besar udah gitu kan kyuhyun jg dikasih tau kalo hyerin udah ga ngjual diri lagi tp masih aja ga percaya :-@

  2. nah lo ah young anak siapa itu klau bukan anak kyuhyun tp bagus deh jadi kyuhyun bener2 gk terikat sama sekyung semoga aja cepet kebongkar tuh kebusukan sekyung

  3. sepertinya masih ada rahasia lain dalam masa lalu hyerin yang belum terkuak..
    jangan2 ada hubungan khusus antara nyonya na dengan hyerin..
    gak sabar menunggu rahasia sekyung terbongkar seutuhnya..
    semoga kyuhyun cepat tahu, biar tahu rasa si sekyung..
    kirain hyerin bener2 sdh cinta ma donghae ternyata hanya sebatas sayang pada kakak..
    gak sabar baca selanjutnya..

  4. Oh my… sudah ku duga ahyoung pasti bukan anakny kyuhyun… semga cpat bahagia ya… kyuhyun, hyerin n joonah. Semangat. Gbu

  5. Papa? 😄 Entah kenapa aku seneng banget baca kata papa… kayak ada cahaya harapan gitu wkwk 😆😆😆 masih nebak juga apa motif saekyo atau sakyung atau siapa lah itu nikah sama kyuhyun

  6. Kyuhyun udh mulai curiga, brharap secepatnya kebohongan sekyung trbongkar dn kyuhyun mnceraikn.

    Joon ah lucu bangettt 😊

  7. Sekyunggggg !! Ini cewek bener bener ya
    Kyuhyun mah keliatan nyesel banget tuhh sama sikapnya ke hyerin .
    Yang ngasih kado itu kalo bukan kyuhyun apa nyonya na ya , soalnya kok aku curiga ya hubungannya nyonya na sama hyerin kaya ada yg disembunyikan gituhh
    Pokoknya mau baca chap selanjutnya
    Keep writing kak
    Fighting….

  8. Kyuhyun masih ada rasakan sama hyerin? Cepet balik kek ngak sabar jadinya wkwk
    Kenapa nyonya Na ngasih perhiasan ke hyerin? Nyonya Na Siapanya dah? Jangan-jangan 🤣🤣

    Nah lohh, ketahuan kan busuknya si sekyung 😪 ahyoung anak siapa itu? 😤

    Semangat nulis terus yak buat authornya 😆😆

  9. Ya ampun kasihan banget sama joona padahal dia pngen banget punya ayah tapi gara2 kebodohan kyu jadi kek gini

  10. gak sabar menunggu rahasia sekyung terbongkar seutuhnya..semoga kyuhyun cepat tahu, biar tahu rasa si sekyung..udh di duga ahyoung bukan anak asli kyu.Cepet sadar dehh kyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s