Angst · Romance

CEO’s Ex Wife [Chapter 4]

Story By Erina Suzumiya

Cast:

Ahn Hyerin | Cho Kyuhyun | Lee Donghae | Choi Sekyung (OC)| Cho Joon-ah (OC) | Cho Jae-Kyung (OC) as Mrs. Cho

Genre: Romance, Angst

Rating: PG-17

DON’T BE A SILENT READER ❤

“Jadi.. wanita yang bernama Yukina itu bukan kekasih Tuan Cho?” tanya Hyerin pada pria yang duduk disebelahnya dengan suara sedikit gemetar karena kedinginan. Saat ini mereka sedang berada di taman pinggir danau, duduk diatas kursi kayu panjang dibawah pohon sakura yang bunganya berguguran. Mereka terlihat seperti dua orang yang sangat berbeda; Hyerin terlihat imut dengan baju lengan panjang putih sebatas pinggang dan rok pendek merah muda. Sementara pria disebelahnya terlihat lebih tua; memakai kemeja hitam pas badan dan celana bahan dengan ikat pinggang berwarna senada, serta sepatu pantofel yang mengkilap.

Pria itu mendengus geli. “Iya, Hyerin. aku tidak tertarik dengan wanita yang lebih tua.”

“BㅡBenarkah?” Hyerin memberengut, menggenggam ujung jaket yang melingkar di bahunya sambil menunduk, dan detik berikutnya Kyuhyun terkejut mendengar isakan kecil disebelahnya.

“KㅡKenapa kau menangis?” tanya Kyuhyun bingung, alisnya saling bertautan dan mulutnya terbuka lebar.

“Aku merasa bersalah telah berprasangka buruk pada Tuan Choㅡ” Hyerin menutup wajahnya yang bersimbah air mata dengan kedua tangannya. “Aku mendiamkan Tuan Cho sampai berminggu-minggu, aku juga sengaja pulang duluan padahal waktu itu kau sampai membatalkan rapatmu demi menjemputkuㅡ”

“Hyerin..” suara dingin Kyuhyun malah membuat isakkan Hyerin semakin menjadi, bahunya sampai terguncang-guncang seperti anak umur empat tahun yang menangis karena kehilangan balon.

“Maaf Tuan Cho, Aku memang cengeng.. setelah ini kau pasti akan meninggalkanku.” isak Hyerin, mengatakan itu membuat air matanya mengalir banyak hingga membasahi kedua telapak tangannya.

“Hyerin, please..”

“Seharusnya kita memang tidak usah dekat, Tuan Cho.” kata Hyerin lagi sambil sesegukan, dia benar-benar merasa seperti anak idiot sekarang. “Aku memang suka pada pria yang lebih tua, tapi mana ada pria dewasa yang mau menerima gadis cengeng dan lemah seperti aku? Semuanya meninggalkanku begitu tahu sifat asliku seperti ini. Aku selalu bertingkah seperti bocah umur empat tahun.”

Kyuhyun menghela nafas, mengangkat wajah gadis itu hingga mata mereka bertemu. “Hyerin, aku tidak pernah berpikir begitu. Aku malah suka dengan dirimu yang seperti ini. Hey, lihat.”

“Kau suka pria yang lebih tua dan aku pernah bilang aku juga suka pada gadis yang lebih muda. Kau tahu apa artinya itu?” tanya Kyuhyun sambil mengusap air mata Hyerin dengan lembut.

“Itu artinya kita cocok.”

Hyerin mengerjap-ngerjapkan matanya. “BㅡBenarkah?”

Kyuhyun bangkit dari kursinya dan berlutut didepan Hyerin, mengeluarkan kotak berukuran kecil dari kantong jasnya kemudian membukanya. Hyerin hampir terlonjak melihat cincin emas putih dengan hiasan berbentuk hati yang ada didalamnya.

“Menikahlah denganku, kau boleh menjadi dirimu sendiri. kau boleh menjadi cengeng, lugu, polos atau apapun itu yang membuatmu nyaman.” kata Kyuhyun sungguh-sungguh. Dia memang jatuh cinta dengan karakter gadis ini yang lugu dan manja; kekurangannya yang membuat orang-orang risih itu malah membuat Kyuhyun menjadi ingin melindunginya.

Gadis itu masih terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia tersenyum simpul dan mengangguk pelan.

Maka Cho Kyuhyun menggenggam tangan kanan gadis itu; memakaikan cincin pada jari manisnya dengan hati-hati. Kemudian setelah cincin itu terpasang dengan sempurna, Kyuhyun mencium tangannya dengan lembut. Tangan gadis ini sangat halus seperti sutra dan wangi sabun strawberry yang menyenangkan.

Kyuhyun kembali berdiri perlahan dan menyeringai pada Hyerin yang mematung di tempatnya dengan mata berkaca-kaca. Dan detik berikutnya gadis itu melompat ke pelukannya; kedua kakinya melingkar di pinggang Kyuhyun sementara kedua tangannya memeluk tubuh pria itu agar tidak jatuh.

Kyuhyun tersadar dari mimpinya dan menemukan dirinya tertidur di ruang tamu. Bahkan dia masih mengenakan kemeja putih pas badan dan celana bahan hitam yang dipakainya untuk kerja.

Pria itu bangkit dari sofa dan berjalan kearah kulkas, mengambil botol panjang dari dalam kulkas sebelum kembali menghempaskan punggungnya ke sofa lagi dan meneguk isinya sampai habis.

Kebiasaan ini mulai lagi. Kebiasaan buruk yang dia lakukan setelah kepergian Hyerin selama satu tahun lebih. Meskipun waktu itu dia masih membenci Hyerin, Tapi dia tetap mencari gadis itu kemana-mana untuk melihat keadaannya. Sampai akhirnya dia dijodohkan dengan Choi Sekyung dan gadis itu berhasil membuatnya melupakan Hyerin dan terlepas dari kebiasaan ini. Tapi sekarang dia harus melakukannya lagi, dia bisa mati jika tidak melakukannya.

“Apa-apaan ini, oppa? Kau mabuk lagi?”

Kyuhyun hanya diam dan kembali meneguk alkoholnya meski suara dibelakangnya mengusiknya.

“Gadis itu.. kan?”

Suara itu sekarang terdengar lebih keras, dengan nada menuduh.

“Kau begini karena gadis itu kan? Kau masih ada perasaan pada gadis itu, kan?”

Choi Sekyung berdiri di depan Kyuhyun dan menepis botol alkohol digenggaman pria itu hingga jatuh ke lantai dan menghasilkan bunyi yang sangat keras.

Gadis itu kemudian menatap tajam suaminya, wajah cantiknya memerah saking emosinya. “Kalau kau sudah tidak ada perasaannya kenapa kau sampai mabuk-mabukan seperti ini? Kau memikirkannya kan? ng? Kenapa kau marah padaku dan mengabaikanku?! Aku melihatnya, Cho Kyuhyun, Aku melihat kau terus-terusan memperhatikan gadis itu!”

“KAU YANG MEMBUATKU SEPERTI INI, CHOI SEKYUNG!!” teriak Kyuhyun frustasi.

Bibir Sekyung bergetar karena terkejut. “AㅡAㅡApa?”

Kyuhyun menutup matanya, meredam amarahnya yang mulai bangkit; entah karena pengaruh alkohol atau memang dia sedang benar-benar emosi. “Kau pergi kemana selama ini, Choi Sekyung?”

Sekyung tak bergeming. Tubuhnya menegang mendengar pertanyaan suaminya.

“Kau selalu pulang larut, menelantarkan Ahyoung, kau bilang kau ingin berkerja tapi kau melakukan yang lainㅡ”

“K-Kau ini bicara apa oppa? jelas-jelas aku menjaga tokoㅡ”

“Jangan berbohong. Aku tanya pada pegawai toko dia bilang kau tidak pernah datang sejak seminggu lalu.” Kyuhyun menatap Sekyung dengan sangat tajam membuat gadis itu terkejut.

“SㅡSebenarnya akuㅡ” Sekyung menggigit bibir bawahnya. “Aku ikut bisnis lain, oppa. Bisnis menjual mobil ke luar negeri. Keuntungannya sangat besar. Tapi aku tidak berani bilang padamu. Aku takut kau tidak mengizinkanku. Padahal aku ingin sekali bisa menghasilkan uang sendiri..” jelasnya.

Kyuhyun menghela nafas. “Baiklah, aku mengerti. Lalu.. siapa pria yang disebut ‘papa’ oleh Ahyoung?”

Sekyung menarik nafas kaget, tapi dia buru-buru menjawabnya agar tidak Kyuhyun curiga. “Itu teman bisnisku, oppa. dia memang cukup dekat dengan Ahyoung.”

“Sangat dekat, lebih tepatnya. Mereka sudah seperti ayah dan anak. Ahyoung bilang dia sampai menyuruhnya memanggilnya papa.” sela Kyuhyun dingin. Sekyung kembali tertegun, matanya melebar menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.

“KENAPA OPPA MENUDUHKU SEAKAN AKU SELINGKUH?! SUDAH KUBILANG DIA HANYA TEMAN BISNISKU OPPA, TIDAK LEBIH!!” teriak Sekyung, air mata membasahi kedua pipinya.

Sekyung menggeleng. “Oppaㅡ apa kau meragukan kesetiaanku? Aku tidak mungkin berselingkuh dengan orang lain oppa, hanya kau yang kucintaiㅡ”

Kyuhyun tertegun. Ini mengingatkannya pada kejadian empat tahun lalu yang dia lakukan pada Hyerin.

“Oppa, dengarkan aku duluㅡ”

“Aku hanya mencintaimu, oppa. Aku tidak sudi melakukannya dengan orang lainㅡ”

“Mulai hari ini, aku ingin kita berpisah.”

“AㅡApa? Tapi akuㅡ”

“Sudahlah, Aku tidak mau mendengkkar ratapanmu lagi. sekarang, keluar dari rumahku.  Aku akan mengajukan surat perceraian besok. Kita bercerai.”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Tidak. Ini tidak boleh terjadi lagi. Dia sudah berjanji tidak akan mengulang kesalahannya lagi. Dia tidak boleh bersikap gegabah lagi dan menyakiti siapapun lagi.

Pria itu menarik istrinya kedalam pelukannya, mengusap lembut punggungnya agar gadis itu tenang. “Lain kali, bilang padaku. Jangan sembunyikan apapun dariku, aku tidak akan marah, Sekyung-ah.”

*


“Jogiyo?”

Suara gadis didepannya menarik Hyerin dari lamunannya. Gadis itu bergidik dan menyadari dirinya masih berdiri didepan kasir supermarket dan banyak orang-orang yang mengantri dibelakangnya. Dia baru saja membeli kebutuhan sehari-hari setelah pulang dari kantor.

“Maaf, uangnya kurang 20 won.” kata kasir itu setelah menghitung semua makanan kaleng, selai, roti dan kebutuhan dapur dari keranjang yang dibawa Hyerin.

“Ah baik, tunggu sebentar.” Hyerin buru-buru membuka dompetnya dan mengambil uangnya tapi kemudian ia terbelalak karena hanya mendapati kartu atm yang kosong didalamnya. “Astaga, bagaimana iniㅡaku pasti lupa menaruhnya di dompetㅡ” gumam Hyerin panik.

Maaf, berapa totalnya?”

Suara familiar didekatnya mengagetkannya. Gadis itupun berbalik, menemukan wanita paruh baya yang sangat cantik berdiri disebelahnya.

“T-Totalnya 80 won.” kata kasir itu tanpa berkedip melihat wanita itu.

Wanita itu dengan gesit mengambil uang dari dompetnya dan memberikannya pada kasir. Sementara Hyerin masih mematung ditempatnya; hanya mampu mengerjap dan menatap wanita itu tanpa berkata apa-apa. Lidahnya kelu.

Sang gadis kasir menerima uang dari wanita itu sambil menggumam terima kasih dan menyerahkan plastik belanjaan pada Hyerin.

“T-Terima kasih banyak, Nyonya Na!” Hyerin membungkuk berkali-kali pada wanita yang ternyata adalah Na Yoorim. “Aku akan menggantinya besok.”

Nyonya Na tersenyum. “Kau tidak perlu menggantinya.”

*

“Aku benar-benar minta maaf telah merepotkanmu, Nyonya Na, seharusnya Nyonya Na tidak mengantarku pulang. Aku bisa pulang sendiri..” ucap Hyerin pada Nyonya Na yang duduk di jok sebelahnya. Nyonya Na bersikeras ingin mengantarnya pulang kerumah dan Hyerin terpaksa menyetujuinya karena merasa tidak enak jika menolaknya. Mereka sekarang duduk di jok belakang sedangkan supir pribadi Nyonya Na menyetir mobil didepan.

“Bagaimana kabarmu? masih berkerja di tempat Kyuhyun, kah?” tanya Nyonya Na.

Hyerin mengangguk. “Baik. Yah, aku masih berkerja disana. Bagaimana denganmu, Nyonya Na?”

Nyonya Na tersenyum tipis. “Aku juga baik-baik saja, Oh ya, Hyerin-ssi..”

Senyum di wajah Nyonya Na terlihat sedikit memudar. “Sepertinya ada satu hal yang harus kau tahu. Tapi aku harap kau tidak pergi atau marah padaku setelah ini.”

Hyerin mengerenyit. “Neh? A-Apa itu, Nyonya Na?”

“Aku.. sebenarnya aku adalah teman ibumu, Hyerin.”

Hyerin terkesiap, matanya melebar dan dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya saking tidak percayanya.

“IㅡIㅡIbu?” gumam gadis itu getir. Ibu.. katanya? Hyerin bahkan tidak pernah tahu ibunya seperti apa. Dia tidak ingat apapun. Kata orang-orang ibunya meninggalkannya sejak dia berusia tiga tahun. Tapi dia benar-benar lupa wajah ibunya. Sampai sekarang. Sampai dia menjadi seorang ibu untuk putrinya, Cho Joon-a.

Nyonya Na tersenyum iba. “Ya.. aku juga sempat terkejut saat melihatmu. Tapi aku yakin kau adalah Hyerin yang kucari-cari selama ini. Aku selalu terpikiran tentangmu sejak ibumu meninggalkanmu.”

“T-Tapi.. darimana Nyonya tahu bahwa aku benar-benar Hyerin yang Nyonya cari?” tanya Hyerin.

“Wajahmu sama sekali tidak berubah. Aku dulu sering menggendongmu. Mungkin kau lupa.” jelas Nyonya Na. Hyerin tak bergeming ditempatnya, menatap keluar jendela dengan hampa. Dia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang dihadapinya. Nyonya Na yang dia kira akan mewujudkan cita-citanya menjadi desainer di London, ternyata adalah teman ibunya?

Hyerin menoleh perlahan, menatap Nyonya Na disebelahnya. “Lalu.. dimana ibuku sekarang, Nyonya Na?”

Nyonya Na terkejutㅡ wajahnya berubah pucat dan dia tidak berani menatap gadis itu. “D-Diaㅡ”

Hyerin masih menatap Nyonya Na dengan mata berkaca-kaca; hatinya berdebar-debar menanti jawaban dari wanita itu.

“Dia sudah meninggal, Hyerin-ssi.”

Hyerin menutup matanya, dadanya sesak dan air matanya tak sadar membasahi wajahnya. Detik kemudian gadis itu merasakan tangan Nyonya Na mengusap-ngusap bahunya.

“Maafkan aku, Hyerin-ssi.” suara Nyonya Na juga terdengar seperti ingin menangis. “Seharusnya aku menyelamatkanmu.”

“Ini bukan salahmu, Nyonya Na.” Hyerin menggeleng, mengusap matanya yang basah. “Lagipula aku sudah terbiasa tidak ada ibu. Toh meskipun dia masih ada pun aku juga tahu dia tidak akan kembali. Dan kalau dia kembali pun, aku juga tidak tahu bisa menerimanya atau tidak.”

Mendengar itu tubuh Nyonya Na menegangㅡ bersamaan dengan mobil mercedes yang mereka tumpangi terhenti. Nyonya Na melihat keluar jendela, mereka berada di depan rumah berdesain inggris tahun 50an; cat temboknya berwarna putih dengan pagar kayu yang berwarna senada. ada seorang gadis kecil yang sedang bermain boneka didekat kolam ikan di terasnya.

“Gadis itu.. siapa Hyerin-ah?” tanya Nyonya Na.

“Dia putriku, Joon-ah.” jawab Hyerin seraya tersenyum pada Joon-ah dari dalam mobil.

Nyonya Na ikut tersenyum melihat gadis mungil itu. Dia kelihatan sangat menggemaskan dengan bando pita dan jumpsuitnya. “Bolehkah.. aku melihatnya?”

Hyerin mengangguk setuju dan mereka turun dari mobil putih itu. Nyonya Na menyapa Joon-a dan memeluknya sejenak.

“Siapa ahjumma ini, eomma?” tanya Joon-a pelan sambil memperhatikan wajah Nyonya Na.

“Temannya eomma, namanya Nyonya Na.” jelas Hyerin.

“Annyeong, Nyonya Na.” kata Joon-ah ramah sambil melambaikan tangan.

Nyonya Na tertawa kecil, mencubit pelan pipi Joon-a dengan sedikit gemas. “Aniyoo, panggil saja halmeoni.”

“HalㅡHalmeoni? Tapi kan halmeoni untuk orang yang sudah tua, Nyonya Na kan masih muda?” Joon-ah bingung melihat yang Nyonya Na yang masih terlalu muda untuk dibilang ‘nenek’, Karena wajah Nyonya Na masih terlihat seperti akhir 30-an.

“Aku sudah tua, Joon-a-ya.” Nyonya Na tertawa kecil. “Nah, Kalau begitu halmeoni pulang dulu ya?”

“Neeh? Baru saja aku ingin membuatkan Nyonya Na minum.” kata Hyerin.

“Tidak usah, Hyerin. Aku harus pergi lagi setelah ini. Jaga dirimu baik-baik, ya?” Nyonya Na menggenggam kedua bahu Hyerin dan tersenyum pada gadis itu.

“Baiklah kalau begitu.. Terima kasih atas tumpangannya, Nyonya Na.” ucap Hyerin senang.

“Sama-sama. Oh ya Hyerin..” Nyonya Na menatap Hyerin dengan iba. “Jika ada yang kau butuhkan, kau boleh bilang padaku.”

“Neh? baiklah?”

*


Privacy Corporation, 07:30PM

“Sesuai rapat kita minggu lalu, hari ini anda diminta untuk menunjukan konsep yang menarik untuk event launching Botanical garden nanti.” ujar Kyuhyun, suara lantangnya yang menggema di ruang rapat membuat semua peserta rapatㅡ termasuk Hyerin dan Sekyungㅡ hanya fokus padanya.

“Dimulai dari Choi Sekyung-ssi.”

Sekyung tersenyum, bangkit dari kursinya dan berdiri didepan proyektor dengan percaya diri. Dia tampak cantik dan dewasa hari ini; rambutnya diikat tinggi dan memakai dress hitam selutut. Belum bicara apa-apa saja semua orang sudah memandanginya dengan terkagum-kagum.

“Konsep saya adalah Fun For Charity, yaitu dimana para peserta bersenang-senang, tapi juga berbagi kesenangan dengan orang yang membutuhkan.” jelas Sekyung dengan gaya bicaranya yang pintar. “Kita adakan ajang pertunjukan bakat untuk anak-anak serta pertandingan olahraga seperti golf, sepak bola dan teamwork pada launching tersebut.”

Deg. Hyerin terkesiap. Sepertinya ide Sekyung agak mirip dengan idenya..? hanya kata-katanya saja yang sedikit berbeda? atau hanya perasaannya saja?

“Lalu.. biaya pendaftarannya akan disumbangkan pada yatim piatu dan tuna wisma atas nama Botanical Garden. Dengan begitu, nama Botanical Garden akan semakin disegani dan mendapatkan banyak pengakuan dari orang-orang.” jelasnya lagi.

Hyerin menarik nafas kaget. Tidak mungkin.. ini.. benar-benar mirip dengan idenya! tapi bagaimana bisa? Hyerin meraih tasnya dibawah meja, mengambil kertas idenya yang dilipat tapi kemudian yang dia temukan membuat jantungnya berhenti berkerja.

“Saya yakin akan banyak orang yang tertarik mengikuti launching ini. Karena semua kalangan dan semua umur bisa menikmatinya.” sambung Sekyung. Dan setelah itu tepuk tangan keras serta pujian-pujian kagum memenuhi ruang rapat.

“Wah, sungguh ide yang brilian!” puji salah satu karyawan.

“Sekyung-ssi sangat jenius.” ujar yang lainnya.

“Itu ideku!! Kau menukarnya, Choi Sekyung!!” sergah Hyerinㅡ membuat satu ruangan terkejut dan menatap Sekyung yang sekarang berubah tegang.

“Itu milikku, Kau menukarnya kan?”
Sekyung mendengus geli. “Maaf? Apa maksudmu?”

“Jangan pura-pura tidak tahu, Choi Sekyung. Kenapa kau mengambil kertasku? Memangnya kau tidak punya ide sendiri?” tanya Hyerin setengah membentak.

Mata Sekyung melebar, tidak terima dengan tuduhan Hyerin. “Kau ini bicara apa, Ahn Hyerin? Ini ideku! Ini hasil pemikiranku sendiri!! Apa maksudmu tiba-tiba menuduhku? Kau ingin cari sensasi?”

Kyuhyun bangkit dari kursinya dan menggebrak mejanya. “Hentikan! Apa-apaan ini?”

“Sajangnim, Hyerin baru saja menuduhku mengambil idenya. Dia punya bukti apa?” kata Sekyung dengan nada dibuat-buat.

Kyuhyun menatap tajam Sekyung dan Hyerin secara bergantian. “Kalian bisa menjelaskannya nanti. sekarang duduk! dan tolong jaga attitude kalian di kantor!”

*

 

“Baiklah, kalau tidak ada pertanyaan, Kalian boleh meninggalkan ruangan.” tutup Kyuhyun begitu presentasi selesai.

Hyerinㅡ seperti karyawan lainnya, membawa tasnya meninggalkan ruang rapat dan bergegas menuju pintu keluar kantor.

“Ahn Hyerin, tungguㅡ”

Gadis itu baru saja ingin keluar dari gedung ketika mendengar suara familiar itu memanggilnya. Hyerin kontan menoleh dan menemukan Kyuhyun yang sekarang menahan lengannya, menatap gadis itu dengan dahi berkerut. Dia terlihat sangat marah.

“Hyerin, apa itu benar? Kertas kalian tertukar?” tanyanya tegas.

“Aku tidak mau mempermasalahkannya lagi, sajangnim. Maafkan aku yang sudah berbuat seperti tadi. Permisi.” Hyerin melepaskan tanganya dari Kyuhyun dan berjalan cepat meninggalkan pria itu kearah parkiran dengan mata berkaca-kaca.

Hyerin merasakan dadanya sesak. Sebenarnya dia masih sangat tidak terima Choi Sekyung mencuri kertasnya. Hasil pemikirannya selama dua hari penuh. Lalu gadis itu malah sengaja menukarnya dengan miliknya agar Hyerin terkena masalah. Dan sekarang Kyuhyun pasti mengira dialah yang berbohong. Pria itu tidak mungkin menyalahkan istrinya.

Sekarang Kyuhyun jadi marah padanya dan kembali membencinya. Semua orang membencinya. Namanya pasti akan segera tercemar di perusahaan ini. Hyerin menyeka air matanya yang tanpa ia sadari membasahi pipinya. Kau harus kuat Hyerin, ini memang rencana gadis itu untuk menyingkirkanmu dari sini.

“Ahn Hyerinㅡ”

Hyerin tersentak menyadari Kyuhyun tahu-tahu sudah berdiri beberapa senti didepannya. Alisnya saling bertautan dan mulutnya terbukaㅡ dia jelas-jelas sangat marah.

“S-Sajangnimㅡ Aku benar-benar minta maafㅡ” gumam Hyerin takut, wajahnya hanya setinggi dada Kyuhyun hingga dia harus mengadah menatap pria itu.

Kyuhyun sedikit menunduk untuk mensejajarkan wajah mereka, menatap Hyerin dengan intens. “Apa yang Sekyung lakukan padamu?”

Hyerin tertegun. Sama sekali tidak menyangka bahwa Kyuhyun ternyata malah menuduh Sekyung dan membelanya, bukannya marah padanya seperti yang dia bayangkan.

Kyuhyun menggenggam kedua bahu Hyerin, “Ahn Hyerin, jawab pertanyaanku. apa yang Sekyung lakukan padamu?”

Hyerin memalingkan wajahnya, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Yang dia lakukan pada Hyerin? Banyak. Sangat banyak. Dia bahkan menghancurkan rumah tangga kita, Cho Kyuhyun. Dia yang membuat kita seperti ini. Tapi aku tidak bisa bilang padamu..

“Lupakan saja, sajangnim. Aku pergi dulu, tidak baik jika karyawan lain melihat kita seperti ini. Aku permisi.” jawab Hyerin sopan, membungkuk kecil dan kembali berjalan meninggalkan Kyuhyun.

“Hyerinㅡ”

Suara serak Kyuhyun dibelakangnya membuat Hyerin kembali menghentikan langkahnya.

“Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi.”

Hyerin membeku ditempatnya. Jantungnya berdegup sangat kencang dan air matanya tak bisa dibendung lagi. Tapi detik kemudian matanya menangkap sosok pria tampan berambut klimis yang tak jauh darinya baru saja turun dari mobil. Gadis itu pun berlari kearah pria itu sambil menangis, tak mempedulikan Kyuhyun yang masih mematung dibelakangnya.

“H-Hyerin-ah? Kenapa kau menangis?” tanya Donghae panik.

Hyerin tidak menggubris, hanya membenamkan wajahnya di dada bidang Donghae. Masa bodoh. Dia benar-benar ingin menangis. Tidak tahu apa yang dia sedang tangisi. Tapi berada dipelukan Donghae disaat seperti ini membuatnya jauh lebih tenang; Pria itu mendekapnya erat dan mengelus-ngelus punggungnya sambil mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja.

Kyuhyun menatap pasangan itu dari kejauhan dengan rahang mengeras. Tak sadar tangannya mengepal kuat-kuat. Ternyata rasanya masih sangat menyakitkan melihat gadis itu berada dipelukan pria lain. Karena dulu dialah yang selalu menenangkan gadis itu didalam dekapannya. Rasanya baru kemarin dia bilang pada gadis itu hanya dia yang boleh memeluknya, menghapus air matanya dan membuatnya merasa tenang.

Tapi kenyataannya sekarang, dia malah membiarkan pria lain yang melakukannya.

*

“Aku sangat berterima kasih lho, Yoorim-ssi. Kalau gaji Kyuhyun sudah keluar nanti pasti akan kuganti.” ucap Nyonya Cho segan, berjalan tergopoh-gopoh dengan memegang beberapa goodie bag berisi barang-barang berharga puluhan juta ditangannya.

Nyonya Cho adalah wanita yang menjunjung tinggi harga dirinya; dia tidak pernah tundukㅡ apalagi berterima kasih pada siapapun tapi dia sangat merendahkan diri pada Nyonya Na. Nyonya Na jauh lebih kaya dari keluarga Cho. Wanita itulah yang meminjamkan modal sampai jutaan won untuk usaha Tuan Cho dulu. Sampai sekarangpun, Nyonya Na sering meminjamkan Nyonya Cho kartu kreditnya untuk berbelanja sampai ratusan juta.

“Ah, itu bukankah putramu? sepertinya dia sudah menjemputmu, Jaekyung-ssi.” kata Nyonya Na sambil menunjuk pria jangkung yang menunggu di parkiran VIP didepan mall ituㅡ yang tidak lain adalah Cho Kyuhyun.

Nyonya Cho menatap putranya dari kejauhan. “B-Benarkah? Aigoo, padahal aku ingin ke toilet dulu. Ah, sudah biarkan saja, Yoorim-ssi, nanti aku akan menelepon dia.”

“Ah, Jaekyung-ssi, kalau begitu.. bolehkah aku berbicara dengannya, sebentar? ada yang harus kami bicarakan tentang bisnis kami.” tanya Nyonya Na segan.

“Oh? Silahkan, Yoorim-ssi. Kalau begitu aku ke toilet sebentar.”

Na Yoorim mengangguk. “Baik. Nanti aku akan beritahu Kyuhyun.”

Setelah Nyonya Cho meninggalkannya ke toilet, Na Yoorim berjalan kearah Kyuhyun dan menyapanya.

“Kyuhyun-ssi.. bisa bicara sebentar?”

*

Cho Kyuhyun hanya menatap Nyonya Na yang sedang menyesap kopi didepannya dengan alis berkerut. Dia tidak mengerti kenapa Nyonya Na tiba-tiba mengajaknya duduk di kafe klasik ala prancis di mall ini. Mereka memang mitra kerja yang cukup dekat, tapi seingatnya tidak ada yang perlu dibicarakan dengan wanita ini.

“Jadi begini, Kyuhyun-ssi..” Nyonya Na meletakkan kembali cangkir kopinya di meja dengan hati-hati. “Aku ingin bertanya padamu tentang Hyerin.”

“Tentang Hyerin?” tanya Kyuhyun bingung.

“Apa benar.. dia mantan istrimu?”

Kyuhyun mengerenyit. Setahunya dia tidak pernah membahas hal se pribadi ini dengan teman ibunya ini. “Ya? dia mantan istriku. Tapi kami sudah bercerai.”

“Maaf sebelumnya aku lancang, tapi.. bolehkah aku tahu alasannya?” tanya Nyonya Na segan.

“Maaf tapi aku tidak bisa menceritakannya. Itu privasi kami. Ah, maaf, memangnya kenapa Nyonya Na bertanya seperti itu?” tanya Kyuhyun semakin bingung.

“Aku ini.. sebenarnya kenal dengan ibunya Hyerin.”

Kyuhyun terperangah. “Ibunya.. Hyerin?

“Ya, tapi sekarang ibunya sudah meninggal. Pesan terakhir.. dia menyuruhku mencari Hyerin. Dan aku sangat senang begitu menemukannya.” jelas Nyonya Na membuat Kyuhyun tak bisa berkata-kata saking terkejutnya. Bagaimana bisa Nyonya Naㅡ

“Aku kasihan pada Hyerin, saat mendengar dari orang-orang bahwa dia sekarang tinggal bersama orang lain yang bukan suaminya. Dan rencananya aku akan membelikan apapun yang dia butuhkan.” jelas Nyonya Na membuat Kyuhyun kembali terkejut.

“Kau.. tidak perlu melakukannya. Aku yang akan menjaganya dan melengkapi semua kebutuhannya.” Kyuhyun menghela nafas, “Bahkan sebenarnya.. gajinya kuberi tiga kali lipat dari gaji karyawan yang lain.”

“Oh?!” Nyonya Na menutup mulutnya dengan tangannya karena terkejut. “Bukankah kau sudah punya keluarga sendiri sekarang, Kyuhyun-ah? Kau juga sudah punya istri dan anak kan?”

Kyuhyun terbungkam. Dia tidak mungkin bilang pada Nyonya Na bahwa ini adalah bentuk tanggung jawabnya karena sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal pada gadis itu.

“Kyuhyun-ssi.” panggil Nyonya Na membuat Kyuhyun bergidik.

“Apa.. Kalian sudah punya anak?”


“Kyuhyun-ah?”

Suara lain didekat mereka membuat mereka menoleh dan menemukan Nyonya Cho yang sedang berjalan menghampiri mereka.

“Tidak apa-apa, silahkan dilanjutkan saja pembicaraannya.” kata Nyonya Cho segan seraya duduk di kursi yang berbeda dengan mereka.

“Tidak, Jaekyung-ssi. Kami sudah selesai berbicara. Aku permisi. Terima kasih atas waktunya, Kyuhyun-ssi.” Nyonya Na tersenyum pada mereka sebelum membayar kopinya dan pergi dari sanaㅡ meninggalkan Kyuhyun dan Nyonya Cho dengan tanda tanya besar.

*

 


Gangnam District, 10:30PM

“Kyu, ayolah. Bersenang-senanglah sedikit, kau datang kesini untuk melepas stress kan?”

Pria jangkung itu hanya bisa menggeleng kepala melihat temannya, Cho Kyuhyunㅡ yang sedari tadi hanya duduk di bar diskotik dan sibuk dengan ponselnya. Kyuhyun bahkan tidak menyentuh whiskey yang dipesannya. Padahal pria itu lah yang mengajaknya ke diskotik.

“Entahlah, aku juga tidak tahu apa yang sedang kulakukan disini.” Kyuhyun mengusap dahinya yang pening, kemudian bangkit dari kursi tinggi itu dan membawa ponselnya keluar diskotik. “Aku keluar sebentar, Wonyeong hyung.”

“Oyㅡ” pria yang disebut Wonyeong itu menatap Kyuhyun yang meninggalkannya dengan tanda tanya besar.

Kyuhyun berjalan keluar dari diskotik dan menghela nafas kasar, dia mulai muak dengan pelariannya ini. Tadinya dia merasa pergi ke tempat seperti ini bisa melepas beban dipikirannya tapi ternyata ini sama sekali tidak membantu. Hidupnya malah hancur.

Kyuhyun kembali mengotak-ngatik ponselnya dan menatap kontak seorang gadis disana. Seorang gadis yang sangat ingin dihubunginya sejak tadi. Pria itu menggigit bibir bawahnya bimbang, berharap dia punya keberanian untuk menghubungi gadis itu. Tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi dan jantung Kyuhyun berdegup kencang.

Gadis itu menghubunginya duluan.

“YㅡYeoboseyo? KㅡKyuhyun-ssiㅡ”

Kyuhyun terkesiap, hanya mendengar suara canggung itu membuat hati dan pikirannya terasa jauh lebih ringan.

“Ada apa, Hyerin?” tanya Kyuhyun dinginㅡ berusaha menahan rasa senangnya.

“AㅡItuㅡ Joon-ah mau bicara padamuㅡ”

Mata Kyuhyun melebar, “Joon-a? Mana dia?”

“Ahjussi?” suara anak kecil itu terdengar dan senyum bahagia menghiasi wajah Kyuhyun.

“Joon-a-ya?” panggil Kyuhyun antusias.

“Ahjussi, bolehkah kita memakai tiket ke funfairnya besok? Joon-a sudah tidak sabar” rengek Joon-ah.

“Aku baru saja ingin menanyakannya.” Kyuhyun terkekeh geli membayangkan wajah putrinya yang saat ini pasti terlihat menggemaskan. “Iya boleh, Joon-a. Tapi sore, oke? Setelah appaㅡmaksudku, aku dan eomma mu pulang kerja.”

“Yeii, terima kasih ahjussi!” suara Joon-ah terdengar sangat senang membuat Kyuhyun ikut tersenyum senang.

“Sudah jangan lama-lama, Joon-a, ini sudah malam ahjussi-nya mau tidur.”

Kyuhyun tertawa kecil mendengar omelan Hyerin di ujung sana.

Joon-a menguap. “Kalau begitu Joon-a juga mau tidur, jaljjayo, ahjussi.”

“Iya, Joon-a, jaljja~” ucap Kyuhyun sambil melambaikan tangan sendiri. “Berikan ponselnya pada eommamu, Joon-a-ya.”

“NㅡNeh?”

“Kita bertemu depan supermarket di besok, jam 4 sore. Jangan lupa bawa baju ganti untuk Joon-a.”

“Baiklah, Kyuhyun-ssi.”

“Jaljja.” kata Kyuhyun setengah berbisik. Gadis itu terdiam beberapa saat tapi Kyuhyun masih menunggu jawaban dari gadis itu.

“JㅡJaljjayo?”

Kyuhyun menyeringai, tangan kanannya menggenggam ponselnya erat-erat didepan dadanya setelah memutus sambungannya. Akhirnya besok dia bisa bertemu dengan mereka; dua orang yang sangat ditemuinya.

“Kyu, Kyuhyun-ah. Kau harus ikut aku.”
Pria itu berjengit ketika Wonyeong yang baru saja keluar dari diskotik menarik lengannya kembali kedalam sana.

“A-Ada apa?”

“Aku melihat istrimu, ayo cepat.” kata Wonyeong sambil menyeret Kyuhyun secara paksa. Kyuhyun mengerutkan dahi, benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakan temannya.

“Bicara apa sih? mana mungkin istriku ada disini!” sergah Kyuhyun tapi tetap mengikuti langkah Wonyeong. Temannya itu terlihat serius sekali.

“Maka dari itu, aku juga tidak yakin itu benar-benar dia atau bukan. Kau harus lihat ini.” kata Wonyeong lagi membuat Kyuhyun semakin tidak mengerti.

*

“Kemarin Kyuhyun membela Hyerin.” kata Sekyung pada ponsel ditelinganya. Tangannya yang satu lagi dia gunakan untuk memegang rokok dan menghisapnya sesekali.

“Kyuhyun masih mencintai gadis itu. Aku tahu itu. Akhir-akhir ini dia mabuk-mabukan terus, sudah pasti dia memikirkan gadis itu.” keluhnya.

“Choi Sekyung, apakah kau.. pernah berfikir untuk menyerah?” suara diseberang teleponnya membuat Sekyung bergidik.

“A-Apa maksudmu? Menyerah?” tanya Sekyung dengan nada tinggi. Tidak akan ada yang mendengarnya karena saat ini dia berada di bar khusus ‘pelayan’ dibelakang diskotik.

“Aku mencintai Hyerin. Sangat cinta, tapi.. aku rasa percuma jika dia tidak bahagia bersamaku, jadi.. aku sudah memutuskan untuk membebaskannya memilih pasangannya. Aku tidak ingin menyakitinya lebih jauh lagi.”

Sekyung menatap rak minuman keras didepannya dengan terkejut. “Apa? Kau sudah gila, Lee Dㅡ”

“Jika kau benar-benar mencintai Kyuhyun, kau tidak akan terus-terusan menekannya seperti ini. Dia sudah memberikan segalanya padamu. Apa kau belum puas juga?”

“Ya. Aku belum puas. Aku belum puas sampai Hyerin benar-benar pergi dari kehidupan kami. Karena itu aku ingin kau menjauhkannya dari Kyuhyun, Tapi kenapa kau malah merelakannya, bodoh?!” Choi Sekyung memijat pelipisnya yang pening, dia sama sekali tidak bisa mengerti pola pikir lawan bicaranya itu. “Baiklah.. Baiklah, Kalau begitu, aku sendiri yang akan memisahkan mereka.”

Lawan bicaranya mendengus diujung sana. “Jangan pernah mencoba untuk mengusik Hyerin, kuperingati kau. Kalau sampai kau melakukannya..”

“Aku tidak akan segan-segan memberitahu Kyuhyun kalau anak itu bukan anakmu.”

“Brengsek kau!” Sekyung menggertakan giginya, menyundutkan ujung rokok di asbaknya dengan emosi. “Seharusnya aku tidak pernah mempercayaimu.”

Sekyung membanting ponselnya di meja kaca itu dan mengacak rambut bergelombangnya frustasi.

“Ada apa, Sekyung-ah?” tanya seorang gadis yang duduk disebelahnya.

“Dia mengancam kalau aku mengusik Hyerin lagi, dia akan memberitahu Kyuhyun kalau Ahyoung bukan anakku. Benar-benar tidak tahu diri.” Sekyung menarik nafas, lalu menghembuskannya lagi. Dia gelisah, sangat gelisah dan tidak tahu harus berbuat apa untuk menyingkirkan Hyerin. Gadis disebelahnya mengelusi rambutnya agar sahabatnya itu tenang.

“Aku tidak mau kalau Kyuhyun sampai menceraikanku. Aku kan tidak bisa berkerja seperti ini selamanya, Yuri-ya. Kalau ada Kyuhyun, hidupku pasti terjamin. Hartanya kan dimana-manaㅡ”

“Jadi benar.. Ahyoung bukan anakku?”

Sekyung menarik nafas kaget. Gadis itu perlahan menoleh keasal suara itu dan jantungnya hampir copot melihat sosok pria dengan setelan mahal dibelakangnya, tangannya mengepal kuat dan matanya menatap gadis itu tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup.

Itu suaminya, Cho Kyuhyun.

“KㅡKyuhyun oppaㅡ Kenapa kau ada disiniㅡ” tubuh Sekyung bergetar tak karuan, keringat dingin membasahi pelipisnya. Dia benar-benar tertangkap basah. Temannya yang setia menemaninya disebelahnya bahkan sudah lari meninggalkannya entah kemanaㅡ mungkin takut dengan perangai Kyuhyun yang kelihatan sangat murka. Sekyung sendiri juga berharap dia bisa lari dari kenyataan yang menakutkan ini. Dia tidak pernah menyangka mimpi buruknya menjadi kenyataan secepat ini.

Sementara Kyuhyun tidak bisa berkata apa-apa saking murkanya, menangis pun dia tak mampu. Dia merasa sangat dibohongi dan dikhianati. Hatinya hancur berkeping-keping.

Dia pernah mengatakan bahwa dia menyesal telah menikah dengan seorang pengkhianat, Tapi justru yang dinikahinya sekarang adalah pengkhianat yang sebenarnya. Dan yang telah dia sia-siakan adalah wanita yang tidak bersalah. wanita yang sangat dia cintai dan bahkan saat itu mengandung darah dagingnya. Sementara dia memilih menikah dengan pelacur yang mengandung anak orang lain.

Mungkin ini karma baginya. Tapi ini terlalu menyakitkan. Dia tidak yakin sanggup menghadapi kenyataan ini. Sekarang saja jantungnya sudah sangat sakit hingga dia nyaris tak mampu bernafas dan kepalanya terasa berputar-putar, tensi darahnya pasti naik drastis.

Kyuhyun mencoba tersenyum dengan sisa kekuatannya. “Kau benar-benar hebat, Choi Sekyung. Ternyata ini ‘bisnis’mu selama ini.”

“AㅡAku bisa jelaskanㅡ” desis Sekyung dengan wajah bersimbah air mata, topeng yang dia gunakan seolah luntur dan yang dilihat Kyuhyun sekarang ini bukanlah Choi Sekyung yang anggun dan arogan melainkan hanya seorang gadis lemah dan menyedihkan.

“Ya, Kau akan menjelaskan itu nanti. Di pengadilan.” Kyuhyun mengalihkan pandangannya, menahan dorongan kuat didalam dirinya untuk meninju wajah gadis ini. jika tidak dia benar-benar sudah lepas kendali.

“Sekarang yang perlu kau jelaskan, Apa saja yang telah kau perbuat pada Hyerin?”

Sekyung tersentak. Tidak. Tidak, dia tidak mungkin mengakuinya. Dia belum siap untuk diseret keluar dari sini dan diperlakukan seperti orang gila oleh suaminya didepan banyak orang. Mau ditaruh dimana mukanya nanti?!

“Jika kau tidak mau jawab, aku akan menyebarkan ke semua orang kalau kau adalah pelacur. Dan aku juga tidak segan-segan mencari cara untuk melukaimu. Aku sudah tak peduli kau ini apa, Choi Sekyung. Aku tak peduli lagi jika orang-orang menghinamu atau menginjak-nginjakmu didepan umum. Dan kupikir kau masih cukup waras untuk membiarkanku melakukannya.”

Sekyung menatap Kyuhyun dengan terkejut, air matanya mengalir semakin deras. Cho Kyuhyun tidak mungkin berkata seperti itu padanya. Pria itu mencintainya lebih dari apapun, dia selalu melindunginya dan membuatnya merasa aman setiap saat. Pria itu bahkan pernah menghajar seorang pria sampai sekarat hanya karena dia mengatakan Sekyung murahan. Tapi sekarang.. pria itu malah berusaha untuk menyakitinya.
Dan yang lebih mengejutkan adalah pria itu seolah mengembalikan semua kata-katanya. Kata-katanya yang sudah dia gunakan untuk mengancam Hyerin.. sekarang suaminya sendiri yang menggunakannya untuk mengancamnya.

“Dan Choi Sekyung, jangan harap kau akan mendapatkan sepeserpun hartaku.” kata Kyuhyun keras, suaranya menggelegar sampai membuat Sekyung serasa disambar petir. Baru kali ini dia melihat Kyuhyun seperti ini padanya. “Justru kau yang akan membayar semua yang telah kau lakukan pada Hyerin, pada rumah tanggaku. Sebaiknya kau mengaku sekarang padaku, sebelum semuanya tahu kebusukanmu.”

Tubuh Sekyung yang semula bergetar hebat sekarang terasa beku. ancaman pria itu terlalu menakutkan hingga Sekyung rasanya tak mampu lagi bernapas. Gadis itupun terkulai lemas dan jatuh membentur lantai.

“Choi Sekyung!”

*

“Aku berjanji akan memenuhi apapun kebutuhanmu, Nyonya Lee. Apapun. Tapi tolong izinkan akuㅡ”

“TIDAK! KAMI TIDAK BUTUH APAPUN DARIMU, SEKARANG ANGKAT KAKIMU DARI RUMAHKU, PERGI!!”

“KㅡKumohon, Nyonya Lee, aku berjanji akan menjaganya dan putrinyaㅡ”

“KUBILANG TIDAK!!”

Hyerin baru saja selesai ganti baju dan bersiap berangkat ke kantor tapi tiba-tiba dia mendengar suara gaduh dari ruang tamu. Siapa yang ribut pagi-pagi begini? Gadis itu lantas berjalan ke ruang tamu untuk melihat apa yang sedang terjadi dan detik berikutnya jantungnya berhenti berkerja.

Nyonya Na sedang berlutut didepan Nyonya Lee dengan wajah berurai air mata. Sementara Nyonya Lee tampak sangat marah dan menunjuk-nunjuk pintu keluar. Wanita cantik yang sudah menginjak usia 50an itu bahkan sekarang memeluk lutut Nyonya Lee, entah apa yang dia minta dari Nyonya Lee sampai bisa-bisanya merendahkan dirinya seperti itu.

“N-Nyonya Na.. apa yang anda lakukan disini?” tanya Hyerin lirih, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Nyonya Na dan Nyonya Lee menatap Hyerin dengan terkejut.

“A-Akuㅡ” gumam Nyonya Na getir.

Hyerin menatap Nyonya Lee dengan alis berkerut, meminta penjelasan dari wanita itu. “Ahjumma, apa yang terjadi?”

“Wanita ini ingin membelimu, Hyerin-ah!!” ujar Nyonya Lee lantang.

Hyerin tertegun. “A-Apa? M-Membeli.. aku?”

“B-Bukan seperti itu maksudku, Hyerin!!” sergah Nyonya Na.

“Apa maksudnya ini? Tolong jelaskan padaku, ahjumma!!” tanya Hyerin setengah menjerit, masih tidak mengerti dengan perkataan Nyonya Lee.

“Aku tidak tahu siapa wanita ini tapi tiba-tiba datang dan bilang dia akan membayar berapa saja asal bisa mengambilmu dan Joon-a.” jelas Nyonya Lee dengan nada tinggi. “Ya jelas aku tidak bisa melepasmu dan Joon-a begitu saja! Wanita ini tidak waras!!”

“A-Apa?”

Nyonya Na menggeleng cepat. “Tidak, Tidak, HㅡHyerin-ahㅡ Aku hanyaㅡ”

Hyerin menggeleng, tak sadar air matanya mengalir saking terkejutnya. “Maaf, tapi aku bukan barang, Nyonya. Hanya karena aku tidak punya siapa-siapa dan kau pernah mengenalku, bukan berarti kau bisa mengambilku seenaknya!!”

“HYERIN-AH!!!”

Hyerin kembali masuk kekamarnya dan membanting pintu dengan keras. Sudah cukup. Dia tidak mau lagi. Dia lelah diperlakukan seperti ini. Dia sudah dibuang oleh ibunya, diserahkan ke orang yang tidak bertanggung jawab, lalu dipungut oleh mantan suaminya dan kemudian dibuang lagi. Dan sekarang seseorang ingin memungutnya lagi!!

Ya tuhan, Kenapa semua orang ingin mempermainkannya? Kenapa semua orang memperlakukannya seenaknya seperti barang yang bisa dipindah-pindahkan? Apa mereka sama sekali tidak sadar bahwa Hyerin juga manusia yang punya perasaan?

Gadis itu bersandar dibelakang pintu kamarnya sambil meringkuk dan terisak, menutup kedua telinganya hingga dia hanya bisa mendengar tangisannya sendiri, tidak mempedulikan kegaduhan diluar.

“PERGI DARI RUMAHKU!! SEKARANG! ATAU AKU AKAN PANGGIL POLISI!”

“TIDAK, AKU INGIN BICARA DENGAN HYERIN! KUMOHON!”

“KUBILANG PERGI!! WANITA GILA!!”


To Be Continued..

Advertisements

161 thoughts on “CEO’s Ex Wife [Chapter 4]

  1. Sekyung licikkk amat tuh cewek. Kok nyonya na itu sebenernya siapa nya hyerin sihh , kok kalo hyerin susah ada nyonya na kaya ada maksud tersembunyi gitu
    Gak sabar baca chap selanjutnya
    Keep writing kak
    Fighting…

  2. wuooww kren kebongkar semuanya.. perfect, tapi mungkin maksud nyonya na bukan itu ya.. aahh kasian juga sama hyerin.. aku harap nyonya na ini ibunya

  3. Kayaknya nyonya Na ini ibunya Hyerin deh… * mungkin*

    Akhirnya kebusukan sekyung si wanita ular terbongkar… tapi gimana dengan donghae ya?

    Aku tambah kasihan deh sama Hyerin dan Kyuhyun… sama2 ditipu

    Oklah author-nim… ceritamu semakin seru buat dibaca ^^
    Keep writing, thor ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s