Married Life · Mystery · Romance

Different Person [Chapter 4]

Story By Erina Suzumiya

Cast:

Ahn Hyerin | Cho Kyuhyun | Shin Minyoung (OC) | Xavier Samuel (as Enzo) | Lee Nayoung (OC)

Genre: Romance, Mystery, Married Life

Rating: PG-16

Thanks to Zakia K for giving me motivation to keep writing. 감사합니다😊

DON’T BE A SILENT READER ❤

“Ya tuhan.. Kyuhyun-ah.. Bagaimana bisa seperti ini? Memangnya kalian sedang apa? Nyonya Ahn menatap Kyuhyun dengan mata melebar. Menantunya itu terbaring diatas ranjang rumah sakit dengan perban dikepala dan pinggangnya.

“Kami sedangㅡ”

“K-Kami sedang menyebrang, lalu tiba-tiba mobil melaju kencang dan menabrak Kyuhyun oppa..” sela Hyerin.

“Tapi aku tidak apa-apa kok, eommoni. Dokter bilang beberapa hari lagi aku sudah bisa pulang.” sela Kyuhyun.

“Yaampun.. Apanya yang tidak apa-apa, Kyuhyun-ah, kau sampai seperti ini.” kata Nyonya Ahn khawatir.

“Lain kali kalian harus berhati-hati. Jangan sampai terjadi seperti ini lagi.” tambah Tuan Ahn.

“Neh, arraseo..” jawab Hyerin lemah. Tiba-tiba kepalanya terasa sakit dan perutnya serasa diisi timah panas.

“Hyerin-ah? ghwenchanayo?” Nyonya Ahn menatap putrinya bingung.

“Entahlah, akhir-akhir ini aku sakit perut.. sepertinya aku masuk angin.” Hyerin menutup mulutnya dan berbalik menuju pintu. “S-Sepertinya aku harus ke kamar kecil sebentarㅡ”

*

Ahn Hyerin merasakan nafasnya tersengal setelah memuntahkan isi perutnya di kloset. Apa yang terjadi padanya? Jangan-jangan Enzo benar.. dia memang hamil? dia juga belum sempat memeriksakannya. Sepertinya dia harus mengeceknya setelah ini.

Gadis itu membersihkan mulutnya di wastafel sebelum kembali ke ruangan rawat inap dan menemukan kedua orang tuanya yang sudah berdiri didepan pintu.

“Kami balik ke kantor dulu sebentar. Kau tidak apa-apa, Hyerin-ah?” tanya ayahnya cemas.

“Aniyo, sepertinya aku hanya sedang masuk angin, appa.”

“Eoh? kau sudah minum obat? Sebaiknya kau istirahat dirumah, kau kan juga sedang tidak enak badan. Nanti biar eomma saja yang menjaga Kyuhyun.” sela ibunya.

“Tidak apa-apa, eomma. aku mau menjaga Kyuhyun oppa disini saja.”

“Ya sudah, jaga diri kalian baik-baik ya..”

“Neeh..”

Setelah langkah kedua orang tuanya menghilang dari pandangan Hyerin, gadis itu kembali ke ruangan Kyuhyun dan duduk di kursi samping ranjang suaminya itu.

Hyerin menopang kedua pipinya dengan tangannya, matanya menatap jendela didepannya dengan hampa dan bergumam pelan. “Eommoni belum datang juga.”

“Aku bilang pada ahra nuna jangan beritahu eomma ku soal ini. Aku tidak ingin dia berfikir macam-macam dan jatuh sakit lagi.” ujar Kyuhyun.

“Lagipula selama ada kau disini.. aku tidak apa-apa kok.” lanjutnya seraya tersenyum pada gadis itu.

Hyerin terdiam, beralih menatap Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca.

“K-Kenapa kau menangis?” tanya Kyuhyun panik melihat air mata gadis itu yang tiba-tiba mengalir.

“Aku pikir aku akan kehilanganmuㅡ” kata Hyerin dengan suara bergetar.

Kyuhyun menggenggam tangan gadis itu kemudian menciumnya dengan lembutㅡ membuat pipi gadis itu memerah. “Ghwenchana..”

Suara pintu yang terbuka mengagetkan mereka tapi kemudian Kyuhyun tersenyum lebar melihat siapa yang datang. Hyungdeulnya ternyata datang menjenguknya.

“Kyuhyun-ah, ghwenchanayo?” Leeteuk masuk kedalam ruangan dengan wajah panik, tampak repot membawa buah dan makanan ringan untuk Kyuhyun. Tapi lebih repot lagi Donghae dan Eunhyuk yang membawa box berisi iPod, kaset game dan psp kesayangannya agar dongsaengnya itu tidak bosan selama di rumah sakit.

“Syukurlah, ternyata kau masih hidup.” canda Eunhyuk.

“Ini kubawakan semua pacarmu yang ketinggalan di dorm.” ujar Donghae sebal seraya menaruh box yang dibawahnya dibawah ranjang Kyuhyun.

Eunhyuk menyikut lengan Donghae. “Jangan bilang begitu, nanti istrinya cemburu tahu.”

“A-Aniyooㅡ” kata Hyerin malu.

“Gomawo, hyung.” ucap Kyuhyun, senyum bahagia mewarnai wajah tampannya.

“Hyerin menjaga Kyuhyun disini?” tanya Siwon.

“I-Iya, sepertinya aku akan tetap disini terus sebelum dokter membolehkan Kyuhyun oppa pulang.” jawab Hyerin canggung.

“Baguslah. Dibawah juga banyak fans yang berusaha melihat keadaan Kyuhyun. sebaiknya kau jangan keluar dulu dan tetap di kamar.” kata siwon perhatian.

Hyerin hanya tersenyum simpul. “Neh, siwon oppa.”

Kyuhyun melemparkan tatapan sedingin es pada Siwon dan menggenggam tangan Hyerin lebih eratㅡ menandakan tidak boleh ada yang berinteraksi pada gadis ini selain dirinya.

“Aku hanya memberitahu sekilas info, Kyu.. Tidak ada maksud apa-apa kok.” Siwon tertawa kecil.

Tiba-tiba pintu kembali terbuka, tapi kali ini yang masuk adalah seorang gadis luar biasa cantik yang tengah memeluk parcel makanan berukuran sedang. Suasana yang ramai seketika menjadi hening dan canggung.

Lee Nayoung sendiri tersentak menyadari Member Super Junior berada didalam ruangan. Gadis itu sebenarnya sangat terkejut dan tidak menyangka ada mereka disini, tapi toh dia membungkuk sopan pada mereka. “A-Annyeonghaseyo, sunbaenim.”

“Annyeonghaseyo, Nayoung-ssi.” jawab Donghae dengan wajah bingung. Kenapa Lee Nayoung ada disini?

Nayoung mengabaikan tatapan aneh dari para sunbaenya kemudian berjalan kearah Kyuhyun dengan wajah khawatir. “Kyuhyun sunbaenim, ghwenchanayo? Beritanya tersebar cepat sekali, aku langsung takut ada apa-apa dengan sunbaenimㅡ”

“Aku baik-baik saja.” jawab Kyuhyun.

“Oh ya, aku bawa makanan untuk oppa dan Hyerin.” Nayoung meletakkan parcel yang berisi buah-buahan dan makanan manis diatas nakas dengan hati-hati.

“Hyerin menginap disini ya?” tanya Nayoung, wajahnya terlihat sedikit cemas melihat sahabatnya yang kelihatan tidak sehat. “Kau juga harus istirahat, Hyerin-ah. kau terlihat lelah.”

“Eh? iyakah? Terima kasih, Nayoung-ah. Kau baik sekali.” ucap Hyerin.

“Kau ini peduli sekali sih?” sergah Eunhyuk tiba-tiba.

Nayoung mengerutkan alisnya, tidak mengerti dengan pertanyaan Eunhyuk. “Neh? aku?”

“Iya kau. Kau peduli sekali dengan Kyuhyun sampai jauh-jauh datang kesini.” kali ini Eunhyuk lebih kelihatan seperti mencibir.

“A-Apa aku salah? aku hanya kasihan pada sunbaenim. tidak mungkin kan aku melihat berita itu dan diam saja, kasihan juga kalau aku tidak membantu Hyerin.” jelas Nayoung, matanya berkaca-kaca karena shock Eunhyuk berkata seperti itu padanya.

“Mwoya? Kau ini bicara apa?” Leeteuk menatap Eunhyuk dengan mata melebar seperti akan menelannya hidup-hidup.

Nayoung mengangkat tasnya, wajah cantiknya bersimbah air mata. “Maaf kalau aku salah. Aku akan pergi. Maaf aku jadi menghancurkan suasana seperti ini..”

“E-Ehㅡ Nayoung-ah, jangan menangis!” seru Donghae panik.

“N-Nayoung-ahㅡ” gumam Hyerin bingung. Kenapa suasananya jadi begini? sementara Kyuhyun tidak berkomentar apa-apaㅡ hanya melihat mereka seperti sedang menonton pertunjukan yang seru.

“Sial, apa yang kau lakukan?? ayo pulang!! Kau benar-benar pengacau!” seru Leeteuk, menarik tangan Eunhyuk dengan kasar. “Maaf Kyu, seharusnya kami tidak usah datang.”

*

Leeteuk keluar dari kamar pasien dan menarik kerah Eunhyuk. Ini pertama kalinya dia benar-benar marah pada dongsaengnya. “A-Apa yang kau lakukan? bodoh?!!? Kau tidak tahu situasi ya?”

Eunhyuk mendengus. “Apa kau tidak terkejut?”

“Lee Nayoung.. dia kenal dengan istri Kyuhyun. Lalu dia sebegitu perhatiannya dengan Kyuhyun. Bagaimana menurutmu?”

Leeteuk terkejut, melepaskan tangannya dari kerah Eunhyuk. “Apa kau sedang berbicara tentang.. foto yang tersebar itu?”

“Aku tidak biasanya berprasangka buruk pada orang lain, tapi.. siapa lagi, kan?” Eunhyuk menduga-duga.

Leeteuk memalingkan wajahnya. “Tapi.. dia terlihat sangat baik dan sopan didepan kita. sama sekali tidak terlihat seperti dia pelakunya.”

“Biasanya memang seperti itu.”

“Tapi..” Leeteuk menghela nafas. “Kalau misalnya itu memang benar pun, Kita tetap tidak punya hak untuk ikut campur rumah tangga mereka. Biarkan waktu yang menjawabnya, nanti juga akan terbuka sendiri. Aku yakin Kyuhyun bisa mengatasinya. Meskipun dia cuek seperti itu, tapi aku tahu betul dia pria yang bertanggung jawab. Tidak mungkin dia tergoda dengan gadis seperti itu.”

*

1 week after..

Seorang gadis kecil dengan dress floral dan topi jaring-jaring berlari kearah Nyonya Shin-Ah, tangan mungilnya menggenggam tangan wanita itu.

“Halmeoni, seulbi mau topokki buatan halmeoni~” kata gadis itu sambil menatap neneknya dengan mata berkaca-kaca. Gadis manis berusia empat tahun yang disapa seulbi ini adalah anak kedua dari kakak Kyuhyun, Cho Ahra.

“Geurae. Nanti halmeoni buatkan yang banyak.” Nyonya Shin-Ah mengelus rambut gadis itu dengan sayang.

Hyerin menghampiri mereka dan tersenyum pada Nyonya Shin-Ah. “Aku bantu Eommoni membuatnya, ya?”

“Aniyo.. tidak usah, Hyerin-ah. Kau sudah jauh-jauh kesini sebaiknya kau nikmati hidangan buatanku saja.” saran Nyonya Shin-Ah.

“Tapi membuat topokki kan butuh waktu yang lama dan perlu menyiapkan bahan-bahannya.. eommoni bisa kelelahan lho.”

Nyonya Shin-Ah tertawa. “Tidak usah khawatir. Aku masih sangat sehat, Hyerin-ah.”

Kyuhyun tersenyum dari kejauhan. Hari ini dia dan Hyerin berkunjung kerumah ibunya di Myeongdong bersama Ahra dan suaminya. Hatinya terasa lega melihat ibunya masih sehat dan semangat seperti ini. meskipun peluangnya untuk benar-benar sembuh sangat kecil.

“Syukurlah, eomma sudah lincah seperti biasanya.” cetus Ahra. “Tapi.. aku tidak tahu apa jadinya kalau nanti kita tidak bisa membayar terapi eomma lagi.”

Kyuhyun melipat tangannya. “Jangan khawatir, nuna. Aku sudah ada uangnya.”

“Neh? bukannya kau bilang album mu masih belum liris?” tanya Ahra tak percaya.

Kyuhyun tersenyum jahil. “Sepertinya kau lupa bahwa aku ini adalah Cho Kyuhyun yang keren itu, nuna.”

“Ish.” Cho Ahra menyenggol lengan adiknya. “Sepertinya tingkat kepercayaan dirimu meningkat drastis ya, gyu.”

Sementara Ahn Hyerin memutuskan untuk tetap membantu Nyonya Shin-Ah membuat topokki di dapur. Meskipun mertuanya itu bilang dia bisa melakukannya sendiri tapi tetap saja gadis itu tidak tega melihat wanita paruh baya itu melakukannya sendirian.

“Ah, biar aku yang buat bumbunya, eommoni cuci berasnya saja.”

Hyerin mengambil alih pisau dari tangan Nyonya Shin-ah dan memotong-motong sayurannya dengan hati-hati. “Eommoni.. sebenarnya ada yang ingin kukatakan.”

“Hng? Apa itu?” Nyonya Shin-Ah menatap punggung menantunya dengan alis berkerut.

*

“Hati hati dijalan, Kyuhyun-ah!! Jaga Hyerin baik-baik!!” teriak Nyonya Shin-Ah dari depan rumah ketika Kyuhyun baru saja akan menjalankan mobilnya.

“Ne eomma! jaga kesehatan eomma baik-baik!!” jawab Kyuhyun, lalu menginjak gas meninggalkan rumah ibunya.

Tapi beberapa detik setelah Nyonya Shin-Ah menghilang dari pandangan mereka, Kyuhyun menghentikan mobilnya dipinggir jalan dan menatap gadis itu dengan tajam.

Gadis itu bergidik kaget sekaligus bingung. Jantungnya berdegup kencang, dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi. “A-Ada apa?”

“Aku mendengar pembicaraanmu dengan eomma di dapur tadi.” kata Kyuhyun, kilat marah terlihat jelas dimatanya. “Apakah itu benar?”

“I-Itu benar.. Kyuhyun oppa.. aku hamil.” Hyerin menggigit bibir bawahnya, matanya melirik ke segala arah kecuali pria disampingnya. “Sudah seminggu lebih.”

Deg. Pernyataan istrinya beberapa detik lalu membuat darahnya berdesir hebat. Satu minggu katanya? Demi apapun, gadis ini mengandung anaknya. darah dagingnya selama satu minggu lebih. Tapi kenapa gadis itu menyembunyikannya?

“Kenapa.. kau tidak bilang padaku?” tanya Kyuhyun masih syok, tidak terima dengan kenyataan bahwa gadis itu lebih memilih memberitahu kehamilannya pada ibunya daripada suaminya sendiri.

“A-Aku takut.. Mianhae, oppa..” mata gadis itu berkaca-kaca, wajah cantiknya terlihat sangat menyesal. “Aku takut kau marah.. ini kan tidak terlalu baik untuk kariermu dan akan sedikit menyusahkanmu.”

Gadis ini gila ya? Bagaimana dia bisa bilang mengandung anaknya akan menyusahkannya? Ya tuhan, seandainya gadis ini tahu bahwa dirinya sudah membuat Kyuhyun tak peduli lagi pada apapun selain dirinya.

Kyuhyun memeluk Hyerin, menyandarkan dagunya di bahu istrinya itu.

“Aku marah kalau kau tidak memberitahuku, kau tahu?” Kyuhyun mengeratkan pelukannya dan merasakan tubuh gadis itu yang sedikit menegang didalam dekapannya. “Dan jangan pernah berkata seperti itu lagi. Apapun yang berhubungan denganmu sama sekali tidak menggangguku.”

“Terima kasih sudah mengandung anak kita, Ahn Hyerin..”

Gadis itu merasakan wajahnya memerah. Harus dia akui, belakangan ini Cho Kyuhyun memang bersikap manis padanya belakangan ini. Pria itu menjadi sedikit perhatian padanya. Ini pertanda baik, walaupun sebenarnya ada sesuatu didalam hatinya yang sedikit terluka.

*

Kyuhyun baru saja menyelesaikan kegiatannya yang padat dan sekarang satu-satunya hal yang ingin dia lakukan hanyalah pulang kerumah. Dia tidak ingat sejak kapan dia jadi lebih nyaman berada didekat istrinya ketimbang menghabiskan waktu sendirian diluar untuk melepas stress. Entah kenapa rasa lelahnya seketika terangkat yang ketika dia berada didekat gadis itu; terlebih lagi saat ini gadis itu sedang mengandung anaknya.

“Annyeonghaseyo, Sunbaenim.” salah satu gadis berambut blonde yang diantara gerombolan gadis-gadis cantik ditengah koridor menyapa Kyuhyun.

Kyuhyun mengulas senyum tipis. Pria itu tahu gadis-gadis ini adalah anggota girlgroup seagensinya. Lebih tepatnya, girlgroup dimana Minyoung memulai debut. “Annyeonghaseyo, Haein-ah.” sapa Kyuhyun.

“Kudengar kau kecelakaan, kau tidak istirahat?” tanya gadis yang berambut oranye pendek.

“Ah, bukan kecelakaan yang parah kok.” kata Kyuhyun santai.

Yang lainnya terkekeh. “Aigoo.. mood mu sedang baik ya. Apa sunbaenim sedang jatuh cinta? Akhir-akhir ini Kyuhyun sunbaenim tersenyum terus.”

Kyuhyun hanya mendengus geli. Pria itu sendiri memang mengakui, sebelumnya dirinya memang selalu bersikap acuh tak acuh dan dingin pada siapapun tapi sejak dia membuka hatinya untuk Hyerin semuanya berubah.

“Ah, aku harus segera pergi. Annyeong.” Kyuhyun menatap jam tangannya dan bergegas meninggalkan mereka yang sekarang melambaikan tangan pada Kyuhyun.

“Ngomong-ngomong, Kyuhyun banyak berubah sejak menikah. Kurasa gadis itu membawa perubahan besar baginya.”

Kyuhyun baru saja ingin meninggalkan gedung dan berjalan kearah parkiran tapi lagi-lagi sebuah suara membuatnya menghentikan langkahnya. Pria itu kontan bersembunyi dibalik pintu yang dilewatinya, pintu ruang rekaman. menguping pembicaraan mereka. Dia mengenal suara ini.. Ini suara Donghae dan Siwon.

“Dia menjadi lebih hangat dan tidak dingin seperti biasanya. persis seperti saat dia bersama Minyoung.”

“Aku merasa Ahn Hyerin dan Minyoung memang sedikit mirip, sih.. aku sampai kaget.”

“Bahkan aku sempat mengira dia itu malaikat Minyoung yang masuk ketubuh seseorang untuk menjaga Kyuhyun. Hahaha”

“Kau terlalu banyak menonton drama.”

“Setidaknya tidak terlalu banyak makan mecin sepertimu.

“Yak!”

Kyuhyun bergidik. Mereka bicara apa sih? Mirip? Apanya yang mirip? Kalau masalah sifat, banyak gadis yang memiliki sifat lugu seperti itu. Bisa saja hanya kebetulan kan?

Ya, mungkin itu hanya kebetulan.

“Dia itu malaikat Minyoung yang masuk ketubuh seseorang untuk menjaga Kyuhyun.”

Deg. Entah kenapa perkataan mereka kali ini benar-benar mengusik Kyuhyun. Sepertinya /hyung/nya itu sudah tidak waras. Kyuhyun menggeleng cepat dan melanjutkan berjalan kearah parkiran, berusaha mengusir kata-kata sinting itu dari pikirannya.

*

“Oy, kau bisa bawa mobil tidak?!”
Kyuhyun bergidik dan spontan menginjak rem karena kagetㅡ dia hampir menabrak orang yang sedang menyebrang karena melamun. Apa yang terjadi padanya? Entah kenapa dia tidak bisa melupakan kata-kata Donghae dan Siwon tadi.

“Dia menjadi lebih hangat dan tidak dingin seperti biasanya. persis seperti saat dia bersama Minyoung.”

“Aku merasa Ahn Hyerin dan Minyoung memang sedikit mirip, sih.. aku sampai kaget.”

“Bahkan aku sempat mengira dia itu malaikat Minyoung yang masuk ketubuh seseorang untuk menjaga Kyuhyun. Hahaha”

Kyuhyun memijat pelipisnya, memegang setir mobilnya dengan tangan kirinya saja. Tak bisa dipungkiri kalau Kyuhyun memang sempat curiga bahwa mereka ada hubungan tertentu. Atau itu hanya halusinasinya saja? Jelas-jelas itu tidak mungkin kan? Lagipula gadis itu mempunyai sedikit trauma karena kecelakaan yang dialaminya.

*

“Jadi.. ini hari terakhir ya?” Hyerin menggigit bibir bawahnya, matanya berkaca-kaca menatap tanggal yang baru dilingkarinya di kalender kecil didepan jendela kamarnya itu. entah kenapa dia ingin menangis.

Gadis itu kemudian menarik tas yang menggantung dibelakang pintunya, lalu berjalan keluar rumah dengan langkah pelan. Dia sudah berpakaian rapi dengan dress musim semi bercorak bunga-bunga dan sepatu flat bermerek pemberian ibunya yang tadinya masih tersimpan rapi di kotaknya. Penampilannya hari ini sangat mencolok dan anggunㅡ berbeda dengan dirinya yang dulu. Hyerin menutup matanya sejenak, merasakan angin yang membelai rambutnya sambil menghirup udara segar disekelilingnya dengan sangat menghayatiㅡ seakan-akan dia tidak akan bisa merasakannya lagi di hari esok.

Hyerin memilih untuk berjalan kaki keluar rumah; kebetulan hari ini cuacanya cukup hangat. Gadis itu tersenyum ramah pada orang-orang ketika melewati toko bunga dan kafe mungil yang sering dia kunjungiㅡ meskipun orang-orang itu sempat mengerutkan kening karena tak pernah melihat gadis itu sebelumnya.

Tak lama kemudian Hyerin menghentikan langkahnya didepan rumah bergaya minimalis yang cukup besar. Dengan hati berdebar-debar, gadis itu melangkah ke teras dan memencet bel disebelah pintu. Satu kali, dua kali, tiga kali, tapi tak kunjung ada jawaban. Dia menggigit bibir bawahnya, perasaannya mulai tidak enak. Apa mereka baik-baik saja?

“Maaf, apakah nona mencari seseorang?”
Hyerin mendengar suara wanita dibelakangnya dan membuat tubuhnya menegang. Gadis itu kontan berbalik dan menemukan seorang wanita paruh baya berambut pendek dibelakangnya.
Hyerin membungkuk kecil sambil tersenyum enggan. “Annyeong haseyo, eommonim, apakah Tuan Shin ada dirumah?” tanyanya sopan.

“O-Oh?” Wanita itu terlihat sangat terkejut dan terdiam sejenakㅡ membuat Hyerin mengerutkan kening.

“Maaf mungkin kau tidak tahu tapi..” Wanita itu tersenyum pahit, menghela nafas sebelum melanjutkan kata-katanyaㅡ yang membuat kerutan di kening Hyerin semakin dalam.

“Tuan Shin dan Nyonya Shin sudah meninggal karena kecelakaan.”

Deg. Hyerin membeku. Rasanya seperti ada yang memukul jantungnya dengan sangat keras hingga dia tak bisa bernapas.

“T-Tidak mungkinㅡ” bisik Hyerin lirih, lututnya melemas dan dia jatuh dengan lutut bertumpu di tanah.

“Eomma.. appa..!!!”

*

Kyuhyun membanting pintu mobilnya dengan kasar, kemudian masuk kedalam rumah mewahnya sambil memijat dahinya yang pening. Pria itu masuk kedalam rumah setelah mengecap sidik jarinya di gagang pintu besi, dan tiba-tiba perasaannya tidak enak melihat suasana rumah yang sepi. Biasanya dia menemukan istrinya sedang memasak didapur atau menyalakan tv, gadis itu sangat jarang mengurung dirinya di kamar. Pria itu berjalan ke kamarnya, lalu ke taman belakang rumahnyaㅡ mencari sosok istrinya di seluruh penjuru rumah, namun dia tidak menemukannya.

Kyuhyun merasakan keringat dingin mengalir dari pelipisnya dan perasaannya menjadi ratusan kali lebih buruk setelah menyadari rumah ini kosong. Dimana gadis itu? Apa jangan-jangan dia menyusulnya lagi ke kantor SM? Kyuhyun kembali berjalan ke ruang tamu dengan tergesa-gesa, namun tiba-tiba matanya menangkap tablet yang layarnya menyala diatas meja kaca dipojok ruangan.

Pria itu mengambil tablet tersebut, bermaksud melihat apa yang ada dilayarnyaㅡ tapi kemudian yang ditemukannya membuat bulu romanya merinding. Gadis itu membuka artikel tentang nyawa yang tertukar di internet. Aneh. Ini sangat aneh. Kenapa Hyerin membaca artikel seperti ini?

“Dia itu malaikat Minyoung yang masuk ketubuh seseorang untuk menjaga Kyuhyun.”

Deg. Apa itu mungkin benar? bahwa selama ini Hyerin tidak amnesia atau mengalami trauma sejenisnya. Tapi.. lebih seperti dikendalikan orang lain ditubuhnya? lebih tepatnya.. ada sosok lain di tubuhnya? Tidak mungkin. Itu benar-benar tidak masuk akal. Tapi semuanya terasa begitu nyata. Senyumnya, sifat lugunya, tutur katanya yang kaku.. gadis itu memang sangat mirip dengan Minyoung.

Kalau itu benar-benar nyata berarti.. selama ini dia bukan dengan gadis itu. semuanya hanya sandiwara. dan dia secara tidak langsung menyakiti perasaan Minyoung. Tapi kenapa? Kenapa Minyoung sengaja melakukan ini semua?

“OㅡOppaㅡ”

Kyuhyun berjengit mendengar suara parau dibelakangnya. Pria itu pun berbalik dan menemukan gadis itu yang tahu-tahu sudah berada didepan pintu dan menatapnya dengan mata membelalak.

“H-Hyerinㅡ” gumam Kyuhyun getir.
Hyerin menarik nafas kaget, merebut ponsel itu dari genggaman Kyuhyun dan menyembunyikannya dibelakang punggungnya. “I-Ini bukan apa-apaㅡ”

“Siapa kau sebenarnya?” tanya Kyuhyun lantang, menatap gadis itu dengan tajam dan menuduh.

Gadis itu tersentak dan melangkah mundur. “A-Apa? A-Akuㅡ”

“Ya. Kau siapa kau sebenarnya, Ahn Hyerin?”

Gadis itu masih mengunci mulutnya rapat-rapat, matanya melirik kesegala arah kecuali ke Kyuhyun yang berdiri didepannya. Dan itu membuat Kyuhyun semakin tidak sabar mendapatkan jawabannya.

“Jawab aku!” gretak Kyuhyun.

Gadis itu tertunduk, kemudian menghela nafas berat sebelum membuka mulutnya. “Ya.. Aku.. Aku adalah Minyoung. Saat aku meninggal karena menyelamatkanmu, aku masuk ke tubuh gadis ini.”

Kyuhyun terperangah. Alisnya saling bertautan dan menatap gadis itu dengan tidak percaya. “Kau sudah gila.”

“Saat kecelakaan yang sangat kebetulan menimpa kami berdua, ruh kami bertemu. Tubuhku sudah hancur; tapi tubuh Hyerin tidak. Gadis itu bercerita bahwa dia tidak ingin kembali sementara ini karena dia tidak merepotkan semua orang. termasuk dirimu. dia tidak yakin dia bisa membuatmu bahagia.” jelas gadis itu, perlahan mengadah menatap Kyuhyun. Pria itu menatapnya dengan mulut terbuka lebar, semuanya tidak bisa diterima oleh akal sehatnya. Tapi gadis yang sekarang ini berdiri didepannya memang benar-benar mirip dengan Minyoung; tutur katanya, raut wajahnyaㅡ semuanya sangat mirip dengan Shin Minyoung.

“Lalu.. dia menawarkanku untuk masuk kedalam raganya untuk sementara. Dia memberiku kesempatan untuk hidup yang kedua kalinya. aku sempat bilang padanya bahwa aku ingin menyelesaikan masalahku di dunia yang belum selesai, dan itu bohong. aku melakukannya hanya karena ingin membuatmu melupakanku dan mencintai gadis ini.”

“Karena aku pikir hanya gadis ini yang pantas untukmu.”

“A-Apa?” bibir Kyuhyun bergetar, namun seluruh tubuhnya serasa membeku. dia tidak akan mampu mendengar jawaban yang akan didapatkannya setelah ini. Setiap kalimat yang diucapkan gadis itu tak henti-hentinya membuatnya terkejut. Dia awalnya tidak ingin mempercayai omong kosong ini tapi semuanya sekarang begitu jelas. semuanya terlihat begitu nyata dan tidak dibuat-buat.

Gadis itu tersenyum getir. “Dua orang yang dipertemukan, tidak selalu ditakdirkan untuk bersama. dia hanyalah sebagian pelajaran dari hidupmu. Tapi takdirmu adalah pilihan tuhan yang terbaik untukmu. Gadis ini adalah takdirmu. Kau harus menerimanya, oppa.”

Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya, mendengar semua pengakuan itu hatinya serasa dicabik-cabik. Apa itu artinya dia harus mengulang semuanya dari awal?

Mata gadis itu berkaca-kaca. “Setidaknya.. aku bahagia gadis ini memberiku kesempatan untuk bertemu denganmu.”

“Hentikan, Shin Minyoung!!” sergah Kyuhyun, menarik gadis itu kedalam pelukannya, memeluknya dengan erat.

Gadis itu menggeleng pelan di pelukan Kyuhyun, air matanya berlinang membasahi kemeja Kyuhyun tapi pria itu tak peduli. “Kau harus mencintai gadis ini, oppa. berjanjilah oppa. Lupakan aku..”

“Minyoung-ah..” Kyuhyun tertegun mendengar isakan gadis itu yang semakin menjadi. Pria itu menutup matanya, dadanya terasa sesak dan perasaannya campur aduk. Dia bingung, sangat bingung. Padahal dia sudah terlanjur mencintai gadis ini dan mulai melupakan Minyoung, tapi ternyata gadis ini adalah Minyoungㅡ yang masih mencintainya. Dan itu artinya secara tidak langsung dia menyakiti perasaan Minyoung, meskipun Minyoung memang sengaja melakukan ini untuk membuat Kyuhyun berpindah hati.

“Berjanjilah oppa.. Jangan pernah tinggalkan Hyerin. Kumohon.. Jangan pernah dustai takdirmu. Ini adalah yang terbaik untukmu, oppa.” pinta gadis itu dengan suara bergetar.

Kyuhyun menghela nafas panjang, memeluk gadis itu lebih erat lagi. “Ne.. aku.. aku janji, Minyoung-ah..” ucap Kyuhyun dengan berat hati.

Setelah beberapa menit yang dramatis itu, Kyuhyun tidak mendengar isakan gadis itu lagi. Dia malah merasakan tubuh gadis itu terkulai melemas seperti akan jatuhㅡ pria itu kontan menahan punggung gadis itu dengan kedua tangannya. Kyuhyun menjauhkan tubuh mereka sedikitㅡ bermaksud ingin melihat apa yang terjadi pada gadis itu dan terbelalak ketika melihat mata gadis itu sudah terpejam.

“M-Minyoung-ah?” panggil Kyuhyun cemas, menepuk-nepuk pelan pipi gadis itu untuk membangunkannya. Gadis itu masih bernafas namun tidak menunjukan tanda-tanda kesadarannya. Tapi detik kemudian Kyuhyun tertegun ketika gadis itu membuka matanya perlahan dan sedikit kaget ketika melihat dirinya.

“L-Lepaskan akuㅡ” gumam gadis itu, menepis tangan Kyuhyun dan menjauhkan tubuh mereka, lalu berlari ke kamarnya sendiri. Pria itu masih mematung ditempatnya, sama sekali tidak mencegah gadis itu yang pergi meninggalkannya.

*

Entah sudah berapa jam Hyerin hanya menangis dan meratapi nasib di kamarnya, berbaring diranjangnya yang berada di pojok ruangan menghadap tembok. Dia bahkan tidak berniat mengganti dressnya. Biarkan saja dia terus seperti ini. Menangis sejadi-jadinya. Bagaimana ini? Kyuhyun sudah terlanjur tahu bahwa yang kemarinㅡyang dia cintai adalah Minyoung, dan yang sekarang ini adalah dirinya sendiri. Apakah perasaan pria itu akan tetap sama? Apakah dirinya yang sebenarnya pantas dicintai pria itu?

Hyerin berjengit ketika merasakan seseorang menaiki ranjangnya. Detik kemudian gadis itu merasakan nafas yang sangat dekat dibelakangnya. Dan dia langsung tahu bahwa itu Cho Kyuhyun. Pria itu berbaring tepat dibelakangnya. Diatas ranjangnya.

“Hyerin-ah..” cara Cho Kyuhyun menyebut namanya membuat jantungnya hampir copot. Suaranya lembut. sangat lembut dan bersih, seperti malaikat. Dia masih sangat ingat. Dulu dia tidak pernah tahu seperti apa suara malaikat sampai akhirnya dia mendengar suara Kyuhyun dan dia langsung jatuh cinta. Mungkin itu salah satunya. Masih begitu banyak alasan kenapa dia bisa jatuh cinta pada Kyuhyun.

“Bolehkah aku memelukmu?”

Hyerin tertegun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Pikirannya kalut dan lidahnya terasa kelu. Tidak. Bukannya dia tidak mau. Dia merasa sangat beruntung dan bahagia, dari dulu dia selalu membayangkan betapa beruntungnya gadis yang bisa sedekat ini dengan Kyuhyun dan sekarang dialah yang berada di posisi gadis ituㅡ Tapi kenapa rasanya..

“Kuanggap itu sebagai persetujuan.”

Setelah Kyuhyun mengatakan itu Hyerin merasakan sepasang tangan yang lembut melingkari pinggangnya dan gadis itu membekuㅡ jantungnya berdebar sangat kencang. Hyerin menatap dinding didepannya dengan mata berkaca-kaca. Tidak. Dia tidak pantas mendapatkannya. Dia bukan Minyoung. “K-Kenapa oppa memelukku? aku bukan orang yang seperti yang kemarin, oppa.. aku sama sekali tidak seperti itu. Aku tidak pantasㅡ”

“Berhenti menyalahkan dirimu sendiri. Aku tidak peduli seperti apa dirimu yang sebenarnya. Karena pada kenyataannya aku sudah membuka hatiku untukmu.” tutur Kyuhyun dengan suara serak. Tidak, Hyerin sama sekali tidak senang, mendengar pernyataan itu sama sekali tidak menenangkannyaㅡ sebaliknya, hatinya malah semakin terluka dan rasa bersalah kembali menghampirinya.

“Tapi.. kau tidak tahu apa-apa tentangku.” kata Hyerin lirih.

“Aku memang tidak tahu,” Kyuhyun menarik nafas, kemudian menghembuskannya lagi di leher Hyerinㅡ membuat bulu roma gadis itu merinding. “Tapi setidaknya.. aku tahu bahwa memberi kesempatan orang lain untuk hidup itu adalah hal yang tidak bisa dilakukan oleh siapapun. Dan aku sangat kagum dengan hal itu.”

Hyerin tak bergeming. Bibirnya bergetar dan pandangannya mengabur. Sial, Kenapa rasanya dia ingin menangis lagi?

“Aku ingin melupakannya, Hyerin-ah. Yang harus kupikirkan saat ini hanyalah pernikahan kita, dan bayi yang ada didalam kandunganmu.”

“Oh, ya..” Kyuhyun berdehem, mencoba membangkitkan kembali mood gadis itu. “E-Eommoni tadi meneleponku berpesan selama masa mengandung, aku harus menjagamu, terutama saat tidur—karena… karena kau bisa saja kesakitan saat tidur dan membutuhkan sesuatu. jadiㅡ”

“S-Sebaiknya kau tidur kamarku.”
Deg. Apa? Tidur di kamar.. Cho Kyuhyun? Hyerin merasakan pipinya terbakar. Ini semua sangat baru baginya dan dia benar-benar ingin pingsan sekarang juga.
Kyuhyun masih menatap Hyerin dari belakang dan tidak berbicara apapun, menunggu persetujuan dari gadis itu.

“B-Baiklah..” jawab gadis itu malu. Senyum puas menghiasi wajah tampan Kyuhyun.

*

Cho Kyuhyun merapikan seprai dan menaruh bantal satu lagi diatas ranjang King sizenya tapi matanya memperhatikan Hyerin yang masuk ke dalam kamarnya dengan malu-malu. Gadis itu mengamati ukuran kamar Kyuhyun cukup besar dan nyamanㅡ seakan memang didesain khusus untuk suami-istri. Dan kenyataan itu kembali membuat pipi gadis itu memanas.

“Kau mau pakai guling?” tanya Kyuhyun.

Hyerin mengangguk malu. “Ng.”

“Ambil didalam lemariku.”

Hyerin kembali mengangguk dan berbalik arahㅡ bermaksud mengambil guling didalam lemari besar dipojok kamar. Sementara Kyuhyun masih memperhatikan Hyerin dari belakang; mengagumi bagaimana gadis seperti Hyerin yang biasa-biasa saja memiliki rambut panjang selembut sutra yang selalu membuatnya ingin membelainya, lekuk tubuh yang indah dan paha yang mulus dan putih seperti ituㅡ Kyuhyun memalingkan wajahnya. Aish, apa yang kau pikirkan, Cho Kyuhyun?

Detik kemudian gadis itu kembali ke kamar dengan guling empuk di pelukannya, menaruhnya di ranjang dengan gugup dan hati-hati.

“Anggap saja.. ini malam pertama kita.” kata Kyuhyun tanpa melirik Hyerin, berpura-pura masih sibuk merapikan seprai ranjang mereka.

Hyerin menatap Kyuhyun didepannya dengan terkejut. “Malam pertama?”

“Ya. Anggap saja begitu.” Kyuhyun tersenyum tipis, lalu menghempaskan punggungnya diatas ranjangnya. Sementara gadis itu masih berdiri ditempatnya dengan kaku, tidak tahu harus berbuat apa.

“Apa yang kau tunggu? naiklah.” suruh Kyuhyun sambil menekan saklar untuk mematikan lampu kamar dan menggantikan penerangannya dengan lampu kecil diatas mejanya.

“I-Iya.” Hyerin ikut naik keatas ranjang dan merebahkan tubuhnya perlahan di sebelah Kyuhyun. Jantungnya berdegup kencang begitu aroma maskulin Kyuhyun langsung ‘menyambut’nya. Sepertinya butuh waktu yang cukup lama untuk bisa terbiasa dengan semua ini.

Hening sejenak. Hyerin hanya menatap langit-langit kamar dengan mata terbuka lebar, sementara dadanya masih berdebar kencang. Gadis itu kemudian melirik Kyuhyun dari ekor matanyaㅡ yang ternyata juga masih terjaga. Dan sialnya dia tertangkap basah melirik pria itu karena sekarang pria itu tertawa kecil melihat tingkahnya.

“Kau tidak tidur?” tanya Kyuhyun.

“Tidak bisa tidur.” jawab Hyerin jujur. Pria itu bercanda? mana bisa dia tidur dengan jantung berdebar kencang seperti ini?

“Karena ada aku disampingmu?” tanyanya lagi.

“N-Neh?”

“Kalau begitu aku bisa tidur di sofa.” lanjut Kyuhyun sembari bangkit dari ranjangnya.

“A-Andwae!” Hyerin menarik tangan Kyuhyunㅡ bermaksud mencegahnya agar tidak pergi namun pria itu malah terhuyung kedepan dan tak sengaja menindih tubuh Hyerin. Gadis itu terbelalak; darahnya berdesir menatap wajah tampan Kyuhyun yang terperangah diatasnyaㅡ mereka hanya berjarak beberapa senti dan mereka bisa mendengar debaran jantung masing-masing. dengan cepat Kyuhyun menahan bobot tubuhnya dengan kedua lengannya diseprai agar tidak menindih tubuh gadis itu.

“M-Mian..” ucap Hyerin malu sembari memalingkan wajahnya yang entah kelihatan seperti apa bentuknya dimata Kyuhyun sekarang ini. Bodoh, apa yang dia lakukan?

Kyuhyun tertawa kecil, “Jadi kau mau tidur bersamaku?” goda Kyuhyun.

“A-Aku hanya tidak ingin kau tidur di sofa!” sergah Hyerin. “Ini kan tempat tidurmu, seharusnya kau yang tidur disini, bukan aku. Bukankah begitu?” timpalnya cepat.

“Tapi kalau aku tidur disebelahmu, kau tidak bisa tidur kan? Hmmm, Kalau begitu..” Kyuhyun meletakkan telunjuk didagunya sementara matanya mendelik kearah lain, berpura-pura mencari akal untuk membuat Hyerin tertidur. “Baiklah, aku akan mencoba bernyanyi untukmu.”

Gadis itu terkesiap, menatap Kyuhyun dengan tidak percaya. Apa Cho Kyuhyun benar-benar akan bernyanyi untuknya? Seorang Cho Kyuhyun? Seakan menjawab pertanyaan gadis itu detik kemudian pria itu benar-benar berdehem untuk membersihkan tenggorokannya dan mulai bernyanyi.

Aninde naneun aninde, Jeongmal igeon mari andoeneunde

Babeul meogeodo jami deul ttaedo michyeonneunji geudaeman boyeoyo

Eonjena nareul jongil namaneul mossalgehae miwonneunde

Eotteoke naega eotteoke geudael saranghage dwaenneunji isanghajyo

Nae maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji

Chingudeul nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo

Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo

Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi

I love you (Love you) Love you

Love you (Love you) Love you, yeah..

Hyerin menatap suaminya tak berekdip seakan pria itu menghipnotisnyaㅡ Kyuhyun berbalik menatap gadis itu dengan sedikit geli; dia persis seperti penggemar beruntung yang tak percaya bahwa idolanya menyanyikan lagu untuknya secara langsung dan sedekat ini. Suara Kyuhyun yang lembut seperti coklat meleleh itu lama-lama membuat Hyerin merasa terlampau nyaman dan sedikit mengantuk. Gadis itu menguap pelan, dia ingin mendengar suara itu lebih lama lagi tapi sepertinya dia akan tertidur sebelum Kyuhyun selesai bernyanyi.

Nae maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji

Chingudeul nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo

Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo

Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi

I love you (Love you) Love you

Love you (Love you) Love you..

Kyuhyun menghela nafas begitu melihat gadis disebelahnya sudah tertidur bahkan mendengkur kecil. Pria itu tersenyum geli, kemudian menyelimuti gadis itu dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.
“Selamat tidur, Ahn Hyerin.” bisik Kyuhyun pelan, mengecup dahi gadis itu dan kemudian mendekap tubuh mungilnya didalam selimut. Sepertinya Kyuhyun harus berterima kasih pada managernya karena telah memberikannya kesempatan untuk berhenti dari pekerjaannya sementara. Pria itu akan menikmati kesempatan ini sebaik-baiknya.

*

Hyerin terbangun dari tidur nyenyaknya dan wajahnya langsung memerah begitu menyadari Kyuhyun tengah mendengkur pelan dengan tangan melingkar dipinggangnya. Gadis itu merasakan punggungnya sedikit pegal tapi dia berusaha untuk tidak bergerak; takut membangunkan suaminya itu. Tapi sepertinya meskipun dia mencoba sekeras apapun untuk tidak bergerak, Kyuhyun akhirnya tetap bangun hanya karena mendengar hembusan nafas Hyerin.

Kyuhyun mengerjap sekali lagi, menatap Hyerin dan gadis itu terlihat salah tingkah dan malu, penerangan minim di kamarnya membuat wajah cantiknya sedikit samar tapi Kyuhyun bisa melihat semburat merah di pipi gadis itu. Cho Kyuhyun mendengus geli dan gemas, seandainya gadis ini mengizinkannya dia ingin menciumnya sekarang juga.

“Yah, Kenapa kau menatapku seperti itu?” cibir Kyuhyun.

Hyerin mengerutkan kedua alisnya bingung. “Lalu aku harus apa?”

“Kau tidak tahu apa yang harus seorang istri lakukan di pagi hari?” tanya Kyuhyun ambiguㅡ membuat Hyerin semakin bingung.

“Umm, Mengucapkan.. selamat pagi?” tebak Hyerin.

Kyuhyun menggeleng. “Ani.”

“Lalu apa? Membereskan tempat tidur?”

“Bukan juga.” kata Kyuhyun seraya mengerucutkan bibirnyaㅡ bermaksud memberi kode untuk Hyerin tapi sepertinya gadis itu sama sekali tidak peka.

Hyerin terdiam sejenak untuk berpikir, dan detik kemudian dia menarik nafas. “Ah, menyiapkan sarapan!! M-Mian, aku lupa!!” Hyerin menepuk jidatnya, melompat dari ranjang mereka dan berlari kearah dapur.

“Y-Yah! Bukan itu!” teriak Kyuhyun sebal karena gadis itu yang masih tidak peka juga. tapi kemudian dia mendengus menahan tawa melihat betapa polosnya gadis itu.

*

“Maaf.. aku hanya bisa memasak ini.” kata Hyerin dengan menyesalㅡ sangat menyesal malah. Dia hanya bisa memasak semangkuk bimbimbap untuk Kyuhyun. Memangnya biasanya.. Minyoung memasak apa untuk Kyuhyun? Dia harus mencari tahu lebih banyak tentang Minyoung di naver nanti. Masakan Minyoung pasti enak dan sifatnya sangat menarik sampai bisa membuat Kyuhyun menyukainya dengan mudah seperti ini.

“Nanti sore aku akan membeli madu dan sayuran yang banyak agar rasanya tidak terlalu membosankan.” tambah Hyerin.

“Apanya yang membosankan? Enak kok.” komentar Kyuhyun dengan mulut penuh nasi dan daging; dia tampak kalap dan memasukkan makanan itu sebanyak-banyaknya ke mulutnya. mungkin karena dia kelaparan, atau mungkin karena dia doyan makan. Lihat saja pipinya yang berisi itu. Tapi tentu saja bukan karena masakan Hyerin enak.

Kyuhyun mengacungkan jempol. “Ahn Hyerin jjang!”

“Gomawo.. ” Hyerin tersenyum masam, tidak yakin bahwa masakannya benar-benar enak. Kyuhyun pasti hanya berusaha untuk membuatnya senang dan tidak kecewa.

Kyuhyun melirik Hyerin yang sedari tadi hanya memperhatikannya makan. “Kau juga harus makan.”

Hyerin menggeleng. “Aku sudah makan..”

“Yah, lain kali kau harus makan bersama suamimu.”

“Mian.” ucap Hyerin sembari mengerucutkan bibirnyaㅡ membuat Kyuhyun rasanya ingin mencium gadis yang tengah mengandung anaknya ini. Tapi tentu saja dia harus menahan keinginan itu dan menyelesaikan makanannya terlebih dahulu.

“Ngomong-ngomong, aku tidak tahu banyak tentangmu.” kata Kyuhyun mengalihkan pembicaraan, “Kau suka warna apa?”

Hyerin menatap Kyuhyun dengan sedikit bingung. “Hng? Pink?”

“Makanan kesukaanmu?”

“Permen dan coklat.”

“Minuman?”

“Susu.”

“Artis favoritmu?”

“Donghae oppa.”

Kyuhyun mendengus. “Cih, seleramu payah sekali.” cibirnya sambil melanjutkan mengunyah makanannya.

“Memangnya kenapa? Donghae oppa keren kok.” kata Hyerin dengan wajah polosnya.

“Lalu siapa lagi?” tanya Kyuhyun lagi, berusaha memancing gadis itu untuk mengatakan namanya.

“Siwon oppa, tentu saja.”

“Serius? Tidak ada Cho Kyuhyun?” Kyuhyun membelalakan matanya tidak percaya. Apa-apaan itu? bukannya gadis ini penggemarnya?

“Tadinya begitu, tapi setelah aku tahu mereka seperti apa, aku jadi kagum pada mereka. mereka sangat baik.” tutur Hyerin sembari menatap kearah lain sambil tersenyum.

“Eishh.” Kyuhyun melirik Hyerin dengan sebal dan gadis itu hanya tertawa. Tampaknya gadis ini sangat suka mempermainkan suasana hatinya. “Sudah sudah, sekarang gantian. kau bertanya padaku.”

“Aku sudah tahu semua tentangmu.” Hyerin menopang dagu sambil tersenyum jahil pada pria didepannya.

Kyuhyun menyeringai. “Oh ya?”

“Kau suka warna biru dan hitam.”

“Kau sangat suka makan japchae.”

“Lalu..” Hyerin mendengus geli ketika teringat sesuatu. “Kau suka memperhatikan dada wanita. Aku pernah melihatmu memperhatikan sunny eonni dan pembawa acara waktu di china. matamu sampai melotot begituㅡ”

Kyuhyun tersedak dan batuk-batuk. “M-MWO?!”

Yah, Sepertinya Kyuhyun lupa dengan fakta bahwa Hyerin adalah penggemarnya. Wajar saja kalau gadis itu tahu banyak tentangnyaㅡ termasuk aib-aibnya. Memang sedikit menakutkan, tapi rasanya menyenangkan mempunyai seseorang yang sangat peduli tentangmu. Tidak bisa dibayangkan jika waktu itu dia dijodohkan dengan gadis lain dan bukan gadis yang menyenangkan seperti Hyerin.
Ternyata Ahn Hyerin adalah sosok yang ceria dan ekspresif, Meskipun pada dasarnya perasaan gadis itu dan Minyoung hampir sama, tapi Kyuhyun lebih menyukai karakter Hyerin yang hangat dan usil. Sedikit mirip dengan dirinya.

Kyuhyun baru saja menyelesaikan makanannya dan meminum segelas air putih yang sudah disiapkan Hyerin ketika ponsel disakunya bergetar.Pria itu mengumpat keras. Jangan bilang manajernya menyuruhnya kembali ke agensinya. Demi tuhan, memangnya tidak bisa sehari saja dia hidup tenang dirumah dan menikmati harinya dengan istrinya?

“Yeoboseyo..” Kyuhyun mengangkat ponselnya dan ternyata itu bukan dari manajernya, melainkan dari Donghae. Dan itu bisa lebih parah. Pria itu biasanya hanya menghubunginya kalau ada butuhnya saja.

“Kyu, Kau bisa menolongku?” suara Donghae diujung sana membuat Kyuhyun mendengus sebal. Lihat? Pria itu memang sedang membutuhkan sesuatu darinya.

“Apa?” tanya Kyuhyun ketus.
“Mobilku mogok dijalan, kebetulan dekat rumahmu. Bisa beri aku tumpangan ke pesta ulang tahun Haein?”

Mata Kyuhyun melebar. “Mwoya? Kau tidak bisa pakai taksi saja hyung?”

“Aku tidak mungkin turun dan mengejar taksi kan? Bagaimana kalau hyungmu ini diserang sasaeng fans? Kau tidak kasihan?”

“Aku tidak peduli malah.” jawab Kyuhyun cuek. Baiklah, Hyungnya yang satu ini memang benar-benar hiperbola.

“Ayolah.. Sebentar saja, Tolonglah, Kyuhyun-ah.” kata Donghae dengan sedikit memelas.

“Arra, Arra!” jawab Kyuhyun setengah mengomelㅡ sebelum akhirnya mematikan sambungannya dan mendecak.

Hyerin memiringkan kepalanya, sedikit penasaran siapa yang membuat suaminya jengkel. “Kenapa oppa?”

“Donghae hyung. mobilnya mogok dijalan dan dia memintaku untuk mengantarnya. Yah, dari dulu dia memang tidak pernah mandiri. Tapi tidak masalah kok, toh biasanya kalau ada apa-apa hyungdeul ku selalu mengandalkanku. Sudah tugasku juga untuk membantu mereka.” kata Kyuhyun sengaja menjatuhkan Donghae didepan Hyerin dan membuat dirinya lebih baik daripada hyungnya itu.

“Benarkah?” Hyerin menatap Kyuhyun dengan mata berbinar-binar. “Kyuhyun oppa ternyata baik juga ya..” puji gadis itu. Dan diam-diam senyum kemenangan mewarnai wajah tampan Kyuhyun.

“Maaf Hyerin-ah. Aku jadi harus pergi lagi.” Kyuhyun memasang tampang menyesal. “Kau jadi beli sayuran? Nanti aku akan menjemputmu kalau sudah pulang.”

Hyerin mengangguk pelan dan tersenyum. “Ne, oppa..”

*

“Aku bisa pulang sendiri.” kata Hyerin pada ponselnya, tangan kanannya memegang ponsel sementara tangan yang sebelahnya lagi memegang kantong belanjaan yang cukup berat.

“Yah kau sedang mengandung, Hyerin-ah. Jangan pulang sendiri eoh? Aku tidak mau kau membawa belanjaan sebanyak itu. Aku akan menjemputmu beberapa menit lagi. Duduk di kafe dekat situ saja dan pesan makanan. Nanti aku yang akan bayar.” Hyerin tertawa mendengar Kyuhyun yang sampai sebegitu khawatirnya padanya. Pria itu seperti ibu-ibu yang memarahi anaknya saja.

“Oppa berlebihan. Aku baru mengandung beberapa minggu.” kata Hyerin sembari mendengus geli. “Tutup teleponnya, oppa. Kau juga sedang menyetir.”

Hyerin mendengar Kyuhyun mendecak diujung sana. “Arraseo, aku matikan ponselnya. Tapi tunggu aku, ok?”

“Arraseo!” Hyerin tertawa dan berjalan keluar tokoㅡ tapi tiba-tiba dia merasakan seseorang dibelakangnya menabrak punggung kirinya dengan sangat kerasㅡ hingga membuatnya terhuyung kedepan dan semua belanjaannya jatuh berserakan di lantai.

“Ah, maaf, kami tidak sengaja.”

“T-Tidak apa-apa..” Hyerin mengadah dan menemukan dua orang gadis didepannya yang tengah menatapnya dengan terkejut. Apa mereka mengenal Hyerin? Hyerin tidak dapat melihat wajah gadis-gadis itu karena mereka memakai masker.

“Wah, wah.. Jadi ini yang bernama Hyerin itu?” kata gadis yang memakai masker biru pada temannya sembari melirik Hyerin dengan sinis. Hyerin mengerutkan alis, mereka terlihat sangat tidak suka padanya. Siapa gadis-gadis ini?

“Tidak mungkin.. Bagaimana bisa Kyuhyun oppa mau dengan gadis seperti ini?” cibir temannya yang memakai masker hitam. Hyerin tertegun. Apa-apaan ini? Bagaimana mereka bisa tahu kalau Hyerinㅡ

“Kau.. kau pasti menggoda Kyuhyun oppa kan?” tuduh gadis itu.

“A-Aku tidak mengerti maksudmuㅡ” jawab Hyerin bingungㅡ dan detik berikutnya dia terkejut ketika melihat tote bag mereka yang bertuliskan sapphire blue. Oh tidak. Mereka pasti penggemar Kyuhyun.

“Jangan pura-pura bodoh. Kau pikir kau pantas untuk Kyuhyun oppa?” tantang gadis bermasker biru, mendorong bahu Hyerin hingga tubuhnya hampir terhuyung kebelakang.
“Memangnya apa yang sudah kau lakukan sampai bisa bersama Kyuhyun oppa?”
Hyerin terbungkam. Dia seharusnya tidak mendengarkan perkataan orang yang tidak dikenalnya tapi.. Gadis itu benar. Dia belum berbuat apa-apa untuk Kyuhyun. Bahkan selama ini Minyoung yang membuat Kyuhyun suka padanya. Apa bagusnya dirinya?

“Dasar tidak tahu malu. Kau tidak ada apa-apanya dibanding Minyoung eonni. Paling Kyuhyun oppa masih belum bisa move on dari Minyoung eonni, dan kau hanya menjadi pelampiasan.” sindir gadis itu tajam.

Hyerin tertunduk dan menggigit bibir bawahnya menahan tangis. Sudah dia duga ujungnya akan seperti ini. Menikah dengan seorang Cho Kyuhyun bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika kau hanya orang biasa yang tak mampu mengimbanginya.

“Hentikan!”

Tiba-tiba suara seorang wanita mengagetkan mereka. Hyerin menoleh keasal suara itu dan terkejut ketika menemukan sosok gadis cantik berponi yang menatap mereka dengan tidak percaya. Tapi yang lebih terkejut tentunya dua gadis tadi. Lee Nayoung berjalan kearah mereka dan menepuk bahu Hyerin.

“Hyerin-ah, kau tidak apa-apa?” tanya Nayoung cemas, lalu melirik kedua gadis tersebut dengan tajam. Hyerin hanya menggeleng dan masih tidak menyangka Nayoung datang untuk menolongnya.
Sementara kedua gadis itu tampak syok dan ketakutan. Bagaimana tidak? Mereka tertangkap basah berbuat jahat oleh visual girlgroup terkenal yang satu agensi dengan Kyuhyun. “N-Nayoung eonni.. K-Kamiㅡ”

“Apa yang kalian lakukan? Kenapa.. kalian jahat sekali?” tanya Nayoung, menatap kedua gadis itu bergantian.

“K-Kami tidak bermaksud begitu..” jawab gadis itu seraya menggeleng cepat. Ketakutannya semakin menjadi karena ini pertama kalinya mereka melihat wajah marah Lee Nayoung. Gadis itu selalu terlihat tersenyum didepan kamera dan tidak pernah menunjukkan ekspresi tidak suka.

“Minta maaflah padanya.” suruh Nayoung tegas. “Dan tolong jangan ganggu privasi orang lain. Apa kalian tidak sadar kalian telah mencoreng nama fandom kalian sendiri?”

Kedua gadis itu saling bertatapan sejenak, lalu membungkuk berkali-kali didepan Hyerin tanpa menunggu Nayoung menegurnya lagi. “M-Maafkan kami!!” ucap mereka keras.

Hyerin tak tahu harus berbuat apa, yang dia tahu pokoknya setelah ini dia harus berterima kasih pada Nayoung. Dan juga.. intropeksi diri.

“Maafkan kami, Nayoung eonni!” ucap para gadis bermasker itu lagi kompak sebelum akhirnya melarikan diri entah kemana.

“Hyerin-ah, ghwenchanayo?” tanya Nayoung khawatir, memastikan lagi apakah Hyerin benar tidak apa-apa.

“Nde..” jawab Hyerin lemah, wajahnya masih terlihat pucat dan sedih. Tidak. Dia tidak sedih karena dia dihujat dan direndahkan orang lain secara terang-terangan. Tapi dia sedih karena perkataan orang itu benar. Dia memang tidak bisa menggantikan Minyoung.

Nayoung menatap Hyerin dengan iba. “Hyerin-ah.. apa yang mereka lakukan padamu?”

Hyerin menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, rasanya dia ingin menangis. “Nayoung-ah.. aku..”

“Kau ingin cerita padaku?” tanya Nayoung. “Jika ada apa-apa aku bisa bantu, Hyerin-ah.”

“MㅡMemangnya bㅡboleh?” suara Hyerin mulai serak, dan Nayoung tahu sebentar lagi sahabatnya itu akan menangis.

Nayoung memeluk Hyerin dan mengusap punggungnya, menenangkan gadis itu. “Ya tuhan, Hyerin-ah.. Kasihan sekali dirimu..”

*

“Entahlah.. aku merasa.. aku tidak pantas untuk menjadi istri Kyuhyun oppa.” curah Hyerin sembari menyesap tehnya dengan lemah. Mereka sekarang tengah berada di kafe kecil, Yah, Gadis itu menuruti ajakan Nayoung untuk menceritakan masalahnya di kafe kecil didekat supermarket.

“Ini bukan masalah pantas atau tidak, Hyerin-ah..” Nayoung menggeleng, menatap Hyerin dengan iba, “Apakah kau merasa nyaman terus-terusan diserang seperti itu? Lagipula.. aku tidak tega melihatmu yang selalu ditolong oleh Siwon oppa dan oppadeul suju lainnya dari fans fanatik mereka.”

Hyerin tertegun sejenak. Jadi selama ini dia pernah ditolong Siwon dan yang lainnya? Lebih tepatnya, Berapa orang yang sudah direpotkannya selama dia ‘pergi’?

“Apakah itu artinya aku harus berpisah dengan Kyuhyun oppa?”

Mata Nayoung melebar. “N-Neh?”

“Ya.. aku pikir itu adalah jalan satu-satunya. Aku takut semakin lama semuanya akan semakin berat..” Hyerin menatap kearah jendela, memandangi langit yang mulai mendung diluar sana dengan mata berkaca-kaca. “Aku tahu aku harusnya bahagia dan beruntung.. Tapi entah kenapa, aku malah merasa.. takut jika anak dikandunganku ini lahir, dia akan ikut terkena imbasnya dan Kyuhyun oppa juga pasti akan mendapat masalah karena merahasiakan semua ini. Selain itu..”

Hyerin merasakan dadanya sesak, bibirnya bergetar. “Aku juga tidak yakin Kyuhyun oppa benar-benar menerimaku sebagai istrinya, jelas, aku sangat berbeda dengan Minyoung..”

“Hyerin-ah..” Nayoung menghela nafas berat, seolah bisa merasakan penderitaan temannya itu. “Sejujurnya aku sangat mendukung hubungan kalian. Dari awal sudah begitu. Tapi jika pernikahan kalian hanya mengakibatkan banyak masalah, aku sangat tidak terima, Hyerin-ah. Aku tidak terima kau diperlakukan seperti ini. Kau berhak bahagia, Hyerin-ah. Bukannya merasa tidak nyaman seperti ini.”

“Geundae.. Hyerin-ah, ikuti kata hatimu. Oke? Apapun keputusanmu nanti, Aku akan selalu mendukungmu, Hyerin-ah.” Nayoung tersenyum lebar sembari mengepalkan tangannya keatasㅡ bermaksud membangkitkan mood sahabatnya. “Hwaiting! Ahn Hyerin!”

Senyum lembut menghiasi wajah cantik Hyerin, matanya berkaca-kaca saking terharunya. “Gomawoyo, Nayoung-ah.. Kau baik sekali.”

Nayoung tersenyum enggan. “Aniyoo, sudah tugasku sebagai seorang teman untuk mendengarkan sahabatku.”

“Oh ya.. aku punya sesuatu untukmu.” Nayoung mengeluarkan kertas karton ungu bergambar kupu-kupu dari tasnya dan memberikannya pada Hyerin.
Hyerin menatap kertas karton itu dengan senyuman lebar. “Apa ini, Nayoung ah?” tanya Hyerin penasaran.

“Undangan spesial untukmu.” kata Nayoung setengah berbisik. “Datanglah ke pesta perayaan debut girlgroupku. Jangan khawatir, hanya ada teman-teman seagensiku. Tidak akan ada kejadian seperti tadi lagi.” Nayoung tertawa kecil.
Hyerin menatap Nayoung dengan mata berbinar-binar. “Benarkah? Aku.. diundang?”

Untuk meyakinkan Hyerin, Nayoung mengangguk cepat. “Nde, Kau senang kan?”
“Ya, aku sangat senang. Terima kasih, Nayoung-ah.” jawab Hyerin sambil mendekap kartu undangan itu. Beruntung sekali rasanya bisa datang ke pesta perayaan debut sahabatnya sendiri. Nayoung sama sekali tidak sombong meskipun sekarang dia sudah menjadi seorang idol.

*

Hyerin berjalan lebih cepat begitu matanya menangkap sosok pria jangkung yang bersandar di mobil Audi hitam tepat di depan kafe sambil melipat tangan. Cho Kyuhyun menatapnya dengan alis saling bertaut dan mulut terbuka lebarㅡ dan sialnya ekspresi Kyuhyun yang seperti itu membuatnya terlihat semakin tampan. Apalagi dengan rambutnya yang sedikit berantakan karena tertiup angin itu. Hyerin terkesiap dan menunduk, menyembunyikan semburat merah di pipinya.

“Kau kemana saja? Aku dari tadi mencarimu dimana-mana dan ponselmu malah mati.” ujar Kyuhyun sebal sembari merampas belanjaan berat dari tangan Hyerin.

“Mian..” sesal Hyerin, menatap Kyuhyun yang sekarang sedang memasukkan belanjaannya kedalam bagasi mobil. “Aku tadi bertemu dengan temanku di kafe. Ponselku juga masih mode pesawat, aku lupa mengaktifkannya.. mianhae.”

Kyuhyun tidak menjawab, alih-alih berbalik dan memperhatikan gadis itu yang tengah memeluk kedua lengannya sendiri dan mengusap-ngusapnya, tubuhnya terlihat sedikit menggigil dibalik blus putih tipisnya.

“Kau tidak membawa jaket?” tanya Kyuhyun tajam, kemudian tanpa menunggu jawaban Hyerin dia menghela nafas frustasi.

“Kau tahu.. kau memang merepotkan.” Kyuhyun mendengus sebal, tapi toh dia melepas jaket hitamnya dan melilitkannya ke tubuh mungil istrinya yang kedinginan. Gadis itu membeku ketika merasakan aroma maskulin Kyuhyun merasukinya dengan jarak sedekat itu. Sementara pria itu membenarkan posisi jaketnya di tubuh Hyerin; mengangkat rambut panjang Hyerin yang tertutup jaket dan merapikannya dengan hati-hatiㅡ sama sekali tidak menyadari efek yang ditimbulkannya pada gadis ini.

“Cepat masuk, aku tidak mau kena omel ibuku kalau sampai ada apa-apa denganmu.” kata Kyuhyun sembari membukakan pintu untuk Hyerin, lalu duduk di jok sebelahnya.

“Ngomong-ngomong..” Kyuhyun mendekati Hyerin, bermaksud memasangkan gadis itu sabuk pengaman tapi menggunakan kesempatan itu untuk menatap wajah Hyerin yang sekarang hanya berjarak beberapa senti darinyaㅡ membuat Hyerin bergidik dan merasakan kupu-kupu mengisi perutnya. “Besok ayahku pulang dari jerman. Keluarga besarku akan mengadakan acara makan malam di hotel grand sheraton untuk menyambutnya, dan rencananya.. Aku ingin mengenalkanmu pada keluarga besar ayahku.” sambung Kyuhyun, gantian memasang sabuk pengamannya sendiri setelah memastikan sabuk pengaman Hyerin terpasang sempurna dan nyaman.

Hyerin menatap Kyuhyun disebelahnya dengan terkejut. Kupu-kupu didalam perutnya serasa terbang keluar. Entah kenapa dia sedikit takut mengingat ini pertama kalinya dia bertemu dengan ayah Kyuhyun. Pria itu memang tidak datang saat pernikahannya dan terpaksa diwakilkan karena sedang berbobat di jerman. Apakah pria itu mau menerima dirinya?

*

Hyerin tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Merasa bingung dan berpikir apa yang harus dia pakai untuk mendatangi suatu acara makan malam. Biasanya dia hanya mengenakan dress putih pemberian ibunya tapi sekarang dia berpikir dua kali untuk memakainya atau tidak. Entahlah, dia hanya takut.. Kyuhyun tidak menyukainya. Kyuhyun jatuh cinta pada Minyoung karena kepribadiannya yang anggun dan berkelasㅡ sama sekali berbeda dengan Hyerin yang serba apa adanya.

Hyerin terdiam sejenak. Kemudian menemukan ide untuk mencari gambar Minyoung di mesin pencarian lewat ponselnya. Di beberapa gambar Minyoung tampak anggun dengan sleveless dress berwarna putih gading yang mengekspos paha jenjangnya. Dia juga pernah memakai dress sabrina biru dengan anting chandelier dan kalung diamond. Cantik sekali. Pantas saja Kyuhyun memilih Minyoung menjadi kekasihnya. Hyerin mematut dirinya sendiri di cermin yang hanya mengenakan terusan garis-garis tidak berseni dan menghela nafas. Bisakah dia berpenampilan secantik Minyoung?

“Hyerin-ah, sudah selesai?” Hyerin berjengit mendengar suara Kyuhyun dari luar kamarnya.

“N-Neh? S-Sebentar lagi!” sahut Hyerin keras. Gawat, gawat dia pasti sudah menunggu lama. Hyerin menyibak pakaian di lemarinya sembari menggigit bibir bawahnya bimbang, dia harus pakai baju apa? Dan seolah bisa membaca isi pikirannya, Hyerin mendengar pria itu berkata,

“Kau.. terlihat cantik memakai apapun. Tidak usah berpikir apa yang harus kau kenakan.”

Hyerin mencelos. Lalu mematut dirinya lagi di cermin dan mengerucutkan bibir. “Apapun? Cih, apa dia tidak melihat betapa jelek dan lusuhnya aku dibalutan daster ini?”

“Hyerin-ah, Buka pintunya.”

Hyerin tersentak mendengar suara Kyuhyun dari didepan pintunya. “N-Neeh?”

“Aku bilang buka pintunya. Kau keberatan?”

“U-Untuk apa?” tanya Hyerin bingung. “B-Bagaimana kalau aku sedang ganti baju?”

“Ya memangnya kenapa? Toh aku juga sudah pernah melihatnya.” sahut Kyuhyun dengan nada meledek.

“Y-YAH, CHO KYUHYUN!!” Hyerin nerasakan pipinya terbakar, dia tahu Kyuhyun sedang menyunggingkan senyum miringnya diluar sana. Mau apa dia? Kenapa tiba-tiba dia mau masuk ke kamarnya? Dia tidak mau berbuat macam-macam kan?

“P-Pintunya tidak dikunci..” gumam Hyerin.

Detik berikutnya jantung Hyerin berdegup kencang begitu melihat refleksi Kyuhyun yang masuk ke kamarnya lewat cermin didepannya. Diam-diam Hyerin melirik Kyuhyun lewat ekor matanya; pria itu tidak melakukan sesuatu yang aneh-aneh seperti dugaan Hyerin, alih-alih Kyuhyun malah menyibak lemari pakaiannya, mencari pakaian untuknya. Pipi Hyerin kembali memerah. Aish, apa yang tadi dia pikirkan?

“Pakai ini.”

Kyuhyun berbalik, melempar gaun berwarna red wine dan langsung ditangkap oleh Hyerin. “Memangnya tadi apa yang kau pikirkan, ng?” tanya Kyuhyun  yang sukses membuat wajah Hyerin benar-benar terlihat seperti kepiting rebus sekarang.

“Menurutku kau akan terlihat sangat cantik dengan gaun itu.” Hyerin menunduk, mengamati gaun yang dipilihkan Kyuhyun untuknya; sebuah gaun velvet sebatas paha dengan tali spaghetti namun terlihat nyaman dipakai. Hyerin bahkan baru sadar bahwa dia mempunyai dress sebagus ini.

Hyerin meneguk ludah, dalam hati merutuki dirinya sendiri yang sangat bodoh. Dia memang benar-benar payah. Hanya masalah gaun saja dia harus meminta bantuan Kyuhyun. Dia memang sama sekali tidak bisa seperti Minyoung. Mereka terlalu berbeda.

“Tidak mungkin.. Bagaimana bisa Kyuhyun oppa mau dengan gadis seperti ini?”

“Jangan pura-pura bodoh. Kau pikir kau pantas untuk Kyuhyun oppa?”

“Dasar tidak tahu malu. Kau tidak ada apa-apanya dibanding Minyoung eonni. Paling Kyuhyun oppa masih belum bisa move on dari Minyoung eonni, dan kau hanya menjadi pelampiasan.”

“Hye?” Kyuhyun mengerenyit melihat istrinya yang masih mematung ditempatnya sambil memeluk gaun pemberiannya seperti boneka manekuin.
“NㅡNeh?” Hyerin bergidik, memaksakan senyum. “Terima kasih, oppa. Aku akan memakainya.”

*

The Grand Sheraton, Seoul.


Hyerin berjalan pelan menyusuri lobby hotel bersama Cho Kyuhyun disebelahnya. Matanya mengagumi furniture dan pilar-pilar tinggi bergaya era victoria, chandelier raksasa, dan yang lantai marmer membuatnya seperti berada didalam istana negeri dongeng. Hotel Grand Sheraton memang sangat mewah dan bisa dipastikan hanya kalangan pebisnis dan pejabat yang datang ke hotel semewah ini. Dan fakta itu membuat Hyerin sedikit lega karena tidak akan ada yang mencurigai Hyerin dan Kyuhyun karena sekarang pria itu menggenggam erat tangannya dan meremasnya-remasnya dengan lembut.
Hyerin baru saja ingin bertanya dimana letak dining room nya ketika mereka memasuki lift yang cukup ramaiㅡ namun tiba-tiba Kyuhyun merangkul pinggang kirinya dengan sangat erat dan mendempetkan tubuh mereka. Hyerin meringis kesakitan, tapi langsung sadar bahwa pria itu sengaja melakukannya untuk melindunginya dari tatapan-tatapan aneh dari beberapa pria paruh baya didalam lift.

Kyuhyun mendengus kasar, sedikit kesal dengan kenyataan bahwa Hyerin terlihat terlalu cantik dan dewasa malam ini; rambut coklatnya yang panjang tergerai bebas dengan ikal-ikal cantik diujungnya, bulu matanya lentik, dan tubuhnya yang putih mulus itu hanya dibalut gaun red wine yang Kyuhyun pilihkan untuknya. Sial, seharusnya dia tidak membiarkan istrinya menjadi konsumsi publik.

Sementara Hyerin sendiri tidak menyadari betapa mengagumkannya dirinya, dia malah merasa semua orang menatapnya karena penampilannya aneh atau mungkin terlalu berlebihan. Karena pada akhirnya dia memutuskan untuk bergaya seperti dirinya sendiri dan tidak mengikuti style Minyoung. Dan sekarang jatuhnya malah terlihat kaku. Hyerin menggigit bibirnya yang dipoles lipstik merah marun itu, rasanya dia ingin pulang saja daripada membuat Kyuhyun malu didepan keluarganya nanti.

Detik kemudian lift berdenting dan terbuka dilantai paling atas, Kyuhyun langsung menggandeng Hyerin keluar dari kerumunan itu. Mata Hyerin berbinar-binar begitu sadar mereka sudah sampai di dining room yang dimaksud Kyuhyun. Ternyata tempatnya bukan didalam ruangan, namun diruangan terbukaㅡ lebih tepatnya, di atas atap hotel. Mereka dapat melihat pemandangan kota seoul di malam hari dari atas sini. Lampu dari gedung-gedung yang sangat banyak dan kecil terlihat seperti bintang-bintang yang berkilauan.

“Kyuhyun-ah!!”
Hyerin menoleh keasal suara, kemudian melihat siluet seorang pria bertubuh tinggi dengan tuxedo hitam tengah melambai kearah mereka.

“Appa?” Kyuhyun tersenyum lebar, lalu berjalan cepat kearah pria yang ternyata adalah ayahnya dan memeluknya erat.

“Arrhh, aku sangat merindukan putraku ini.” kata Tuan Cho sambil menepuk-nepuk punggung putranya. Dari dekat Hyerin bisa melihat wajah ayah mertuanya yang sangat mirip dengan Kyuhyun. Gadis itu mendengus geli, berpikir mungkin Kyuhyun akan terlihat seperti dia jika sudah tua nanti.

Tuan Cho yang menyadari tatapan Hyerin kontan melepas pelukan mereka dan tersenyum lebar pada Hyerin, wajahnya terlihat sangat gembira. “Wuah, coba lihat siapa yang ada disini. Katakan Kyuhyun-ah, dia menantuku yang cantik itu, kan?”

Kyuhyun tertawa kecil. “Yah, Ini Ahn Hyerin, istriku. Ibu dari anak-anakku nanti.” kata Kyuhyun memperkenalkan Hyerin dengan bangganya. Hyerin kontan membungkuk dan menyapa ayah mertuanya itu.

“Annyeong haseyo, abbonim.”

“Annyeong haseyo, Hyerin-ah.” sapa Tuan Cho ramah. “Kau dari girlgroup apa?”

Hyerin mencelos. “N-Neh? Aku bukanㅡ”
Kyuhyun tertawa kecil, menyela jawaban istrinya yang canggung. “Dia bukan anggota girlgroup, appa.”

“Jinjja?” Raut wajah Tuan Cho yang semula terlihat gembira kontan berubah sedikit bingung, senyum di bibirnya juga memudar. “Kalau begitu.. Lawan main drama musikal Kyuhyun? Atau soloist baru? atau ulzzang?”

“Aniyo. Dia calon pelukis internasional. salah satu murid terbaik di UOKA.” jelas Kyuhyun, “Dia bahkan pernah pergi ke paris untuk mewakili Korea dalam kompetisi melukis.”

“AㅡAniyo..” Hyerin tersenyum enggan seraya menutup setengah wajahnya dengan telapak tangan untuk menyembunyikan semburat merah yang makin menjadi di pipi putihnya.

Tuan Cho hanya mengangguk-ngangguk pelan, “Oh, begitu..” jawab Tuan Cho datar sembari menyunggingkan senyum yang kelihatan sedikit dipaksakan.

Hyerin tertegun. Senyum tipis di bibir cherrynya kontan menghilang. Entah kenapa rasanya Tuan Cho sedikit kecewa dengan jawaban Kyuhyun. Lebih tepatnya.. sedikit kecewa dengan kenyataan bahwa putranya menikah dengan gadis biasa. Dan bukan dari kalangan artis seperti putranya.

“Kami permisi dulu.” sela Kyuhyun, Sepertinya pria itu juga merasakan itu karena dia langsung membungkuk kecil dan menggandeng Hyerin menjauh dari ayahnya, kemudian mengenalkan Hyerin dengan anggota keluarganya yang lain. Mereka semua ramah dan memujinya cantik atau mengatakan betapa beruntungnya Kyuhyun mendapatkan gadis seperti Hyerin, Tapi Hyerin tidak yakin apakah mereka juga berkata sama dibelakangnya. Karena sekali lagi; gadis itu bukan siapa-siapa. Apalagi kalau dibandingkan dengan Minyoung..

Menit berikutnya, semua anggota keluarga Choㅡ termasuk Kyuhyun dan Hyerin, berkumpul di meja makan berukuran besar dan mulai menyantap makan malam yang berupa steak, dan wine. Sembari makan, yang lainnya berbincang-bincang tentang perkembangan karir mereka atau prestasi yang mereka dapatkan dan membanggakan keluarga Cho ini. Sementara Hyerin hanya mengunyah steaknya dalam diam dan tidak bersemangat. Tiba-tiba saja tubuhnya terasa tidak enak, perutnya terasa panas. Kyuhyun yang menyadarinya menatap istrinya itu dengan khawatir.

“Hyerin? G-Ghwenchana?”

“S-Sepertinya aku ingin muntah, oppa..” bisik Hyerin pelan, lalu bangkit dan membungkuk pada semua orang. “J-Jwiseonghamnidaㅡ”

Kyuhyun ikut bangkit dari kursinya, berniat menemani istrinya ke toilet namun gadis itu menepis tangannya.

“Aku bisa sendiri oppa, jangan tinggalkan mereka. Kau sudah lama tidak bertemu dengan mereka. Tidak enak kalau kau malah mengurusiku dan meninggalkan mereka.” kata Hyerin.

Kyuhyun menghela nafas, menatap istrinya dengan iba. “Baiklah.. kalau sudah cepat kembali. Oke?”

*

Hyerin memuntahkan seluruh isi perutnya di toilet dan langsung membilasnya hingga bersih. Gadis itu membersihkan mulutnya di wastafel, kemudian terdiam sejenak didepan cerminㅡ mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Bagaimana ini? Tubuhnya terasa tidak bertenaga dan kepalanya sekarang berputar-putar. Apa dia harus bilang pada Kyuhyun? Tapi tidak lucu kalau dia pulang sekarang.  Apa yang akan keluarga Kyuhyun katakan nanti?

Gadis itu akhirnya memutuskan untuk keluar dari toilet dan kembali ke meja makan namun langkahnya terhenti ketika melihat meja itu sudah kosongㅡ dan hanya menyisakan Kyuhyun dan ayahnya yang terlihat sedang membicarakan sesuatu yang serius. Gadis itu kontan bersembunyi dibalik dinding, bermaksud mendengar pembicaraan mereka berdua.

“Kau pikir apa yang kau lakukan, Cho Kyuhyun? Apa kau sudah gila?”

“N-Neh? Apa maksud appㅡ”

“Jangan pura-pura tidak tahu. Kau menikahi gadis itu. Dia itu gadis biasa, Kyu!”

Deg. Rasanya seperti ada yang menyiram Hyerin dengan air dingin. Hyerin menggigit bibirnya kuat-kuat, pandangannya mengabur dan dadanya terasa sesak. Sudah dia duga. Sudah dia duga semuanya akan berpikiran seperti itu. Bahwa dia memang tidak pantas bersanding dengan Kyuhyun. Dia hanya akan menyeret Kyuhyun kedalam masalah dan merepotkan orang-orang disekitarnya.
Semuanya akan berbeda jika Minyoung yang menjadi istri Kyuhyun dan dikenalkan pada keluarganya.

Hyerin menggeleng, air matanya tak terbendung lagi. Gadis itu kembali berjalan ke toilet dan menguncinya, menangis sejadi-jadinya didalam sana. Ya tuhan, ternyata dia memang membuat Kyuhyun malu. Kenapa dia tidak mati saja waktu itu?

*

“Awalnya eomma yang menjodohkanku dengan Hyerin.. Tadinya aku memang tidak punya perasaan pada gadis itu tapi..” Kyuhyun menatap kearah lain, menghindari tatapan Tuan Cho didepannya yang terlihat sangat marah. “Sekarang aku mencintainya, appa.”

Ayahnya itu menggertakan meja makan didepannya hingga menarik perhatian orang-orang disekitar mereka namun dia sama sekali tak peduli. “Tapi itu sama saja kau menyeret gadis yang tidak bersalah kedalam masalah! Kau tahu?” bentak Tuan Cho kasar.

Kyuhyun tidak menjawab, alih-alih hanya menghela nafas berat. Mungkin ayahnya benar. Tapi tentu saja Kyuhyun tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Sebisa mungkin dia akan berusaha untuk tidak jauh-jauh dari istrinya.

“Bagaimana jika ada yang mengetahui bahwa Hyerin bukan dari kalangan artis dan berani melukai gadis itu serta bayi kalian? Kau bisa bertanggung jawab?” timpal Tuan Cho, matanya membelalak menatap putranya seakan ingin menelannya hidup-hidup. “Apa kau tidak tahu betapa gilanya orang-orang diluar sana?”

“Aku akan melindungi Ahn Hyerin, appa. Sebisa mungkin aku akan selalu berusaha membuat istriku merasa aman.” ujar Kyuhyun menyela luapan emosi ayahnya.

Tuan Cho mendesah frustasi, memijat pelipisnya yang mulai pening.

“Aku menyusul Hyerin dulu.” Kyuhyun bangkit, berlari kearah toilet wanita untuk mengecek keadaan Hyerin. Dadanya sedikit berdebar-debar karena gadis itu belum juga kembali dari sana. Apa dia baik-baik saja?

Suasananya sangat sepi dan gelap begitu Kyuhyun sampai didepan pintu toilet wanita. Kyuhyun bermaksud ingin memanggil Hyerin dari luar namun tiba-tiba dia bergidik ketika merasakan ada yang menyentuh punggungnya. Kyuhyun berbalik, kemudian menghela nafas lega begitu menemukan gadis yang hanya setinggi dadanya itu sekarang berdiri didepannya.

“Hyerin-ah, kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun cemas dan menunduk, menangkup kedua pipi Hyerin yang memang sudah merah dari ‘sana’nya.

“Aniyo oppa, Hanya saja sepertinya.. Aku ingin membicarakan sesuatu padamu, Bolehkah?”  Hyerin mendongak, menatap Kyuhyun dalam-dalamㅡ membuat pria itu terkejut dan kontan menyingkirkan tangannya dari wajah Hyerin.

“Ya boleh.. ada apa, Hyerin-ah?” tanya Kyuhyun curiga, dadanya berdebar-debar dan jemarinya terasa dingin. Apapun yang akan dikatakan Hyerin, sepertinya bukan hal yang menyenangkan karena wajah gadis itu terlihat sedikit sendu. Atau jangan-jangan.. dia mendengar pembicaraan Kyuhyun dengan ayahnya barusan? Oh, sial! dia pasti berpikir yang macam-macam!

“Hyerin-ah.. Kau mau bicara apㅡ”

“S-Saranghae, oppa..”

Kyuhyun tertegun. Jantungnya berdegup sangat kencang dan tak karuan. Dia belum lama mengenal gadis ini tapi dia tahu mengatakan cinta bukanlah sesuatu yang mudah bagi seorang gadis seperti Ahn Hyerin. Pasti ada sesuatuㅡ

“Aku mencintaimu, oppa. Sangat cinta, tapi..” Hyerin menghela nafas berat, sepertinya butuh kekuatan yang cukup besar untuk tidak menangis dan mempermalukan dirinya sendiri ditempat seramai ini. “Entahlah, aku merasa kau terlalu baik untukku. Sedangkan aku bukan siapa-siapa dan aku hanya bisa menyusahkanmu. Karena itu.. karena itu aku selalu berusaha untuk menjadi seperti Minyoung agar bisa sebanding denganmu.. Aku jadi kehilangan diriku yang sebenarnya.” aku Hyerin lirih. Sebenarnya bukan hanya itu, Masih banyak lagi hal yang membuat Hyerin merasa tertekan. Tapi gadis itu rasa dia tidak perlu mengatakan semuanya.

“Kita terlalu berbeda, Kyuhyun oppa.. Dan itu akan menyusahkan kita berdua, Kau tahu itu.”

Kyuhyun terperangah. Jantungnya yang semula berdebar sangat cepat tiba-tiba behenti  Lidahnya kelu. Dia tidak harus berkata apa. Suasana menjadi hening. Hanya alunan lagu ballad yang menggema di ruangan terbuka iniㅡ yang seolah mewakili perasaan Kyuhyun saat ini. Tapi detik kemudian Hyerin kembali melanjutkan kalimatnya dan membuat sekujur tubuh Kyuhyun mati rasa.

“Aku pikir.. sebaiknya kita berpisah saja, oppa.”

To Be Continued..

Advertisements

43 thoughts on “Different Person [Chapter 4]

  1. First kah? :D. Ahh akhirnya terbongkar juga kalo minyoung merasuki hyerin. Ahh kok pada jahat semua sih ke minyoung. Sebenarnya appa cho itu menerima hyerin cuma dia khawatir keselamatan hyerin soanya di bukan artis bukannya gak nerima hyerin sebagai menantunya. Sih hyerin mah asal nyimpulin aja. Pliss jangan psah dong kasian ankanya nanti :(. Ditunggu next chapnya kak 🙂

  2. Wahahh akhirnya kyu sadar kalau miyoung ada d tubuh hyerin

    Lee nayoung bener2 deh jahat baget bisa bnget buat hyerin oercaya dia baik padhal kan dia mau ngancurin rumH tangga mereka

    Hyerin juga kyaknya slah pahama sama Tn Cho

    Next chapter dtunggu saeng,, fighting😁😁

  3. “Bahkan aku sempat mengira dia itu malaikat Minyoung yang masuk ketubuh seseorang untuk menjaga Kyuhyun. Hahaha”

    “Jadi.. ini hari terakhir ya?” Hyerin menggigit bibir bawahnya, matanya berkaca-kaca menatap tanggal yang baru dilingkarinya di kalender kecil didepan jendela kamarnya itu. entah kenapa dia ingin menangis.

    “Tuan Shin dan Nyonya Shin sudah meninggal karena kecelakaan.”

    Deg. Hyerin membeku. Rasanya seperti ada yang memukul jantungnya dengan sangat keras hingga dia tak bisa bernapas.

    “T-Tidak mungkinㅡ” bisik Hyerin lirih, lututnya melemas dan dia jatuh dengan lutut bertumpu di tanah.

    “Eomma.. appa..!!!”

    Gadis itu membuka artikel tentang nyawa yang tertukar di internet. Aneh. Ini sangat aneh. Kenapa Hyerin membaca artikel seperti ini?

    “Dia itu malaikat Minyoung yang masuk ketubuh seseorang untuk menjaga Kyuhyun.”

    Gadis itu tertunduk, kemudian menghela nafas berat sebelum membuka mulutnya. “Ya.. Aku.. Aku adalah Minyoung. Saat aku meninggal karena menyelamatkanmu, aku masuk ke tubuh gadis ini.”

    Yaampun ternyata setelah banyak kejanggalan yg muncul dan akhirnya dipart ini kejanggalan itu diungkap.. Dan tadaa!! Sangat mengejutkan sekali..

    Nayoung ihh rubah bgt dia dasar,,

    Nah lih hyerin minta cerai kan

  4. Pisah apaaaaa
    Pisah gmn

    Udh sah nikah
    Udh ad pengikat nya jg calon baby mereka

    Hyerin please jgm semudah itu nyerah
    Kyu jg harus bs meyakinkan hyerin
    Buat hyerin senyaman mungkin

    Takutny malah nanti berpengaruh sama kehamilan dia

  5. aku sempet lupa sama jalan cerita ff ini , tapi makin kesananya udah mulai inget .
    aku kira tuan cho gak suka sama hyerin ternyata tuan cho sebaliknya , dia justru khawatir sama hyerin , tapi hyerinnya malah salah paham. semoga kyu bisa ngasih pengertian ke hyerin.

  6. Bingung sm nayoung,,,
    Dia itu bae apa jahat sihh…?

    Dipart2 sebelumnya itu nunjukin klo nayoung itu jahat trus dipart ini kok brubah jadi baikk.. kekkeke
    Atau aku aja yg gak nganalisa karakter.. 😂😂😂

    Si tuan cho. Jg bikin kaget dehh…
    Hyerin hyerin pan jd tambah sedihh…. )

  7. bener kan minyoung ngerasuk ke tubuhnya hyerin ㅠㅠㅠ untung skrg udh pergi
    huahhhhhh hyerin terlalu polos ya gx tau akal bulus nya nayoung duhhhhh kira2 kyu setuju gx ya pisah ma hyerin???? ribet ya nikah ma artis tpi itu ksn impian terbesar fans ㅠㅠㅠ smga masalahnya cpt selesai

  8. Keputusan hyerin yg ingin berpisah dari kyuhyun ada baik dan buruknya tentunya 😦 Akhirnya mistery yang selama ini tersembunyi terbongkar juga 🙂 kyuhyun benar2 sudah mencintai hyerin ❤ tapi kenapa hyerin selalu membanding2 dengan minyoung 😦 padahal kan kyu juga udah membukan hati buat hyerin 😥 kenapa pas hyerin dalam kesulitan nayoung selalu ada? Apa nayoung dibalik musibah hyerin?? Sekarang tuan cho tidak setuju sama hyerin ㅠㅠ tapi bukan tidak setuju karena hyerin bukan orang terkenal tp lebih tepatnya hyerin takut terluka sama fans kyuhyun 😦 😥 ah kyu jebal jangan lepasin hyerin 😦 ada calon bayi mereka juga 😥 ditunggu next chapternya saeng semangat ❤ ❤ ❤

  9. ahh hyerin kek nya salah sangka nih sama tuan cho, diawal sih kek benar sih kalau tuan cho kurang suka sm hyerin pas tau profesi hyerin .. tapi ternyata tuan cho bukan maksud kek gitu. mungkin tuan cho ngelakuin itu k hyerin supaya hyerin gak disakiti sm fans² diluar sana. . hyerin ihh main pergi aja gitu sih

  10. annyeong,kenalin aku reader baru 🙋
    mian baru sempet komen😄
    ceritanya seru” ih, ngga sabar nunggu kelanjutannya,ijin baca karyanya yg laen yah😀 author fighting🙌🙌

  11. Mksud appa kyu, bkan menghina hyerin tp mlah sbaliknya ingin melindungj hyerin. Tp hyerin slah paham, dan fakt nyta adlah dia sdah disrng fans kyu

  12. baru baca ni ff dan crtanya keren q suka alurnya.walau ga bac dr awal t intinya q tau.
    memamg berat kayaknya klo orng biasa berpasangan dgn idol mesti banyak menebalkan hati dan telinga.
    lakukan sesuatu kyu jangan sampe pisah.yakinkan hyerin.

    di tunggu next partnya chingu.ttp smngat nulisnya.salam kenal q reader baru 🙇🙇

  13. Jadi bener roh miyoung masuk ke hyerin.. aduuhh nayoung sialan perusak suana. Lg momen manis kyu n hyerin die muncul.iih

    Aduuh Nyeri hati sumpah pas hyerin bilang apakah aku harus berpisah?
    pkonya Semua persaan yg hyerin ungkapin nyeri bgt hati. Sampe pengen nangis.hmm

    Trnyata Sebennrya Mksd Tuan Cho baik yah. Hanya hyerin salahpaham.
    Hyerin Trlalu Minder Dg khbtnya,kecantikanya, jdi dia alalu mrasa brsalah. Heuh

    Please Kyu lo harus Biisa Perthnin Hyerin.lu pabo kyu klo lepsn hyerin Gtu Aja. Plgi skg hyerin sdg mengandung.

  14. Ceritanya makin seru eonni
    Dasar nayoung bermuka dua..
    Kapan dilanjut lagi eonni part 5
    Ditunggu ya eonni😄😄😄

  15. yah si hyerin salah paham sama kata2 tuan cho coba dy denger sampe selesai pasti gk kaya gini jadinya
    semua gara2 si rubah nayoung nih kompor2in hyerin semoga aja kyuhyun bisa ngejelasin ke hyerin dan buat percaya diri hyerin tumbuh biar mereka bareng lagi
    di tunggu kelanjutannya athour
    jangan lama2 yah hheee

  16. Mungkin appanya kyu takut kalau misalkan kyu gabisa jaga istrinya yang notabenenya bukan siapa siapa di dunia entertaiment ..
    Karena kalau termasuk di dunia entertaiment bakalan mudah kalau hyerinnya kenapa napa ..
    #kali 😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s